Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 32



Alex mengendarain mobilnya denga kecepatan tinggi menuju tempat dimana seorang saksi melihat Agnes di bawa oleh seorang laki laki dengan tato Naga di lehernya.


Seketika Alex sadar bahwa Istrinya dalam masalah yang sangat besar dan berada di dalam genggaman orang orang berbahaya.


Mobil Alex pun akhirnya masuk di Gerbang Pertahanan Dragon Gold.


Penjaga gerbang menghampiri Alex dengan tangan kekarnya Dia mengetuk kaca mobil Alex . Alex membuka kaca mobilnya perlahan.


" Ada perlu apa Tuan ?" Tanya penjaga itu dengan nada yang keras.


" Aku ingin bertemu Wiliam," jawab Alex singkat.


Tanpa fikir panjang penjaga itupun membukakan Gerbang itu lalu meminta Alex kembali melanjutkan menuju Mansion Wiliam.


Alex memasuki Mansion Wiliam dengan wajah merah padam. Terlihat dari kejauhan seseorang yang sangat di kenalinya tersenyum menyadari kehadirannya. Dia tidak menyangka jika Wiliam nekat menculik Agnes.


" Hallo Tuan Muda Wilson, lama tidak berjumpa." Sapa Wilian hendak memeluk Alex tetapi Alex menolaknya mentah mentah.


" Tidak perlu basa basi, katakan berapa yang Kau inginkan dan bawa kemari Istriku !" Kata Alex sinis tidak suka melihat Wiliam yang sok akrab dengannya.


" Hahaha, Alex kenapa Kau selalu terburu buru. Bersantailah sejenak bersama Adik Sepupu," ucap Wiliam sambil menyandarkan sofa yang empuk di ruangan itu.


" Aku tidak ada waktu dan Aku bukan Sepupumu. Cepat bawa kemari Istriku !" Bentak Alex sambil menodongkan senjata api tepat di kepala Wiliam.


Para penjaga yang berada dalam ruangan tersebut bergegas menodongkan senjata ke arah Alex, tetapi Wilian mengayunkan tangannya meminta mereka menurunkan senjatanya.


Para penjaga itu pun menuruti perintah Tuannya dan menyadari jika kekuatan Alex jauh di atas Dragon Gold.


" Tenanglah Alex, Istrimu tidak ada bersamaku,"Ucap Wiliam dengan tenang.


" Kau jangan berbohong Wiliam. Saat ini juga Aku bisa membuat nyawamu hilang !" Ucap Alex makin mendekatkan senjatanya di kepala Wiliam.


" Aku tidak berbohong, Aku sungguh sungguh, mobil yang membawa Istrimu mengalami kecelakaan saat perjalanan kemari, mungkin saja Istrimu sudah tiada karena orang orangku yang membawa Istrimu hangus terbakar di dalam mobil tidak ada satupun yang selamat," ungkap Wiliam dengan keringat dingin mengalir di dahinya.


" Bohong !" Teriak Alex


" Hahaha..., Alex Alex. Sudahlah. Wanita itu tidak pantas untukmu, Aku bisa memberi banyak wanita yang sesuai untukmu." Ucap Wiliam mengalihkan perhatian Alex dan memukul tangan Alex hingga senjatanya terhempas.


Seketika Wiliam memukul Alex berkali kali. Darah segar mengalir dari sudut bibir Alex.


" Dengar Alex. Kau tahu Aku sangat senang saat ini. Tanpa mengotori tanganku. Istrimu ternyata sudah mati dengan sendirinya hahahaha...," Ucap Wiliam


" Kurang ajar Kau." Teriak Alex yang membalas semua pukulan Wiliam.


Terjadi perkelahian yang sengit antara Alex dengan Wiliam.


Wiliam mengeluarkan senjata apinya dan menodongkannya tepat di depan wajah Alex.


" Aku senang melihat Kau seperti ini. Aku senang melihat Kau hancur Alex. Ayahku mati karena Ayahmu apa Kau lupa hah !" Teriak Wiliam pada Alex.


" Kini giliranmu yang akan mati di tanganku Alex." Ucap Wiliam bersiap menarik pelatuk senjatanya.


Tetapi tidak semudah itu. Belum sempat Wiliam melukai Alex , Alex menendang kaki Wiliam hingga senjata di tangannya terlepas dan dengan sigap Alex menangkap senjata itu lalu DOR DOR....


Seketika Wiliam jatuh tersungkur dan menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir setelah Alex melepaskan dua peluru di kepala Wiliam.


Para penjaga tidak ada yang berani menyerang Alex. Di Dunia Gangster siapa yang lebih kuat Dialah yang berkuasa.


Alex melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari Mansion Wiliam. Dadanya masih terasa sesak dengan emosi yang meluapi kepalanya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Wiliam.


" Bereskan !" Perintah Alex pada penjaga Mansion Wiliam.


" Baik Tuan." Jawab penjaga itu lalu melangkah mengerjakan perintah Alex.


Dadanya terasa sesak mengingat apa yang di katakan Wiliam.


" Tidak mungkin. ini tidak benar. Wiliam pasti bohong." Gumam Alex dalam hatinya.


Mobil Alex menepi di sebuah jalan yang di apit hutan dan jurang. Jalanan ini cukup rawan selain tidak adanya pencahayaan di sisi jurang pun tidak ada pembatas.


" Disinilah mobil itu mengalami kecelakaan," gumam Alex dalam hati.


Alex memandang situasi jalan itu dari dalam, terlihat Anak buahnya sudah berada di sana dan sedang melakukan tugasnya masing masing.


Alexpun turun dari mobilnya lalu berjalan menyusuri jalan tersebut. Mencoba mencari petunjuk tentang Agnes.


Dia berharap apa yang di katakan Wiliam tidaklah benar.


" Aku yakin Agnes baik baik saja. Aku tidak boleh panik seperti ini," Gumam Alex dalam hati.


Saat Alex sedang melihat lihat sekelilingnya nampak sebuah kilatan kecil dari rerumputan di hadapannya.


Alex berlutut memungut benda yang di lihatnya itu. Alangkah terkejutnya saat Ia melihat benda tersebut.


" Ini tidak mungkin," Gumam Alex.


Tubuhnya seolah olah akan roboh, tulang di kakinya seakan melemas seketika.


Alex tidak dapat lagi membendung kesedihannya . Dia tidak percaya jika Agnes benar benar mengalami kecelakaan bersama anak buah Wiliam. Tetapi dengan apa yang di temukan itu memaksa Alex untuk mempercayainya.


Alex memandang benda kecil yang Dia berikan pada Agnes saat pernikahan Mereka.


Terlihat dengan jelas ada nama Alex yang terukir di benda itu.


Anak buah Alex hanya terdiam seribu bahasa. Mereka semua sangat tahu betapa berartinya Agnes untuk Alex.


" Kalian semua, tetap berjaga jaga di sini !" Perintah Alex pada Anak buahnya.


" Baik Tuan," jawab Mereka serentak.


Alex pergi meninggalkan lokasi kecelakaan itu. Dia menggenggam erat erat cincin Agnes yang Ia temukan.


" Aku yakin Kamu baik baik saja sayang, selama belum menemukan jasadmu, Aku yakin Kau masih hidup," ucap Alex dalam hatinya dengan tenang.


Meskipun Alex berusaha tegar tetapi Dia tidak dapat menahan air matanya yang mengalir melewati wajahnya. Hatinya terasa sakit memikirkan nasib Istrinya yang Dia sendiri pun tidak tahu bagaiana keadaannya.


Alex memarkirkan mobilnya dan melangkah dengan gontai memasuki Mansionnya.


" Papa...," panggil Ica dengan senyuman di wajahnya.


Alex membalikan tubuhnya , memandang gadis kecil yang menyimpan harapan besar padanya.


" Ica, kenapa belum tidur sayang?" Tanya Alex lembut pada Ica, " Apakah Kau sudah makan?"


" Sudah Pa, Papa sudah makan belum ?" Tanya Ica tersenyum pada Alex.


" Nanti Papa akan makan sayang," jawab Alex membawa Ica dalam pangkuannya.


" Papa harus makan dan harus sehat, kalo Papa sakit nanti siapa yang mencari Mama," kata Ica sambil mengusap wajah Alex dengan lembut.


Alex menatap wajah Ica dalam dalam lalu memeluknya dengan erat. Dia tidak tahu harus berkata apa pada Ica. Alex hanya bisa memeluk Ica dengan air mata yang mengalir dengan sendirinya.


" Papa akan terus berusaha, Mama akan baik baik saja sayang," ucap Alex lirih.


Alex tidak tega memberi tahu Ica tentang apa yang terjadi pada Agnes. Dia tidak ingin Ica sedih mengetahui hal itu. Alex yakin Agnes masih hidup, Dia tidak akan menyerah dan akan terus mencari Agnes apapun resikonya.