
***
Yohans duduk di sendirian di bangku Taman Mansionnya, menikmati sejuknya udara pagi dan juga gemercik sungai kecil dan air terjun buatan di taman belakang Mansionnya. Para pelayan mengantar makanan dan cemilan untuk Yohans, seorang pelayan baru hampir di buat tidak berkedip saat melayani Tuannya itu.
Meskipun usia Yohans tidak lagi muda, tapi tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang tampan tidak hilang dari dirinya.
" Jaga matamu jika Kau masih ingin bekerja di sini." bisik pelayan senior padanya.
" Ba baiklah , maaf." kata pelayan baru itu.
Para pelayan itu pun berlalu meninggalkan Yohans sendirian di taman.
Yohans menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku, terdengar samar samar suara tawa anak kecil dan suara orang yang sedang berbincang.
" Apakah ini halusinasiku, mengapa Aku mendengar suara Alex dan keluarganya di sini. Mungkin Aku merindukan mereka semua." gumam Yohans dalam hatinya, matanya tetap terpejam menikmati khayalannya yang seolah olah sedang berkumpul dengan keluarganya.
Setelah Alecia meninggal tidak berselang lama Kakek Wilson juga meninggal dunia karena sakit. Sejak saat itu Yohans tinggal di Mansion ini bersama Alex dan para pelayan saja. Kini Alex sudah menikah dan memiliki keluarga di Indonesia , Dia tidak boleh mengganggu kebahagiaan Anaknya. Yohans bisa saja tinggal di Indonesia, tapi Dia tidak mau. Yohans ingin terus di sini agar sewaktu waktu bisa mengunjungi Istri tercintanya.
" Kakek" Ica memanggil Yohans yang sedak duduk sendirian di taman .
Yohans membuka matanya, terlihat Ica yang tersenyum manis sudah berada di hadapannya.
" Ica, Kamu sungguh sungguh Ica? Kakek tidak berhalusinasi bukan." kata Yohans yang perlahan menyentuh wajah cantik Cucu kecilnya itu. Dia sangat senang karena ini semua bukan halusinasinya, yang berdiri di hadapannya benar benar Ica Cucunya.
Yohans menatap ke arah Mansion terlihat Alex dan Agnes sedang melangkah ke arahnya denga senyuman di wajah nya.
" Pap, bagaimana kabar Papi?" tanya Alex pada Ayahnya.
Yohans segera bangkit dari duduknya dan memeluk Alex dengan eratnya.
" Anaku, akhirnya Kau kembali juga." kata Yohans dengan mata berkaca kaca, kebahagiaannya tidak dapat di ungkapkan dengan kata kata. Alex pun membalas pelukan Ayahnya dengan erat.
" Iya Papi, Alex sudah kembali." jawab Alex tersenyum.
Yohans menatap Agnes yang berdiri di sebelah Alex. Sejak menikah dengan Alex, baru kali ini Alex membawanya pulang ke Mansion Keluarga Wilson.
" Selamat datang di Rumah Keluarga Wilson Menantuku." kata Yohans sambil memeluk Agnea sejenak.
" Terimakasih Tuan ." kata Agnes sopan .
" Jangan sungkan Agnes, panggil Aku Papi. Kau pun Anaku juga." kata Yohans tersenyum.
" Baiklah Papi. Terimakasih." jawab Agnes tersenyum sambil melirik Alex yang juga tersenyum ke arahnya.
Merekapun bersama sama masuk ke dalam Mansion, Agnes dan Ica menuju kamar masing masing untuk menata barang barang dan membasuh badan mereka. Sedangkan Alex masih menemani Ayahnya berbincang di ruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi sore itu.
" Ya Pap, semuanya baik baik saja, jika ada masalah itu pasti. Tapi setiap masalah selalu ada solusi untuk menghadapinya." jawab Alex sambil menyeruput kopinya.
" Syukurlah. Di sini juga semuanya baik baik saja , Papi banyak di bantu oleh Om Paman Harry di sini." kata Yohans menatap Alex yang terlihat makin Dewasa dan karisma di wajahnya makin terpancar
" Syukurlah Pap." ucap Alex .
" Alex, lambat laun semua yang Papi miliki akan menjadi milikmu, Papi senang kini pemikiranmu lebih Dewasa dan Kau makin tekun dalam berbisnis. jika Papi tiadapun Papi akan merasa sangat tenang" kata Yohans tersenyum.
" Papi, jangan berbicara seperti itu . Aku selalu berharap Kita semua di beri Usia panjang oleh Tuhan agar kita bisa selalu menjadi Keluarga yang bahagia." jawab Alex.
" Ya, Papi pun demikian. Tapi Kau tahu buka jika kematian itu adalah hal yang pasti dan tidak dapat di hindari. Papi juga sangat merindukan Mamimu, Papi ingin sekali segera bertemu dengannya." ucap Yohans dengan senyuman manis di bibirnya.
Alex hanya tersenyum mendengar apa yang di katankan Ayahnya. Kematian memang tidak dapat di hindari, semua Makhluk yang bernyawa kelak pasti akan mati juga. Tidak bisa di pungkiri, Yohans memang sangtlah mencintai Alecia, Dia satu satunya yang berhasil membuatnya jatuh cinta seumur hidupnya. Banyak wanita yang mendekatinya tetapi tidak ada satupun yang bisa membuka hatinya. Hatinya sudah terkunci, hanya ada satu nama di dalam hatinya yaitu Istrinya tercinta Alecia.
" Kau terlihat lelah, mandi dan beristirahatlah sejenak. Nanti kita makan malam bersama." kata Yohans pada Alex. Dia tahu perjalanan Indonesia ke Amerika bukanlah perjalanan yang singkat, membutuhkan waktu hingga 38 jam, terkadang bisa lebih jika jadwalnya berubah.
" Baiklah. Alex bersih bersih badan dahulu , nanti Alex kembali lagi." jawab Alex lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan Kakinya menuju kamar.
Para pelayan wanita terus menatap Alex tanpa berkedip.
" Ayahnya saja sudah sangat Tampan, Tuan muda Alex terlihat lebih Tampan lagi. Oh Tuhan, Aku bersyukur padamu di beri Majikan yang sangat tampan tampan." ucap para pelayan sambil cekikikan .
" Bahkan Asisten Tuan mudapun juga tampan bukan." kata salah satu pelayan sambil menunjuk Julian yang sedang duduk di luar sambil menghisap rokoknya.
Para pelayan genit itupun tertawa cekikikan sambil mengerjakan pekerjaannya masing masing.
Alex membuka pintu kamarnya, terlihat Agnes sedang tertidur pulas di ranjang besarnya.
Alex tersenyum lalu menghampiri Istrinya dan mengecup kening Agnes dengan lembut.
" Beristirahatlah Honey, Kau pasti sangat lelah." bisik Alex lembut.
Bibir Agnes tersenyum dalam tidurnya seolah olah berterimakasih dengan semua perhatian dan kasih sayang yang telah Alex berikan padanya.
Alex pum melepas kemejanya lalu melangkah ke kamar mandi, Dia berdiri di bawah shower dengan rintikan rintikan air hangat yang menyirami tubuhnya.
Setelah mandi lelah di tubuhnya terasa sedikit berkurang.
Alex berbaring di sebelah Agnes sambil memeluk tubuh Agnes dari belakang, badannya terasa sangat segar tapi matanya tidak bisa berbohong menutupi kelelahannya.
Baru saja sebentar Dia berbaring di sebelah Istrinya, sekejap matanya terpejam dan tertidur dengan pulasnya, di tambah aroma tubuh Agnes yang membuatnya tenang dan sangat nyaman memeluknya.
( Selamat Membaca 😊🙏 )