
***
Monica merasa kesal, sekian lama Monica hadir sebagai Siena di dalam kehidupan Alex dan Agnes, ternyata hubungan mereka baik baik saja, bahkan terlihat makin harmonis.
" Bagaikana mungkin Alex tidak memandangku sama sekali, Aku sudah merubah semuanya hanya untuk mendapatkannya, tapi apa yang ku dapatkan? Dia tetap saja mengacuhkanku," gumam Monica sambil mengisap rokoknya dalam dalam.
Dia merasa frustasi dengan perasaannya sendiri. Alex benar benar laki laki yang sangat sulit Ia takhlukan. Tidak seperti Kazuo yang sedikit saja di rayunya sudah menyerahkan apapun yang Ia inginkan.
.
.
Julian melangkah menuju ruangan Alex bersama dengan seorang wanita, semua mata memandang Julian dan wanita itu sambil berbisik bisik.
" Siapa wanita cantik itu? Kekasih Juliankah? Beruntung sekali Julian mendapatkan kekasih secantik itu." Seperti itulah bisikan bisikan para karyawan yang melihat Julian dan wanita itu.
Julian mengetuk pintu ruangan Alex lalu membawa wanita itu masuk bersamanya.
" Tuan, saya membawa Nona Siela," ucap Julian menghadap Alex.
" Hallo Kak Alex," sapa Siela tersenyum pada Alex.
Alex menatap Julian dan wanita yang bersamanya. Alex benar benar yakin jika Dia adalah Siela, Alex tersenyum karena kini sudah mengetahui kebusukan Siena palsu itu. Dia merasa tenang, dengan begini akan lebih mudah untuk menyingkirkan Siena palsu itu dan juga perusahaan yang membantunya melakukan kejahatan ini.
" Julian, kau boleh pergi," ujar Alex meminta Julian keluar, ada yang ingin Ia bicarakan dengan Siela.
" Baik Tuan," ucap Julian lalu melangkah keluar dari ruangan Alex.
Alex melangkah menuju sofa ruangannya mempersilahkan Siela duduk di sana.
" Bagaimana kabarmu Siela?" tanya Alex.
" Baik Kak, ada apa Kak Alex memintaku kemari," ucap Siela menatap mantan kekasih Kakaknya itu.
" Tidak ada hal yang sangat penting, hanya saja jika kamu saat ini bertemu dengan kakakmu Siena, apakah kamu akan percaya itu Siela," kata Alex pada Siela.
" Hais, apalah kak Alex ini, mana mungkin. Kak Siena sudah lama tiada bukan," jawab Siela yang menganggap Alex sedang bergurau.
Alex terkekeh mendengar jawaban Siela.
" Sungguh, kau pasti tidak percaya jika Aku mengalaminya akhir akhir ini," ucap Alex.
" Maksud kak Alex, Kak Alex bertemu Siena?" tanya Siela serius.
" Ya, kamu benar. Akhir akhir ini Dia sering kemari untuk menemuiku," jawab Alex.
" Tidak mungkin," ujar Siela betahan pada pendiriannya.
" Itu memang tidak mungkin, tetapi sebentar lagi Kau akan melihatnya," ucap Alex.
Saat Alex dan Siela sedang berbincang, terdengar pintu ruangan Alex di ketuk seseorang.
" Permisi, utusan dari Pak Kazuo ingin bertemu Anda Tuan," ucap Sekretaris Alex memberitahukan.
" Suruh Dia masuk," perintah Alex pada Sekretarisnya.
Alex tersenyum lalu melirik Siela, meminta Siela bersembunyi. Segera Siela bangkit lalu bersembunyi di balik sofa tempat Dia duduk bersama Alex.
Tidak beberapa lama Monica yang mengaku sebagai Siena masuk ke ruangan Alex dengan senyuman di bibirnya.
" Hallo Alex, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Monica.
" Ya, seperti yang kau lihat, Aku baik baik saja," jawab Alex tersenyum.
Monica terkejut saat melihat Alex tersenyum padanya, " Oh my, Dia tersenyum padaku, mungkinkah akhirnya Dia percaya jika Aku adalah Siena," gumam Monica dalam hati.
" Alex apakah kamu mau kita memulai dari awal lagi, bukankah Kau dulu ingin menikahiku Alex," ucap Monica dengan nada dan perilaku seperti Siena.
" Aku akan memberikan jawabanku nanti malam Siena, apa Kau bisa nanti malam menemuiku?" kata Alex merencanakan sesuatu untuk Siena palsu itu.
" Ah, tentu saja. Aku pasti akan menemuimu," jawab Monica tersenyum menggoda.
Siela benar benar terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dia yakin itu bukanlah Kakaknya Siena, memang wajahnya sangat mirip, tetapi sebagai saudara kandung dari Siena, Siela tahu betul seperti apa sikap dan karakter saudara kembarnya itu.
Setelah sekian lama mereka berbincang, akhirnya Monica pergi dari ruangan Alex, dan Sielapun keluar dari persembunyiannya.
" Aku tidak menyangka jika ada orang yang begitu mirip dengan Siena," ucap Siela heran.
" Kamu percaya sekarang," kata Alex menyilangkan kedua tangannya di dada.
Siela terpaku dengan mantan kekasih Kakaknya itu, sekian lama tidak melihatnya, Alex masih tetap menawan dan baik kepadanya. Sejak dulu Dia sangat mengagumi kekasih Saudara kembarnya itu, tetapi Dia tidak ingin merebut apa yang sudah di miliki oleh kakaknya.
" Ya, tapi Aku yakin jika itu bukanlah Siena, Aku tahu betul seperti apa Siena sebenarnya," ucap Siela yang sebentar sebentar melirik Alex.
Saat Alex dan Siela sedang berbincang terdengar pintu ruangan Alex terbuka dan terlihat seseorang masuk ke ruangan itu, Dia adalah Agnes.
Agnes sedikit terkejut saat melihat Siela yang duduk bersama Alex, Dia terlihat mirip dengan wanita yang mendatanginya saat itu. Tetapi Agnes berfikir ini bukanlah saatnya untuk berfikiran yang macam macam, Dia sudah berjanji akan mempercayai Suaminya apapun yang tejadi.
Agnes tersenyum melangkah mendekati Suaminya lalu mengecup pipinya dengan lembut.
Siela tersentak saat melihat Agnes begitu mesra dengan Alex, " Siapa Dia, kenapa Dia begitu pada Kak Alex, mungkinkah Kak Alex sudah bisa move on dan wanita ini adalah kekasihnya," gumam Siela dalam hati.
" Honey, tumben kamu kesini," ucqp Alex sambil meminta Agnes duduk di sampingnya.
" Ehem, Aku mengantar makan siang untukmu," jawab Agnes tersenyum.
Siela hanya terdiam dengan perasaan yang canggung.
" Oh ya Honey, pekernalkan ini Siela, Dia adalah adik dari Siena," kata Alex memperkenalkan.
" Oh, pantas saja, Dia begitu mirip dengannya Alex," ucap Agnes yang mengulurkan tangannya kepada Siela.
" Hallo Siela, Aku Agnes," sapa Agnes tersenyum.
" Ah, ya. Aku Siela Nona." ucap Siela tersenyum pada Agnes.
" Tentu saja Nona, kami adalah saudara kembar," ujar Siela denga terkekeh.
Alex merasa senang, ternyata Agnes tidak menujukan sikap dingin meskipun tahu jika Siela adalah adik dari Siena, mantan kekasihnya dahulu. Mereka juga terlihat cepat akrab seperti seoarang teman lama yang sedang berbincang.
" Honey, Aku dan Julian sudah membuat rencana untuk menjebak Siena palsu itu, Aku harap kamu tidak salah faham jika Aku menemuinya nanti malam," ucap Alex.
" Apa. Jadi, Dia bukanlah Siena." kata Agnes.
" Tentu saja bukan, Siena sudah lama tiada, tidak mungkin Dia bangkit lagi," kata Siela pada Agnes.
" Sungguh jahat wanita itu, tega teganya Dia mengaku sebagai Siena, hanya untuk mengacaukan rumah tanggaku dan merebut Suamiku," ujar Agnes dengan wajah sendu.
" Su_ suami?" tanya Siela melirik ke arah Alex.
" Iya Siela, Agnes adalah Istriku, dan saat ini Dia sedang mengandung," jawab Alex tersenyum merangkul Agnes.
" Astaga, ku kira kalian belum menikah. Maaf Agnes, Aku tidak tahu," ujar Siela tersenyum kecut.
Ternyata tidak ada kesempatan lagi untuknya, tetapi melihat Alex sudah move on dan kini memiliki Agnes yang begitu mencintainya, itu sudah cukup membuat Siela senang.
Dia berfikir, pasti suatu saat nanti akan ada seseorang yang akan mencintainya seperti Alex mencintai Agnes.
" Siena, lihatlah Dia sudah bahagia, kau tidak perlu bersedih lagi di sana," gumam Siela dalam hati.
.
.
.
Agnes dan Alex melangkah masuk ke rumah mereka di ikuti Siela yang saat itu tidak enak menolak tawaran Alex untuk berkunjung di rumahnya.
" Mama, Papa...." Teriak Ica sambil berlari menghampiri Alex dan Agnes.
" Haii..., Ica sudah pulang kamu sayang," sapa Agnes sambil memeluk putrinya itu.
" Iya, sudah dari tadi," jawab Ica tersenyum sambil mengecup pipi Agnes lalu bergantian mengencup pipi Alex. Ica menatap ke arah Siela bertanya tanya dalam fikirannya.
" Ica, ini adalah tante Siela, teman Mama dan Papa," kata Agnes memperkenalkan Siela pada Ica.
" Hallo tante Siela," sapa Ica.
" Hallo Ica, kamu cantik sekali," ujar Siela gemas. Dia memang sangat menyukai anak kecil.
Agnes senang melihat Siela yang begitu lembut pada putrinya. Agnes berfikir sejenak, memang tidak seharusnya Dia merasa pada cemburu pada Siena, Dia pasti gadia yang baik, mungkin itulah yang membuat Alex memilihnya dulu.
.
.
Malam itu Monica terlihat bahagia, terlihat selalu senyuman di bibirnya. Dia tidak menyangka jika usahanua tidak sia sia selama ini.
" Akhirnya Alex percaya padaku, Ohh, Monica kamu hebat, kamu memang sangat pintar Monica, siapa sih yang bisa menolak kecantikan wajah ini, Siena wajah cantikmu ini akhirnya bisa membawa Alex kepelukanku sekarang," gumam Monica berdiri di depan cermin sambil berlenggak lenggok memuji muji dirinya sendiri.
Dengan gaun hitam yang melekat di tubuhnya Monica melangkah memasuki sebuah restoran mewah dimana Dia akan bertemu dengan Alex.
Monica menuju sebuah ruangan pribadi nomor 004 dimana Alex sudah memesan tempat untuk mereka, karna Monica datang lebih awal dari Alex, terpaksa Dia menunggu.
" Hai, sudah dari tadikah?" tanya Alex tersenyum berdiri di belakang Monica yang duduk menunggunya.
" Ah, duduklah. Kenapa kamu berdiri saja," sambut Monica senang melihat Alex benar benar menemuinya.
Alex pun menuruti Monica lalu duduk di hadapannya, setelah Dia mengamati denga jelas, wanita dihadapannya itu memang mirip sekali dengan Siena, tetapi di tidak nampak seperti Siena yang Asli.
Saat sedang asyik berbincang, tiba tiba Monica terperanjat dengan sosok yang berdiri di belakang Alex. Dada Monica tiba tiba berdegub dengan kencang dan wajahnya terlihat sangat pucat.
" Siena, kamu kenapa?" Tanya Alex sambil menengok ke arah belakangnya.
" Tidak. Tidak mungkin," kata Monica merasa panik saat itu.
" Heii, ada apa?" kata Alex menghampiri Monica yang terlihat panik.
Sosok itu mendekat ke arah Monica, wajahnya terlihat sangat seram dengan darah yang mengalir di wajahnya dan juga di pakaiannya penuh dengan bercak bercak darah.
" Kenapa kamu mengaku sebagai Aku wanita jahat!" kata sosok itu mengulurkan tangannya hendak mencekik Monica.
" Tidak... Pergi, pergi !" teriak Monica histeris sambil menutupi wajahnya dengan lengan tangannya. Monica bangkit dari duduknya, perlahan melangkah mundur menjauhi sosok itu yang Alex pun tidak dapat melihatnya.
" Katakan, siapa kau sebenarnya wanita jahat!" kata sosok itu dengan suara serak yang membuat bulu kuduknya berdiri dan membuat wajahnya semakin terlihat pucat.
Tubuh Monica bergetar hebat, kakinya tiba tiba lemas tidak dapat menopang tubuhnya. Monica jatuh terduduk bersandar di dinding ruangan itu. Dia menangis sejadi jadinya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Maafkan Aku Siena, maaf. Tolong jangan bunuh Aku Siena, jangan," ucap Monica dengan tangisnya saat melihat sosok menyeramkan itu mencengkram lehernya dengan kuku kuku yang tajam menempel di nadinya, terasa perih yang Monica rasakan saat itu.
" Katakan, siapa Kau? Jika kau masih ingin hidup, jawablah dengan jujur!" kata sosok itu dengan nada berat menakutkan.
" A_ aku Monica, maafkan Aku sudah memakai wajahmu Siena, maaf," jawab Monica ketakutan denga linangan air mata.
Setelah mendengar jawaban Monica, lampu yang tadinya remang remang kini menyala dengan terang benderang.
Terlihat Alex yang berdiri di sebelah sosok itu dengan melipat kedua tangannya di dada. Wajahnya terlihat dingin seperti ingin menelan Monica hidup hidup.
" Jadi Kau Monica!" kata Alex dingin.
" A_ Alex, tolong maafkan Aku, Aku melakukan ini karena Aku sangat mencintaimu Alex," ucap Monica sambil berlutut memeluk kaki Alex.
" Huh, wanita jahat sepertimu mana mungkin punya perasaan," kata Siela yang berpaikan berlumuran darah. Wajahnya memas mirip sekali dengan Siena, jadi Monica seolah melihat roh Siena.
" Kamu benar Siela. Julian segera bereskan wanita ini, jangan sampai Dia mengganggu hidupku lagi!" perintah Alex menatap Monica sinis lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
" Tidak Alex, maafkan Aku Alex, Aku mohon!" teriak Monica meronta ronta saat Julian dan anak buahnya menyeret Monica.
Alex tidak memerdulikan teriakan Monica yang memohon iba darinya. Baginya, tidakan Monica sudah sangat keterlaluan dan di luar batas kewajaran. Dia sangat jahat, berani beraninya mendatangi Agnes dan memberikan berita palsu tantang dirinya.