Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 16



***


Alex membuka pintu mobilnya untuk Agnes lalu merekapun melangkah bersama sama memasuki rumah Agnes.


Terlihat Ica sedang sedang bermain dengan kitty kucing kesayangannya.


" Icaa...." panggil Anges dengan senyuman di bibirnya.


" Mama... " jawab Ica sambil berlari menghampiri Agnes. Ica juga tersenyum pada Alex yang berdiri di samping Ibunya.


Agnes berlutut sejajar dengan Ica, menatap wajah Ica dengan lembut.


" ehmm,,, Ica. Mama mau bilang sesuatu sama Kamu." kata Agnes pada Anaknya.


" apa Ma?" tanya Ica penasaran.


" Mama dan Om Alex akan menikah , Ica mau kan Om Alex jadi Papa Ica?" kata Agnes perlahan.


Ica terdiam sesaat membuat Agnes sedikit cemas, tapi tak berselang lama senyuman itu muncul di bibir Ica. Ica menganggukan kepalanya tersenyum pada Ibunya lalu melirik Alex.


Agnes tersenyum dan memeluk Ica dengan eratnya.


" Terimakasih sayang...." kata Agnes sambil menciumi wajah Anaknya itu.


Alexpun berlutut lalu merentangkan tangannya kepada Ica, Ica menghampirinya dengan senang hati lalu memeluk laki laki yang akan menjadi Papanya itu. Ica senang, kini Dia merasakan pelukan seorang Papa .


" Terimakasih Ica,,, Om akan menjaga kalian dengan baik, dan juga menyayangi kalian selalu." kata Alex mencium kening Ica lembut.


" Iya, Ica boleh panggil Om Papa??" tanya Ica pelan.


Alex tersenyum lebar mendengar perkataan polos Ica.


" Tentu boleh sayang, coba katakan mulai sekarang ." kata Alex dengan menatap Ica.


" Terimakasih Papa." ucap Ica senang.


Air mata Agnes seketika mengalir di wajahnya saat mendengar Ica memanggil Alex dengan sebutan Papa. Hatinya bahagia, juga sedih. Betapa rindunya Ica dengan sosok seoran Papa selama ini. Kini Dia memilikinya.


Alex merangkul Agnes dan Ica ke dalam pelukannya. Dia tau , semua ini terlalu cepat. tapi semua akan di jalaninya karna Dia tidak mau terlambat ataupun mengulur waktu untuk membahagiaan mereka, Membahagiakan dirinya sendiri juga. Karna hidup bersama Agnes itu adalah kebahagiannya. Dengan lembut Alex menciun kening Agnes yang menangis di dada nya.


" jangan menangis lagi,,, " bisik Alex di telinga Agnes.


Agnes mengusap air matanya, dan tersenyum sambil memeluk Alex manja.


Alex hanya membalas senyuman Agnes lalu mencium kening Agnes dan Ica yang berada dalam pelukannya.


.


.


.


Hari pernikahan yang di tunggu tunggu pun telah tiba.


Agnes duduk di depan cermin, memandangi dirinya yang kini mengenakan gaun pengantin yang indah. ini adalah gaun impiannya selama ini. Cukup lama Agnes menunggu seseorang yang sungguh sungguh mencintainya meminangnya, tapi semua yang Dia temui hanya lelaki yang suka bermain main saja, apalagi mengetahui keadaan Agnes, semua lelaki menganggapnya rendah dan hina. Dia tidak menyangka pada akhirnya ada laki laki baik yang akan menikahinya.


" Nona, Anda sangat cantik. tanpa saya make up tebalpun anda terlihat sangat cantik." puji salah satu MUA yang meriasnya.


" Terimakasih Nyonya." jawab Agnes dengan senyuman.


Sang MUA tersenyum hangat, Mereka sangat senang merias Agnes. Wajahnya Cantik alami dan ramah . Cantik luar dalam.


" untuk apa wajah cantik jika kelakuannya menjijikan." sahut seorang wanita yang tiba tiba muncul dari pintu ruangan itu.


Agnes menatap wanita itu dari cermin dan ternyata itu adalah Tania.


" Nona, apa maksud Anda.? tanya Agnes lembut. Dia merasa tidak pernah ada masalah dengan Tania , tapi Tania terus saja mengganggunya.


" Nona itu privasi saya. Anda tidak perlu susah susah ikut campur. Dan Anda tidak mengetahui apa, sebaiknya jangan asal bicara." jawab Agnes tak menghiraukan kata kata Tania.


" Haisss,,, Aku pun tak ingin kerepotan untuk ikut memikirkannya. Hanya saja Aku kasihan pada Om Yohans, bagaimana jika publik tahu ternyata menantunya adalah seorang lajang yang sudah memiliki Anak dari hasil menjual diri. Sudah pasti Keluarga Wilson akan menjadi gunjingan yang tiada hentinya." kata Tania sambil mendekati Agnes.


Seketika Agnes tersentak dan menundukan wajahnya.


" Dengar Agnes, kamu menikah dengan Alex itu adalah suatu kesialan untuk keluarga Wilson. Karna dengan adanya Kamu, itu akan membuat malu keluarga Wilson. Kau tahu itu." bisik Tania sambil menatap wajah Agnes dari cermin dan tersenyum licik.


Melihat expresi Agnes sepertinya Dia berhasil menekan batin Agnes.


" Kamu dan Alex itu, bagai langit dan bumi . Tidak pantas sama sekali. jadi Kau harus sadar Agnes." imbuh Tania.


" Cukup Tania. Hentikan Omong kosongmu!!" Kata seorang laki laki dengan suara berat .


Tania dan Agnes bersamaan menengok kebelakang. Tania sangay terkejut saat melihat sosok laki laki itu. Seketika badannya gemetar dan melangkah menjauh dari Agnes.


Agnes menatap laki laki itu sekejap lalu menundukan pandangannya.


" Keluarga Wilson tidak pernah mempunya Fikiran seperti itu. Jika kau hanya ingin mengacau. Sebaiknya Kau pergi dari sini." Usir laki laki itu pada Tania.


"Ba Baik Om." kata Tania melirik sinis Agnes


" Tunggu!! Sampaikan pada Ayahmu. Bereskan semua barangnya dari perusahaan . Dia di pecat!" kata Yohans pada Tania.


Tania mebelalakan matanya , kakinya lemas seakan tak bertulang.


" Aa apa Om,,, Jangan Om, Tania mohon jangan pecat Papa Om. " rengek Tania memegang kaki Yohans.


" Itu semua karna ulah mu, Kau sudah menipuku dan juga mengganggu ketenangan keluargaku. Itu lah akibatnya." kata Yohans acuhkan rengekan Tania lalu mendekat ke arah Agnes.


Yohans menatap Agnes lembut, " Gadis ini benar benar miri Alecia, Apakah Alex benar benar merindukan ibunya hingga mendapatkan istripun sangat mirip dengan Ibunya saat muda dulu." gumam Yohans dalam hatinya dan tersenyum.


Agnes yang sedari tadi menunduk terkejut, tiba tiba Yohans memegang wajahnya dengan lembut dan hangat.


" Kamu jangan fikirkan kata kata Tania tadi Anaku. Saya tidak pernah memandang rendah siapapun. Alex telah memilihmu, itu tandanya Kau lah yang terbaik." kata Yohans lembut kepada Agnes.


Agnes tersenyum mendengar ucapan Yohans.


" Terimakasih Tuan..." ucap Agnes sopan .


" Ya. Marilah kita segera keluar. Alex sudah menunggumu ." kata Yohana meminta Agnes merangkul tangannya.


Agnes tersenyum dan merangkul tangan Yohans dengan senang hati. Baru kali ini Dia merasakan kasih sayang seorang Ayah. Di hidupnya Agnes tidak pernah tahu dimana dan siapa Ayah dan Ibunya.


Agnes dan Yohans melangkah melewati karpet merah yang terbentang mengikuti Ica yang berada di depan mereka denga boket mawar putih di tangannya. Dari kejauhan terlihat Alex yang sudah menunggunya bersama pendeta yang akan menikahkan mereka. Wajahnya penuh dengan senyum kebahagiaan. Agnes terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang ia kenakan saat ini, Dia bak seorang Ratu .


Alex menatap Agnes dengan penuh kasih sayang dan mengucapkan janji pernikahan . Agnes benar benar terharu dan sangat bahagia dengan moment ini.


Setelah mengucapkan Janji Suci , Pasangan pengantin pun saling berciuman, sontak terdengar tepuk tangan riuh para tamu undangan membuat keduanya tertawa malu.


Alex memeluk Agnes yang terlihat merona saat itu. Dia tahu Agnes masih sangat canggung dengan keadaan ini.


" I Love You Honey." bisik Alex di telinga Alex lembut.


" Yahh,,, I Love You too." balas Agnes dengan senyuman di bibirnya.


Yohans begitu bahagia melihat Anaknya kini sudah menemukan pendamping hidup, Dia melirik Ica yang sedari tadi menggandeng tangannya. Icapun terlihat begitu bahagian atas penikahan Mamanya dan Alex.


" Alecia,, lihatlah. Anakmu kini sudah dewasa dan sudah memiliki wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. Aku sangat merindukan mu sayang. Berapa lamakah lagi Aku harus menunggu agar bisa berjumpa denganmu." rintih Yohans dalam hatinya. Tak bisa di pungkiri, jika Dia sangat merindukan istrinya. Sejak Alecia meninggal tidak ada satupun wanita yang menarik bagi dirinya. Hanya Alecia yang ada di hatinya hingga detik ini dan selamanya.


( Terimakasih Like dan Komennya Kakak. 😊🙏


Selamat Membaca 😊 )