Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 29.



***


Agnes berjalan mendekati Calara dengan dua buah minuman di tangannya dan memberikan satu minumannya untuk Clara.


" Terimakasih Agnes." ucap Clara tersenyum pada Agnes.


" Sama sama Tante. " jawab Agnes membalas senyuman Clara.


Clara tersenyum melihat Alex yang sedang bermain main dengan Putrinya di dalam air, sesekali terdengar suara tawa mereka yang bersahut sahutan membuat dadanya terasa nyeri.


" Tante apakah Anda baik baik saja?" tanya Agnes khawatir melihat Clara dengan raut wajah yang sedih.


" Emh, ya Aku baik baik saja Agnes, Kau tidak perlu cemas. Aku hanya senang melihat Alex dan Putrinya bermain main seperti itu, mereka terlihat sangat bahagia." jawab Clara dengan senyuman sendu di wajahnya.


" Ya mereka sangat bahagia, terutama Putriku Ica. Dia sangat bahagia bisa mempunyai seorang Ayah seperti Alex." ucap Agnes tersenyum pada Clara.


Clara membalas senyuman Agnes sambil meminum minuman yang di berikan Agnes tadi.


" Mama " panggil Ica kepada Agnes sambil melambaikan tangannya meminta Agnes mendekat.


" Pergilah Agnes, temani gadis kecilmu bermain. Aku juga akan membawa Ibuku beristirahat." kata Clara pada Agnes.


" Baiklah, sampai bertemu kembali Tante." ucap Agnes tersenyum lalu pergi menghampiri Ica dan Alex yang sedang asik bermain air.


Clara hanya tersenyum melihatnya lalu bangkit dari duduknya melangkah menghampiri Nenek White yang sedang berbincang dengan Yohans.


" Ma, mari kita kembali. Sudah saatnya Mama beristirahat." kata Clara pada Ibunya.


" Baiklah." kata Nenek White pada Clara.


" Yohans, Aku akan kembali ke kamarku dahulu." ucap Nenek White berpamitan pada Yohans.


" Baiklah. Selamat beristirahat Nyonya." ucap Yohans tersenyum.


Yohans menatap kepergian Nenek White yang di dampingi anaknya Clara.


.


.


Agnes menepi dari kolam dan naik ke permukaan sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


" Sayang, Aku ke Kamar sebentar ya. Ponsel Ku tertinggal." pamit Agnes pada Alex.


" Baiklah." jawab Alex tersenyum menatap langkah Agnes yang semakin menjauh darinya.


Agnes melangkah dengan cepat menuju kamarnya dengan sebuah handuk kecil di bahunya. Rambut panjangnya yang basah terurai membuat tetesan tetesan air di ujung rambutnya.


Saat hendak membuka pintu kamarnya tiba tiba mulutnya di bungkam seseorang, Agnes meronta sebisanya , tetapi entah mengapa pandangannya mnjadi gelap gulita dan tubuhnya menjadi lemas tak berdaya . Agnes tidak dapat membuka matanya saat itu, hanya saja Dia tetap mendengar percakapan orang yang membungkamnya itu. Ages merasakan tubuhnya di hempaskan di sebuah ruangan yang sangat pengab, terdengar suara suara mesin yang cukup bising di ruangan tersebut.


.


.


Alex melangkahkan kakinya menuju kamar , Dia merasa khawatir karena Agnes tidak kunjung kembali .


Dia membuka pintu kamarnya dan di temukannya ponsel Agnes masih tergeletak di meja .


" Ini ponsel Agnes masih di sini, lalu di manakah Dia pergi sekarang?" Tanya Alex dalam hati. Lalu Alex bergegas mencari Agnes di setiap sudut ruangan.


" Agnes." panggil Alex dengan suara lantang. Sekian lama Alex mencari Agnes tak kunjung di jumpainya. Dia sangat cemas dan belari kembali menghampiri Ayahnya dan yang lainnya .


" Pa." panggil Alex pada Ayahnya yang sedang bersama Ica sambil mengkodekan mata untuk berbicara di lain tempat. Lalu Yohans melangkah menghampiri Alex.


" Ada apa Alex, Kau terlihat cemas?" tanya Yohans pada Anaknya.


" Pa, Agnes menghilang." jawab Alex dengan wajah cemas.


" Cepat hubungi bagian keamanan untuk segera mencarinya!" ucap Yohans pada Alex.


Saat itu semua orang sedang sibuk mencari kemana perginya Agnes, smua CCTV sudah di matikan saat hilangnya Agnes membuat kesulitan mencari keberadaanya.


.


.


" Aku dimana? Ssshhh... sakit sekali badanku ." ucap Agnes perlahan menahan sakit di tubuhnya.


Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang makin lama makin mendekat dengan dirinya.


Ceklek.


Klik.


Cahaya lampu yang begitu terang menyilaukan mata Agnes yang beberapa hari ini berada dalam kegelapan. Ages menutup matanya dengan tangannya mengurangi efek silau itu.


Perlahan Agnes membuka tangannya, terlihat seorang wanita cantik dengan longdres tanpa lengan berdiri di hadapannya. Dia terlihat sexy dengan belahan dadanya yang terlihat seperti huruf V itu sangat menonjol.


" Wow, Cantik juga perempuan ini." kata wanita itu sambil menatap wajah Agnes .


" Siapa Kamu?" tanya Agnes pada Wanita itu.


" Kamu tidak perlu tahu siapa Aku, yang pasti Kamu pasti menghasilkan uang yang cukup banyak untukku gadis manis." jawab wanita itu tersenyum sinis kepada Agnes.


" Cepat bawa Dia ke mobil." Perintah wanita itu kepada dua bodyguardnya.


" Tidak ! Tolong lepaskan Aku. Aku tidak kenal siapa kalian." Teriak Agnes meronta ronta saat kedua Bodyguard itu menghampirinya.


Kedua Bodyguard itu menutup mulut Agnes dengan lakban, membuatnya kesulitan bernafas.


Saat itu Agnes hanya bisa menangis, Dia tak tahu apa yang harus di lakukannya.


Karena lamanya perjalanan dan Agnes terus di ikat tubuh nya menjadi kebas dan entah apa yang terjadi selama dalam perjalanan Agnes tidak mengetahuinya. Agnes kehilangan kesadaran karena kondisi fisiknya yang lemah.


.


.


Di sisi lain Alex sudah mengarahkan pihak berwajib dalam pencarian Agnes.


Belum ada titik terang dalam penyelidikan mereka, karena semua CCTV kapal terblokir di saat hilangnya Agnes. Kemungkinan Penculiknya adalah orang dalam yang mengetahui seluk beluk dan kondisi lokasi saat itu.


Ica mendekati Alex yang terlihat sedih berdiri di dekat jendela kamarnya tempat Dia menginap.


Alex tidak bisa membayangkan kemana para penculik itu membawa Agnes, karena saat itu posisi kapal berada di tengah tengah Samudra yang luas.


" Papa." Panggil Ica kepada Alex.


" Ada apa Ica. Apakah Ica sudah makan?" tanya Alex membelai kepala Ica.


" Sudah . Papa makan ya, Papa dari kemarin tidak makan nanti Papa bisa sakit." jawab Ica sedih mlihat Alex yang selalu murung semenjak Agnes menghilang.


" Iya sayang, Papa belum begitu lapar. Jika lapar Papa pasti makan. Ica tidur lah, hari sudah larut. Besok kita segera kembali ke rumah ya." ucap Alex penuh kasih sayang kepada Putrinya itu.


Ica memeluk Alex dengan air mata yang membasahi pipinya. Dia sangat sedih Ibunya hilang entah kemana.


" Tenang sayang, Papa pasti akan menemukan Mama secepatnya." ucap Alex menahan air matanya sambil memeluk Ica. Dia tidak mau Ica makin sedih melihatnya menangis .


Ica menganggukan kepalanya , lalu melangkah pergi menuju kamarnya.


" Agnes, Kamu dimana sayang. mengapa hingga saat ini belum ada petunjuk tentangmu." gumam Alex dalam hatinya. Tak terasa air matanya mengalir deras membasahi wajahnya yang rupawan. Seorang Alex yang tidak pernah menangis dalam hal apapun, kini luluh karena Istri yang sangat di cintainya menghilang entah kemana.


.


.


Selamat Membaca. 😉🙏.


NB :


Hallo Kakak semua, sebenernya Author pengen banget lanjutin kisah ini dri kemarin kemarin. Tapi Author bingung juga dengan sistem kontrak nya. Agak ribet juga. Semoga Kontrak dr pihak mangatoon lebih jelas lagi ya kak, biar Author semangat terus💪. Makasih atas dukungan² Kakak² semua di sini. Salam sayang dr Author 🙏