
Hallo Dear....
Terimakasih untuk kalian yang masih setia dengan " Handsome Bos ". Maafkan Author yang sangat sangat lama hiatus di kerenakan sesuatu hal.
Mulai saat ini Handsome Bos akan mulai update lagi yaaa...
Mohon dukungannya semuanya 😊🙏🙏
.
.
.
**EPISODE 64.
Sambil mengusap usap perutnya yg mulai membesar Tiara melangkah menuju ke kamarnya. Matanya melirik ke arah ruang makan di mana Dania yang dengan senang hati memanjakan lidah Ica dengan beragam masakannya. Keduanya terlihat bahagia, terutama Dania. Aura kebahagiaannya sangat terpancar di wajahnya.
Melihat pemandangan itu Tiara hanya melengos lalu hendak melanjutkan langkahnya.
" Tiara". Panggil Dania saat melihat Tiara.
" Ya Ma..." jawab Tiara menghentikan langkahnya.
" Kemarilah, kita makan sama sama," ajak Dania dengan senyuman di wajahnya.
" Iya Mama Tiara, yuk kita makan sama sama" ajak Ica dengan senyuman polosnya.
Tiara hanya melirik ke arah Ica tanpa mengindahkan ajakannya.
" Ah,,, terimakasih Ma. Tiara sudah makan tadi, jadi masih kenyang," jawab Tiara dengan senyuman tipis di bibirnya.
Tanpa banyak bicara Tiara lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar. Dia merasa tidak nyaman dengan adanya Ica di rumah itu.
Dania dan Ica saling berpandangan melihat sikap Tiara yang ketus.
" Mama Tiara kenapa Oma...? tanya Ica merasa sedih. Nampak jelas pandangan Tiara padanya mengatakan jika Tiara tidak menyukainya.
" Ah... tidak apa apa Ica, mama Tiara tadi kan sudah makan, jadi mungkin memang sudah kenyang... iya kan," jawab Dania dengan wajah ceria menghibur Ica.
.
.
Entah cemburu atau apa, Tiara sendiripun tidak mengerti dengan perasaannya itu. Dengan air mata yg terus saja berlinang Tiara duduk sendiri di tepi ranjangnya**.
" Ada sebenarnya aku ini, mengapa dada ini sangat sakit saat melihat Suami dan Mertuaku memanjakan Ica". kata Tiara dalam hati.
" Mungkinkah mereka akan melakukan hal yang sama kepadamu nantinya sayang?" ucap Tiara sambil mengusap usap perutnya yang saat itu merasakan gerakan bayinya yang mulai aktif.
Ceklek....
Terdengar suara pintu kamar Tiara terbuka. Tiara menoleh ke arah pintu untuk memastikan siapa yang datang.
Telihat Dion masuk ke kamar lalu menutup kembali pintu itu lalu melangkah menghampiri Tiara.
" Kamu kenapa Tiara?" tanya Dion yang duduk di samping Tiara.
" Entahlah... Aku hanya merasa tidak enak badan saja, Dion." jawab Tiara.
" Apakah mau aku antar ke Rumah Sakit?" ucap Dion yg terlihat sdikit cemas dengan Tiara.
" Tidak perlu, Dion." jawab Tiara cepat sambil bangkit dari duduknya.
Belum sempat Tiara melangkahkan kakinya, dengan cepat Dion menahan Tiara. Di genggamnya erat erat jari jemari istrinya itu.
" Ada apa?" tanya Tiara.
" Tiara, maafkan aku jika kata kataku tadi telah menyakiti hatimu," ucap Dion menengadahkan wajahnya menatap Tiara.
" Tidak, Dion. Kamu tidak salah, tidak seharusnya aku bersikap seperti itu tadi. Seharusnya, aku yang meminta maaf padamu," jawab Tiara pelan. Dia sadar sikapnya itu memang tidak seharusnya di tunjukan ke Ica. Mengingat Agnes, ibu dari Ica sudah sangat berjasa menolongnya.
Dion terkejut dengan jawaban Tiara. Dion mengira Tiara akan mengakaknya kembali beradu argumen dengannya. Mengingat sikapnya tadi seperti tidak menyukai Ica. Tapi siapa sangka, jawaban Tiara justru sangat dewasa dan membuat Dion bersimpati kepadanya.
" Terimakasih Tiara..." ujar Dion sambil berdiri lalu memeluk Tiara.
Tiara hanya mengangguk sambil membalas pelukan suaminya. Tiara yakin, Agnes hanyalah masa lalu Dion saja. Dia tidak mungkin akan mengambil Dion dari sisinya, apalagi sudah ada Alex yang mendampinginya. Tiara merasa, dia terlalu berfikir berlebihan. Tiara hanya takut kehilangan Dion.