
***
Dion melangkah gontai memasuki rumahnya. Suasana yang sangat sepi . Dia melangkah menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Matanya jauh menerawang ke atas, terlihat bayang bayang kenangan saat bersama Agnes dahulu. Mereka sama sama tersenyum bahagia akan kehadiran Ica kecil. Tapi semua kebahagiaan itu sirna karna ke egoisan Ibunya yang terlalu berambisi memilik menantu yang sederajat.
Tak Tak Tak .....
Terdengar langkah sepatu mendekati kamar Dion dan perlahan membuka pintu kamar tersebut.
Dion melirik ke arah pintu dan di lihatnya Tiara masuk dengan membawa beberapa belanjaannya.
" Dion, Kamu sudah pulang?" tanya Tiara senang.
" Ya, kamu dari mana?" kata Dion dingin.
" Aku dari belanja. Ada apa?" tanya Tiara
" Aku pulang lebih awal karna ingin membawamu ke Dokter Spesialis Kandungan." kata Dion melirik Tiara.
Seketika Tiara terkejut dan menjatuhkan barang belanjaannya .
" Ka kamu kenapa membawaku ke Dokter , Aku tidak sakit ataupun mengalami gangguan di perut. Dan Kamu tahu bukan jika Aku tidak ada masalah pada kandungan. Sebelum menikah bukan kah kita sudah mengeceknya" ucap Tiara gugub.
" Aku ingin memeriksanya sekali lagi." kata Dion singkat.
" Aku tidak mau!" kata Tiara memalingkan wajahnya.
" Kenapa?" tanya Dion sambil mendekati wanita itu.
" Untuk apa? Kita semua sudah tahu Aku baik baik saja bukan. " kata Tiara tidak senang, sudah cukup sulit baginya dahulu memalsukan hasil test yang pernah di lakukannya sebelum menikah.
Dion hanya terdiam, Dia merasa curiga dengan Tiara yang dengan tegas menolak untuk melakukan pemeriksaan ulang.
Dion merasa Tiara menyembunyikan sesuatu .
" Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya Dia sembunyikan." gumam Dion dalam hatinya.
" Baiklah jika Kau tidak mau. Tidak perlu mengeceknya lagi." kata Dion kembali membaringkan tubuhnya di ranjang.
Tiara tersenyum senang Dion membatalkan niatnya. Dia merasa Dion sudah mulai mencintainya karena sedikit demi sedikit Dion mulai menuruti kemauan Tiara.
.
.
.
Selesai membersihkan badan, Alex melangkah mendekati Agnes yang sedang menemani Ica belajar di temani oleh Mili salah satu pelayan yang sangat dekat dengan Ica. Terlihat senyuman tersungging dari bibirnya. Dia tidak menyangka dengan menikahi Agnes bisa membuatnya bahagia menjadi seorang Ayah secara langsung. Alex sangat menyayangi Ica sepenuh hatinya.
" Surprise" kata Alex sambil memperlihatkan lembaran Tiket Pesawat kepada Agnes dan Ica.
Agnes merasa senang dan juga bingung dengan kejutan Alex.
" Tiket pesawat, Kamu mau kemana Sayang?" Tanya Agnes .
" Bukan Aku, tapi Kita bertiga Akan liburan Honey." jawab Alex tersenyum sambil mengangkat Ica ke atas pangkuannya.
" Yey,,, kita akan Liburan Pa?" tanya Ica senang
" Iya Sayang. Kamu senang?" kata Alex pada Ica.
" Tentu, Ica sangat senang Papa." jawab Ica sambil memeluk Alex .
" Baiklah, jika begitu Ica setelah belajar Ica segera tidur . Kita akan berangkat besok Siang." kata Alex sambil mengusap ujung kepala Ica.
" Baik Papa." jawab Ica turun dari pangkuan Alex dan melanjutkan belajarnya bersama Mili.
Alex menggandeng tangan Agnes menuju gazebo di taman Villanya.
" Ya, tentu saja . Tapi kenapa tidak kamu bicarakan padaku dahulu Alex, agar Aku bisa bersiap siap." jawab Agnes mengerucutkan bibirnya.
" Jika Aku bicarakan padamu itu bukan kejutan namanya" kata Alex terkekeh .
Agnes pun hanya tersenyum , sungguh konyol pemikirannya. Apa yang di katakan Alex benar , jika memberitahunya lebih awal itu bukan sebuah kejutan.
" Honey, Aku mencintaimu." kata Alex sambil menciumi tengkuk dan bahu Agnes.
" Aku juga sangat mencintaimu Alex. Terimakasih Kau menerimaku apa adanya." jawab Agnes menggenggam erat tangan Alex yang melingkar di pinggangnya.
Alex tersenyum sambil memeluk erat Istrinya.
" Aku tidak mau kehilanganmu Agnes, berjanjilah Kau tidak akan meninggalkanku." ucap Alex lirih.
Agnes terkejut mendengar kata kata Alex, Dia memutar tubuhnya menghadap Suaminya.
" Bagaimana bisa Kau berkata begitu?" tanya Agnes heran.
" Aku, hanya takut jika Dion merebutmu lagi. Mau bagaimanapun Dia adalah Ayah Ica bukan. Aku bisa melihat jika Dia masih mencintaimu." kata Alex dengan wajah sedih sambil menatap Istrinya.
" Itu tidak akan terjadi. Percayalah, hanya Kamu laki laki yang Aku cintai ." kata Agnes meyakinkan.
" Ya, Kau juga harus percaya padakau . Wanita yang Aku cintai hanya kamu saja, tidak ada yang lain lagi." jawab Alex tersenyum lalu menyambar bibir Agnes.
Agnes membalas ciuman Suaminya dengan mesra di iringi desahan desahan manjanya, membuat Alex selalu menginginkan yang lebih dari sekedar bercumbu semata.
Malam begitu panjang bagi pasangan ini, berdua memadu kasih di malam yang larut memandang langit penuh dengan bintang bintang sebagai perhiasannya. Tidak ingin rasanya malam ini usai, ingin terus seperti ini dan selamanya seperti ini.
.
.
Perjalanan yang di lalui sangatlah panjang. Demi liburan bersama keluarga Alex meninggalkan pekerjaannya sejenak , tapi Dia tidak merasa khawatir karena ada Ronald dan Diandra yang mengendalikan bisnisnya selama Dia pergi berlibur.
Pesawat pertama sudah mendarat di Bandara Doha, merekapun turun dan kembali menunggu pesawat selanjutnya tujuan Amerika.
Teลlihat Ica yang tertidur di atas pangkuan Mili, Ica terlihat lelah begitupun Agnes.
" Perjalanan sangat lama, Kamu pasti lelah. Tidurlah sejenak , pesawat masih 35 menit lagi ." kata Alex meminta Agnes tidur di bahunya.
" Aku baik baik saja Sayang." kata Agnes sambil menggelendot Suaminya.
Alex tersenyum senang melihat Agnes yang begitu manja padanya.
Kemesraan mereka membuat iri setiap mata yang memandangnya.
Pasangan yang sangat serasi, Alex adalah Laki laki yang gagah dan tampan sedangkan Agnes wanita yang sangat cantik alami juga simple, tidak suka bergaya berlebihan juga ber make up berlebihan. Agnes selalu tampil apa adanya, Cantik wajahnya sudah alami meskipun tanpa polesan make up.
Setelah menikah dengan Alex, Agnes di beri kesempatan untuk meneruskan pendidikannya hingga kini Dia tidak lagi merasa minder saat berdiri di sisi Alex. Kecerdasan dan juga karirnya tidak di ragukan lagi, selama bersama Alex Agnes lah yang membantunya menyelesaikan masalah masalah pada perusahaan Alex.
Hanya saja ada satu hal yang sangat di sesalkan, mengapa saat Agnes dan Ica sudah cukup bahagia bersama Alex justru Dion dan keluarganya muncul di kehidupan mereka.
Agnes melirik ke arah Putrinya yang masih tertidur di pangkuan Mili.
" Mili, biar Aku gantikan jika Kau lelah." kata Agnes hendak menggantikan memangku Ica.
" Tidak Nyonya, Saya tidak lelah." jawab Mili sopan.
" Baiklah, minum dan makanlah cemilan ini." kata Agnes sambil menyodorkan makanan untuk Mili.
Agnes sangat bersyukur akan adanya Mili, selain mengasuh Ica Mili juga menjadi teman untuk Ica . Dia terlihat sangat dekat dengan Ica seperti Kakaknya sendiri.
Setelah lama menunggu , akhirnya pesawat mereka pun telah tiba. Mereka berempat bergegas naik dan menuju ruang VVIP. Dan pesawatpun lepas landas, terbang mengantarkan keluarga kecil itu ke Amerika Selatan untuk berlibur melepas penat.
( Selamat Membaca ๐๐ )