Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 28.



***


Agnes memasuki kamarnya dan berbaring di sisi Alex. Di kecupnya kening suaminya itu lalu menutup tubuhnya dengan selimut.


Agnes terkejut tiba tiba Alex menindihnya dan mengecup bibirnya.


" Dari mana saja Kau Honey, beraninya meninggalkanku sendirian?" tanya Alex pada Agnes.


" Maaf, Aku hanya bosan dan keluar sebentar." jawab Agnes sambil membuat lingkaran di dada Alex dengan jarinya.


" Kau mengodaku Honey." bisik Alex lalu menciumi leher Agnes dengan lembut.


" Tidak salah bukan menggoda suami sendiri." jawab Agnes memajukan bibirnya.


Alex dengan gemas menyambar bibir Agnes , memainkannya dengan lembut.


Tangannya dengan cepat melucuti Agnes hingga tak tersisa helaian benang di atas tubuhnya.


" emhh..." desah Agnes saat Alex memulainya, tangannya *** pungung Alex menahan kenikmatan yang Suaminya berikan.


Alex benar benar Pria yang sempurna. Dia tampan,mapan,penyayang juga pandai memuaskan Istrinya.


Alex **** bibir Agnes dengan hangat dengan terus memainkannya, terasa remasan jari jemari Agnes makin kuat diiringi dengan gerakan permainannya yang semakin cepat.


" Aaahhh.... Emhh.." desahan Agnes memenuhi ruangan malam itu.


Alex bersandar di atas dada Agnes.


" Aku mencintaimu Agnes." ucap Alex mengecup kening Istrinya.


" Ya, Aku juga sangat mencintaimu Alex." balas Agnes dengan senyuman di wajahnya.


Alex memeluk Agnes dari belakang sambil menciumi nya.


" Honey, Kamu tadi pergi kemana saja?" tanya Alex.


" Hanya melihat lihat saja , kebetulan bertemu Tante Clara dan berbincang." jawab Agnes menggenggam tangan Suaminya.


" Tante Clara? Sejak kapan Kau memanggilnya seperti itu?" tanya Alex heran.


" Sejak tadi. Dia memintaku memanggilnya begitu." jawab Agnes tersenyum .


" Sepertinya Dia menyukaimu." kata Alex menebak nebak.


" Ya mungkin saja, tapi Aku senang karena Aku juga merasa nyaman saat berbincang dengannya." jawab Agnes memutar tubuhnya menghadap Alex.


Alex tersenyum sambil membelai wajah Istrinya .


" Tidak masalah, Mereka orang orang yang sangat baik. Aku juga senang jika Kau senang Honey." ucap Alex sambil mengecup kening Agnes dengan mesra.


Agnes tersenyum lalu memeluk Alex sambil mengecup dada laki laki yang sudah menjadi Suaminya itu.


" Aku sangat beruntung bisa bersamamu Sayang" ucap Agnes .


" Ya, Akupun beruntung mendapatkan Istri sepertimu." jawab Alex yang dengan cepat **** Agnes kembali dan melakukan permainannya lagi dan lagi.


Entah berapa lama mereka bermain main malam itu, sepanjang malam ruangan itu penuh dengan desahan desahan mereka yang sedang menikmati Bulan madunya.


.


.


.


Agnes melangkah menuju kolam renang dimana yang lain termasuk Alex sudah berada di sana.


Badannya terasa remuk karena ulah Alex yang semalaman terus bermain main dengannya.


Alex tersenyum menggoda saat melihat Agnes yang sedang melangkah mendekatinya. Agnes terlihat makin cantik dengan baju renang yang di kenakannya. Meskipun tertutup seperti mengenakan dress tapi belahan dada Agnes terlihat sangat sexy baginya. Rambut hitamnya yang terikat tinggi membuat leher dan punggungnya yang putih terlihat jelas.


" Honey, mengapa Kau bangun begitu siang? Lihatlah Ica tidak sabar menunggumu hingga kami kemari terlebih dahulu." kata Alex menggoda Istrinya sambil menutupi punggung Agnes dengan handuk melingkar hingga bagian dadanya.


" Haiss, gara gara siapa coba Aku seperti ini. Kau membuatku malas beranjak dari ranjang Sayang." jawab Agnes melirik Alex dengan bibirnya yang manyun dan duduk di sebelah Suaminya itu.


" Tapi Kau menyukainya bukan." bisik Alex di telinga Agnes sambil merangkulnya.


" Sudahlah jangan menggodaku, Aku sudah kelelahan karena Kamu semalam." jawab Agnes pelan tersenyum manja.


Alex hanya tersenyum sambil mengusap kepala Agnes dengan lembut.


" Mama" panggil Ica sambil melambaikan tangannya ke arah Agnes.


Agnes tersenyum sambil membalas lambaian tangan Anaknya, terlihat Ica yang sedang berenanh di temani Mili , Dia terlihat sangat senang selalu terpancar senyuman di bibir Ica .


" Kau senang Honey?" kata Alex pada Istrinya


" Ya. Terimakasih Suamiku." jawab Agnes tersenyum menatap Alex.


Alex membalas senyuman Agnes lalu mengecup kening wanita yang sangat di cintainya itu.


Dari kejauhan Yohans tersenyum bahagia melihat Alex yang sangat menyayangi Istrinya.


Tidak mudah untuk laki laki seperti Alex menjalani karir sebagai pebisnis. Karena dunia bisnis tidak pernah luput dari rayuan rayuan wanita. Tapi Yohans bangga pada Anaknya, Alex tidak pernah bermain main dengan wanita selama ini, hanya Agnes satu satunya wanita yang berhasil menakhlukkan hatinya.


" Istriku lihatlah , Anak kita telah menjadi laki laki yang bertanggung jawab dan setia pada pasangannya. Bukan kah Dia sama sepertiku yang hanya mencintaimu saja? Andai saja Kau masih ada di sini, Kita akan melihat pemandangan ini berdua dan tersenyum bersama bukan ." gumam Yohans dalam hatinya.


" Ada apa ini Tuan Wilson sudah melamun saja." sapa Nenek White dengan Clara yang mendorong kursi rodanya tersenyum ramah pada Yohans.


" Ahh Nyonya White, bagaimana kabar Anda?" jawab Yohans mengalihkan pembicaraan.


" Aku baik baik saja, justru Kau ini bagaimana keadaanmu apakah Kau baik baik saja Yohans?" tanya Nenek White .


" Tentu saja saya dalam keadaan yang sangat baik Nyonya." jawab Yohans sopan.


Clara menyusuri pandangannya dan di lihatnya Agnes yang sedang berbincang dan bercanda dengan Suaminya, entah mengapa Dia merasa senang saat melihat Agnes tersenyum bahagia.


" Ada apa Clara?" tanya Nenek White pada Putrinya.


" Tidak apa apa Ma, hanya senang saja melihat pasangan itu." jawab Clara tersenyum sambil menatap Alex dan Agnes. Dia teringat pada Pria yang di cintainya dahulu, hingga saat ini entah berada di mana Dia sekarang Clara pun tidak mengetahuinya.


Agnes melambaikan tangannya saat melihat Clara, Clara membalas lambaian tangan Agnes lalu melangkah menghampiri Agnes. Sedangkan Alex terlihat asik menemani Ica berenang dan bermain main .


Nenek White menatap ke arah Agnes dan Alex, mereka terlihat sangat bahagia.


" mungkinkah ini adalah ikatan batin antara seorang Ibu dan Anaknya? Clara terlihat senang ketika melihat Agnes tersenyum bahagia." gumam Nenek White dalam hatinya.


Yohans menangkap sesuatu yang mencurigakan di pandangam Nenek White pada Agnes.


" Nyonya White apakah ada yang ingin Anda katakan?" tanya Yohans menatap Nenek White.


" Bagaimana Kau bisa tahu Yohans?" ucap Nenek Whiye tersenyum hambar.


" Saya sudah mengenal Anda cukup lama Nyonya." jawab Yohans.


" Aku merasa Menantumu sangat mirip dengan Putriku. Mungkinkah Dia adalah bayi Clara yang hilang?" ucap Nenek White ragu ragu.


Yohans terkejut dengan kata kata Nenek White.


" Bagaimana Anda bisa menerka nerka Nyonya?" tanha Yohans penasaran.


" Aku pernah melihatnya memakai sebuah gelang yang sangat mirip dengan yang Aku berikan pada Cucuku dahulu. Aku ingin sekali menanyakannya , hanya saja Aku tidak enak hati, Aku takut Agnes tidak nyaman nantinya." ucap Nenek White pada Yohans.


Yohans mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang di fikirkan Nenek White.


" Saya akan membantu Anda menyelidikinya Nyonya. Entah ini kebetulan atau bukan, Agnes adalah gadis yang di besarkan di sebuah Panti Asuhan, Dia sama sekali tidak tahu siapa dan dimana orang tuanya." ucap Yohans menatap Nenek White yang terlihat sedih.


" Sunggu Kau akan membantu Yohans? Terimakasih, Aku sangat berharap bisa menemukan Cucuku sebelum Aku tiada Yohans. Kau tahu Aku sudah cukup Tua bukan, Aku akan sangat sedih jika sampai tiadapun Aku tidak menemukannya." kata Nenek White dengan mata berkaca kaca.


" Tentu Nyonya , Saya pasti akan membantu Anda." jawab Yohans meyakinkan.


Yohans menatap ke arah Agnes dan Clara yang sedang berbincang, Mereka memang telihat seperti seorang Ibu dan Anak, bahkan wajah Merekapun terlihat ada kemiripan. Yohans baru menyadari hal itu sekarang.


( Selamat Membaca 🙏😊 )