Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 27.



***


Malam semakin larut, suasana di dalam kamar semakon sepi. Agnes menatap laki laki di sebelahnya yang tengah tertidur dengan pulasnya, Agnes tersenyum sambil mengecup kening Alex lalu Dia beranjak dari ranjangnya.


Entah mengapa malam ini Agnes merasa bosan dan ingin berjalan jalan keluar.


Agnes bersandar sambil memandang suasana malam hamparan laut yang luas. Dia tidak pernah membayangkan jika kehidupannya bisa seperti ini.


Agnes menatap ke segala arah , tanpa sengaja di lihatnya Clara yang sendirian berdiri menikmati malam sambil menikmati minuman di tangannya.


Agnes melangkah mendekati Clara hendak menyapanya.


" Hallo Nyonua Clara, kita bertemu lagi." sapa Agnes pada Clara.


" Hai, Agnes. Kebetulan sekali." jawab Clara yang tersenyum pada Agnes.


Clara terlihat senang dengan Agnes, mereka pun berbincang bincang dengan asiknya.


" Perimisi Nyonya. Apakah Anda ingin memesan minuman hangat ?" tanya seorang pelayan dengan sopan.


" Tentu, Saya mau Coklat panas." jawab Agnes tersenyum pada pelayan itu.


" Baik Nona, tunggu sebentar." ucap pelayan itu ramah lalu mengundurkan diri.


Agnes mengangguk sambil tersenyum pada pelayan itu.


" Kamu suka Coklat panas?" tanya Clara pada Agnes.


" Ya, Saya menyukainya sejak kecil." jawab Agnes .


" Kesukaan Kita ternyata sama." ucap Clara sambil tertawa kecil.


Agnes hanya membalasnya dengan tawaan kecil saja, Dia juga tidak menyangkan mengapa bisa kebetulan seperti ini.


" Alex sangat beruntung memiliki Istri seperti kamu Agnes." kata Clara tersenyum pada Agnes.


" Tidak Nyonya, Saya yang beruntung bisa memiliki Alex." Jawab Agnes pelan.


" Mengapa demikian?"Tanya Clara.


" Karena Alex adalah laki laki sempurna, banyak wanita cantik berderajat tinggi yang mrnginginkannya, tapi Dia justru memilikku untuk di jadikan Istrinya. Sungguh Aku wanita yang beruntung bukan." jawab Agnes tersenyum lembut.


Clara hanya tersenyum sambil menatap Agnes. Entah kenapa Dia merasa senang melihat Agnes yang terlihat bahagia hidup bersama Alex. Baru beberapa jam yang lalu mereka berjumpa, tapi Clara merasa sudah sangat dekat dan akrab dengan Agnes.


Karena asiknya berbincang mereka tidak menyadari jika sepasang mata terus menatap ke arah mereka. Nekek White sedari tadi terus memandang ke arah Clara dan Agnes.


" Mengapa gadis itu memakai gelang itu, gelang itu hanya ada satu , tidak mungkin ada yang memalsukannya. Mungkinkah gadis itu adalah Cucuku?" gumam Nenek White dalam hatinya penuh tanda tanya.


Dalam lamunannya teringat kenangan pahit yang di timpa Anak semata wayangnya Clara.


Saat itu Clara mempunyai seorang Kekasih bernama Yarri, Mereka saling mencitai dan Yarri berniat menikahinya.


Tapi takdir tidak berpihak pada Yarri, saat Dia melamar Clara bukan kebahagiaan yang di dapat tapi justru sebuah penghinaan yang mendalam yang Dia dapatkan dari Keluarga Clara.


Karena perbedaan status Ayah Clara menghina Yarri dengan kata kata yang menyakitkan hingga membuatnya sakit hati dan kembali kerumahnya dengan air mata yang berlinang membasahi wajahnya.


Clara sangat sedih dengan apa yang di lakukan Ayahnya, Dia yakin Yarri pasti sangat sakit hati dengan penghinaan yang Ayahnya berikan. Dia berniat menghampiri Yarri keesokannya untuk meminta maaf padanya.


Clara melangkahkan kakinya menuju rumah Yarri. Sampai di depan rumahnya Clara merasa ragu dan mengetuk pintu itu dengan perlahan.


Tok Tok Tok Tok....


Terdengar suara langkah kaki menuju ke pintu, tidak menunggu lama pintu pun di buka oleh pemiliknya.


Yarri membukakan pintu rumahnya dan di lihatnta Clara berdiri di depan rumahnya dengan wajah yang terlihat sedih.


" Clara." kata Yarri yang terkejut melihat kedatangan Clara.


" Yarri, ada yang ingin ku sampaikan ." ucap Clara pada Yarri .


" Masuklah." pinta Yarri lalu menutup pintu rumahnya kembali.


Clarapun masuk dan duduk di sofa . Yarri mengambil minuman untuk Clara lalu duduk di sebelah Clara.


" Ada apa?" tanya Yarri menatap lembut wanita yang di cintainya itu.


" Yarri, apakah Kau akan menyerah?" tqnya Clara dengan mata berkaca kaca.


" Tidak, Aku akan berusaha agar Kita menikah. Meskipun Aku tahu perbedaan Kita sangatlah jauh tapi Aku mencintaimu Clara." bisik Yarri di telinga Clara.


" Sungguh?" kata Clara penuh harap .


" Ya." jawab Yarri mengecup kening Clara dengan lembut.


Clara sangat senang dengan tekad Yarri , sejak saat itu tanpa sepengetahuan Ayahnya Clara terus berhubungan dengan Yarri, ber Tahun- tahun Dia mendukung Yarri dan membantunya merintis sebuah bisnis kecil menjadi sebuah Perusahaan yang besar di Amerika.


Clara tersenyum puas dengan hasil kerjanya, saat hendak membereskan meja kerjanya tiba tiba kepalanya pusing dan Dia terjatuh pingsan.


Yarry menggendong Clara dan membawanya kerumah sakit. Apa yang di inginkannya kini tercapai sudah.


Dia terus menatap Clara yang terbaring lemah di ranjang pasien. Wajah cantiknya terlihat sangat pucat.


" Clara Aku sangat mencintaimu , tapi penghinaan yang Ayahmu berikan benar benar membuaku sakit hati. Maafkan Aku jika Aku menyakitimu kali ini. Maafkan Aku Clara." gumam Yarry dalam hatinya sambil mengusap lembut kepala Clara lalu melangkah pergi meninggalkan Clara sendiri di ranjangnya.


Ibu Clara yang baru sampai langsung memeluk anaknya yang masih terbaring lemas.


Clara menatap di sekeliling mencari sosok Yarry tapi Dia tidak menemukannya.


" Clara, bagaimana keadaanmu Nak?" ucap Nyonya White cemas.


" Aku baik baik saja Ma, hanya sedikit mual dan pusing." jawab Clara berusaha duduk dengan tubuhnya yang masih lemas.


" Dimana Yarry Ma?" tanya Clara.


" Yarry? Mama tidak tahu, tidak ada siapapun saat Mama kemari." jawab Nyonya White .


Clara hanya menundukan pandangannya , Dia merasa heran mengapa Yarry tidak menemaninya di saat seperti ini.


BRAAKKK.....


Clara dan Ibunya sangat terkejut dan secara bersamaan menatap ke arah pintu, terlihat Ayah Clara melangkah ke arahnya dengan wajah merah menahan Amarah.


Diayunkannya tangan kekar itu ke wajah Putrinya.


PLAK!!


Clara terkejut dan memegang wajahnya yanh terasa perih karena tamparan Ayahnya.


" Hentikan, Suamiku apa yang Kau lakukan!" kata Nyonya White sambil memeluk Suaminya yang terlihat memuncak amarahnya.


" Anak kurang ajar , Anak tak tahu malu. Biar ku bunuh saja Anak ini, Ku bunuh Kau ." kata Tuan White penuh amarah sambil terus memukul Clara.


" Tidak Suamiku, hentikan. Aku mohon ! Dia anak Kita ." tangis Nyonya White menutupi Clara dengan tubuhnya.


Clara hanya menangis tersedu sedu di dalam pelukan Ibunya. Ayah Clara menyandarkan tubuhnya di sofa mencoba menenangkan dirinya. Dia sangat terpukul dengan apa yang di sampaikan Dokter padanya.


" Clara, katakan siapa Ayah dari bayi dalam kandunganmu itu!" Tanya Tuan White saat amarahnya sudah mereda.


Nyonya White terkejut dengan apa yang di dengarnya lalu menatap Clara yang masih terisak dalam pelukannya.


" Apa? Clara apa maksud dari kata kata Ayahmu? Kamu Hamil Nak?" tanya Nyonya White menggoncangkan tubuh Clara.


" Siapa Ayah dari Anakmu itu Clara?" tanya Nyonya White sedih.


" Yarry." jawab Clara menundukan wajahnya.


" Apa, Yarry ! Jadi selama ini Kau masih berhubungan dengan laki laki miskin itu." bentak Ayah Clara marah.


" Ayah, Yarry kini sudah sukses. Group TC adalah miliknya. Dia sudah bekerja keras untukku Ayah." Kata Clara pada Ayahnya. Dia tidak menyangka Yarry sungguh sungguh mencintai Anaknya dan bekerja keras hingga menjadi seorang pebisnis yang sukses.


Mendengar tekad Yarry yang kuat dan bekerja keras demi Putrinya perlahan Tuan White membuka hatinya untuk Yarry dan mencoba merestui hubungan Clara dan Yarry.


Clara sangat senang karena rencananya berhasil, Ayahnya adalah seorang yang disiplin dan tegas. Dia sangat suka dengan sosok laki laki yang pekerja keras dan berambisi untuk sukses seperti dirinya saat muda.


Clara dengan hati berbunga bunga melangkah menuju rumah Yarry. Dia berharap Yarry pun akan bahagia dan segera menikahinya.


Sesampainya di sana, seorang penjaga memberi tahu jika Tuannya sedang tidak berada di rumah , Clara mengurungkan niatnya berencana esok akan kembali lagi.


Berulang kali Clara mencoba menemui Yarry , tapi Dia sekalipun tidak dapat menemuinya dengan berbagai alasan hingga kandungan Clara makin lama makin membesar.


Dengan perutnya yang besar Clara duduk di dekat rumah Yarry, berharap bisa menemui laki laki yang di cintainya itu.


Sekian lama menunggu, sebuah mobil mewah milik Yarry akhirnya muncul. Clara berlari menghadang di depan mobil itu.


Para penjaga yang melihatnya segera menyingkirkan Clara dengan kasarnya , tapi Clara bersikeras menghadang mobil itu.


" Biarkan Dia masuk!" ucap Yarry kepada penjaga itu lalu menutup kembali kaca mobilnya.


Penjaga itupun menuntun Clara masuk kedalam rumah dan memintanya duduk menunggu.


" Nona, maafkan saya. Saya hanya menjalankan perintah." ucap Penjaga itu merasa kasihan dengan Clara.


" Tidak masalah. Aku mengerti." ucap Clara tersenyum sambil mengusap perut besarnya.


Di lihatnya Yarry melangkah menuruni tangga , Clara tersenyum karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan kekasihnya itu, tetapi seketika senyuman itu hilang ketika seorang wanita cantik dan sexy berlari menyusul Yarry lalu menggandeng tangannya dengan manja.


" Siapa Dia Yarry?" tanya Clara pelan.


" Hei jalang, harusnya Aku yang bertanya siapa Kau." kata Wanita itu sinis pada Clara.


" Sonia, pergilah . Aku ada urusan dengan wanita ini." perintah Yarry .


Wanita itu pun pergi dengan wajah kesal melirik Clara dengan sinisnya.


" Yarry, kemana Kamu selama ini. Aku selalu mencarimu." ucap Clara mendekati Yarry. Di genggamnga tangan Yarry dan di sentuhkan tangan itu di perutnya.


" Apakah Kamu merasakan gerakan Anak kita?" tanya Clara lirih.


Yarry dengan cepat menarik tangannya.


" Aku tidak merasakan apa apa." jawab Yarry dingin.


Clara sangat sedih dengan sikap Yarry, Dia tidak tahu mengapa Yarry berubah.


" Yarry, kita bisa segera menikah. Ayah sudah lama merestui Kita." ucap Clara memeluk Yarry. Dia sangat rindu pada kekasihnya itu.


" Bicara apa Kamu Clara, tidak akan ada pernikahan di antara kita." ucap Yarry melepas pelukan Clara.


" Apa maksudmu Yarry? Jangan bercanda di saat seperti ini Yarry." kata Clara dengan air mata di senyumannya.


" Aku tidak bercanda, Kita tidak akan menikah karena Aku sudah menikahi Sonia. Dia adalah Istriku." jawab Yarry menyilangkan tangannya.


Clara benar benar terpukul dengan ucapan Yarry, Dia tidak bisa percaya begitu saja dengan apa yang di dengarnya.


" Tidak. Kamu pasti berbohong Yarry. Tidak mungkin Kamu mengkhianatiku, Aku sudah menunggumu dan membantumu agar Kau bisa seperti sekarang ini . Bukankah Kamu bekerja keras untuk meyakinkan Ayahku agar kita bisa menikah ." ucap Clara terus menatap Kekasihnya itu.


" Ya, Aku sangat berterimakasih selama ini Kau sudah membantuku sejauh ini hingga Aku menjadi pembisnis yang sukses. Tapi satu hal yang perlu Kau ingat Clara, tujuanku bukanlah untuk menikahimu, tapi ini lah tujuanku sebenarnya, Aku yakin Ayahmu akan terpukul dan pasti akan ingat akan penghinaan yang pernah di lontarkan padaku." jawab Yarry Tersenyum sinis.


" Jadi Kamu hanya memanfaatkanku untuk membalas dendammu Yarry!" Teriak Clara mencengkram kerah kemeja Yarry dengan erat.


" Ya. Jadi jangan pernah mimpi bisa menikah denganku." bisik Yarry dingin lalu melepas dengan paksa cengkraman Clara dan melangkah pergi meninggalkannya.


" Kamu jahat Yarry, jahat, jahat." teriak Clara hendak mengejar Yarry, tapi Rico (Asisten sekaligus sahabat ) Yarry mencegahnya.


" Clara, sebaiknya Kamu kembali dahulu. Biarkan Yarry menenangkan fikirannya. Aku akan mengantar Kamu pulang" kata Rico.


Clara tidak tahu harus bagaimana, Yarry sama sekali tidak memandangnya. Dia melangkah mengikuti Rico dan naik kedalam mobil.


Rico melajukan mobilnya dengan hati hati mengantar Clara kembali. Sesekali dilihatnya Clara yang terus mengusap air mata yang mengalir di wajahnya. Dia merasa kasihan dengan Clara, Dia tahu Tuannya sangat mencintai Clara , tapi entah mengapa Dia melakukan hal yang tidak sesuai dengan isi hatinya itu.


Dalam perjalanan kembali tiba tiba perut Clara terasa sakit. Rico dengan cepat membawa Clara kerumah sakit.


Malam itu Clara melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat Cantik.


Orang tua Clara yang mendengar Putrinya melahirkan dengan cepat pergi ke Rumah sakit .


" Clara." panggil Nyonya White pada Putrinya.


" Mama." ucap Clara tersenyum.


Ayah Clara melangkah mendekati box bayi di ruangan itu di ikuti Istrinya. Di lihatnya seorang bayi mungil yang sangat cantik sedang tertidur pulas nampak seperti malaikat.


" Cantiknya Cucu Nenek." ucap Nyonya White menyentuh pipi gembil bayi itu.


Dia lalu mengeluarkan sebuah gelang penerus keluarganya pada bayi cantik itu.


" Clara , Ayahmu sangat senang dengan kelahiran bayimu." ucap Nyonya White mendekati Clara dan duduk di ranjangnya.


" Terimakasi Ayah." ucap Clara menatap Ayahnya dengan air mata berlinang.


Tuan dan Nyonya White hanya saling melempar senyuman .


Rico menepuk bahu Yarry pelan.


" Masuklah, tidak ada gunanya Kamu berpura pura seperti ini Yarry." kata Rico yang melihat Yarry sedang menatap diam diam ke dalam ruangan di mana Clara dan putrinya berada.


" Tidak Rico. Ini sudah kuputuskan." ucap Yarry lalu melangkah perlahan meninggalkan ruangan Clara.


Yarry memakai kembali maskernya lalu melangkahkan kakinya menyusuri lorong Rumah sakit, Dia berpapasan dengan dua Pria berbaju hitam .


" Kita harus membereskan keluarga White dengan cepat." kata salah satu Pria itu samar samar di telinga Yarry membuatnya seketikaberlari kembali keruangan Clara.


Dan benar saja , setelah sampai keruangan itu terlihat Tuan White sudah terbaring berlumuran darah di lantai dan Nyonya White berjalan merayap karena kedua kakinya penuh dengan luka tembakan.


" Nyonya, apa yang terjadi?" tanya Yarry pada Ibu Clara.


" Cepat tolong Clara dan bayinya. Mereka membawanya pergi." ucap Ibu Clara singkat lalu jatuh pingsan.


Yarry segera berlari menuju mobilnya. Dia mencari titik GPS ponsel Rico setelah mendapatkan kabar jika Rico tengah mengikuti mobil para penjahat itu.


Yarry menepikan mobilnya , dilihatnya mobil Rico pun berada di sana. Terdengar suara tembakan saling bersahut sahutan, Yarry segera berlari mencari dimana mereka.


Rico menodongkan pistolnya ke arah laki laki berbaju hitam itu, terlihat tangan kanannya menodongkan pistolnya di kepala Clara, dan tangan kirinya membawa bayi Clara di tangannya berdiri di pinggir sungai dengan aliran air yang cukup deras.


Rico merasa bingung saat itu, di lihatnya Yarry yang mengendap endap mendekati laki laki itu dari samping , dengan belatinya Dia berhasil menusuk pinggang Pria itu hingga pistolnya terlepas. Tapi tidak di sangka tangan kirinya pun melemah dan tanpa sengaja membuat bayi Clara terjatuh. Yarry dengan sigap menangkap bayi itu tapi naas, karena tanah yang licin Yarry dan si bayi pun terjun bersama sama kedalam sungai itu. Terlihat Yarry susah payah melawan arus sungan yang begitu derasnya, Rico berusaha menolongnya tapi apa daya, aliran air sungai yang begitu deras membuat Yarry dan Bayinya menghilang begitu cepat di dalamnya.


" Yarry,,,bayiku." Teriak Clara menagis histeris.


Sejak saat itu Clara kehilangan Tiga orang yang sangat di cintainya. sejak saat itu pula Clara menjadi orang yang dingin dan selalu waspada kepada setiap orang.


( Selamat Membaca 😊🙏 )