Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 65



***


Mobil Alex dengan perlahan memasuki halaman rumah Dion,lalu Alex dan Agnespun turun dari mobil. Keduanya melangkah menuju rumah Dion hendak menjemput Ica.


" Mamaaaa...." panggil Ica yang langsung berlari dari dalam rumah menghampiri Agnes saat mendengar Agnes dan Alex telah datang. Baru saja sebentar di rumah Neneknya, Ica sudah merasa rindu dengan Ibu tersayangnya.


" Hallo Ica sayang..." jawab Agnes sambil membalas pelukan putri kecilnya.


Alex yang melihatnya hanya tersenyum sambil mengusap rambut Ica.


Dania yang mengikuti Ica dari belakang turut senang dengan kedatangan Alex dan Agnes di rumahnya. Dania meminta mereka masuk dan mampir sebentar. Saat melihat Agnes, Dania merasa melihat putrinya sendiri. Rasa bahagianya seperti di datangi anak kandungnya sendiri.


" Bagaimana di rumah Nenek, apakah menyenangkan, sayang?" tanya Agnes dengan wajah senang.


" Tentu menyenangkan, Mama. Nenek banyak memasak makanan yang enak enak buat Ica lhoh Ma," kata Ica memamerkan kebaikan Neneknya kepada Ibunya.


" Wow... enak dong sayang" ucap Agnes tersenyum melirik suaminya.


" Lalu... Ica mau pulang atakah masih mau di sini? tanya Alex menimpali


Ica terdiam sesaat. Dia teringat dengan sikap yang Tiara tunjukan kepadanya. Meskipun.usia Ica masih terbilang anak anak, tetapi pemikiran Ica tidak seperti anak anak pada umumnya. Dia tahu jika Tiara kurang menyukainya, Ica tidak ingin membuat Tiara sedih akan kehadirannya.


" Ica mau pulang saja Pa. Ica rindu sama adik Sean..." jawab Ica sambil menggelayut pada Alex.


" Baiklah, sayang..." ucap Alex sambil tertawa kecil dengan tingkah putrinya yang manja.


Saat Alex dan Agnes sedang berbincang bincang dengan Dania di ruang tamu, terlihat dari kejauhan Dion dan Tiara berjalan menghampiri mereka.


" Ica benar benar tidak ingin tinggal kah?" tanya Dion.


" Padahal, mama Tiara akan sangat senang jika Ica mau tinggal," ucap Tiara sambil tersenyum menatap Ica.


Ica hanya membalas dengan senyuman manis sambil menggelengkan kepalanya.


Ica merasa heran dengan sikap Tiara yang berubah drastis. Yang tadinya tatapannya penuh dengan kebencian, entah mengapa saat ini hangat dan penuh senyuman.


Alex dan Agnespun akhirnya membawa Ica kembali ke rumah. Dengan ramah Alex berpamitan kepada Dania dan yang lainnya. Mereka melambaikan tangannya dengan senyuman yang tulus dari wajah mereka. Agnes merasa sangat bahagia melihat Tiara yang kini bisa tersenyum dan mendapatkan kasih sayang kembali. Agnes berharap kebahagiaan ini akan selamanya. Agnes merasa lengkap sudah kebahagiaan di hidupnya. Pertama Agnes memiliki Alex yang mencintainya dengan tulus yang kini menemaninya, kedua kini Agnes memiliki Dua buah hati yaitu Ica dan Sean, ketiga siapa sangka Agnes bisa bertemu kembali dengan orang tuanya. Semua itu bagaikan mimpi bagi Agnes. Agnes tidak menyangka jika kehidupannya saat ini berubah 180 derajat dari yang ia alami dahulu.


.


.


Jermy melangkah gontai memasuki ruangannya. Sambil merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya, dia terus memutar otak bagaimana caranya agar Kate si putri semata wayangnya itu terbebas dari jerusi besi. Tetapi dia tidak bisa gegabah, salah sedikit saja, semua rahasianya akan terbongkar pada khalayak ramai, jabatan dan kekuasaannya pasti akan di copot. Jermy tidak ingin hal itu terjadi. Berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan posisi ini, Dia tidak ingin kekuasaannya hilang begitu saja.


Saat Jermy sedang memikirkan segala rencana rencanya, dia terkejut dengan suara ponselnya yang berada di atas meja kerjanya berdering.


" Ada apa?" tanya Jermy pada seseorang yang menghubunginya.


" Maaf, Pak. Ada kabar buruk. Matt, tunangan nona Kate saat ini juga sedang dalam penahanan Polisi." Kata seseorang tersebut, yang ternyata adalah anak buah Jermy.


" Bagaimana bisa!" tanya Jermy sambil berdiri, terkejut mendengar informasi yang di berikan anak buahnya.


" Saya kurang tahu, Pak, apa permasalahannya. Saya hanya melihat Matt sedang di giring Polisi memasuki sel tahanan." jawab anak buah Jermy.


Jermy mematikan ponselnya, dia bersandar lemas pada sofa di ruangannya.


" Ada apa ini sebenarnya,,, bisa bisanya anakku dan tunangannya berurusan dengan kepolisian seperti ini" gumam Jermy sambil memijit mijit keningnya.