
***
Alex terdiam duduk di kursi kerjanya, berulang kali membolak balikan berkas di tangannya tetapi tidak ada satupun yang masuk di kepalanya. Belum ada kabar tentang Agnes membuatnya tidak dapat fokus pada pekerjaannya.
Saat di dalam kekalutan fikirannya, terlihat sebuah notifikasi email dari alamat yang tidak di kenalnya.
" Email apa ini," gumam Alex dalam hatinya sambil membuka isi Email tersebut.
Alex mengerutkan keningnya saat membaca Email itu, " Jordan, sekian lama Dia tidak muncul di hadapanku, ada apa Dia tiba tiba ingin menemuiku," gumam Alex merasa heran.
Alex menyandarkan kepalanya, dengan Jordan menghubunginya membuat Dia mengingat masa lalu yang sudah sangat dalam Ia pendam selama ini.
" Apa lagi yang di inginkannya," gumam Alex dalam hati.
Tok tok tok...," Permisi Tuan, ada seseorang mencari Anda," ucap Lisa sekretaris Alex membuyarkan lamunannya.
" Siapa," tanya Alex.
" Dia tidak memberi tahu identitasnya, tetapi Dia bilang mempunyai informasi mengenai Nyonya Agnes," ujar Lisa.
Alex terperanjat, " Suruh Dia masuk!"
" Baik Tuan," ujar Lisa.
Setelah beberapa saat Lisa membawa laki laki itu untuk menemui Alex lalu keluar dari ruangan Alex.
Alex menatap laki laki yang berdiri di hadapannya, laki laki itu memakai jacket hodie dengan topi juga masker yang menutupi wajahnya.
Alex bangkit dari duduknya menghampiri laki laki itu.
" Siapa Kau sebenarnya?" Tanya Alex.
" Siapa Aku itu tidak penting, yang terpenting adalah Aku tahu dimana Istrimu," jawab laki laki itu sambil membuka masker juga topi di kepalanya dan tanpa di minta duduk di sofa ruangan Alex.
Alex mencengkram lengan laki laki yang tidak di kenalinya itu, " Dimana Istriku, katakan."
Yarry melirik ke arah lengannya, " Beginikah caramu memperlakukan orang yang akan membantumu." Ucap Yarry.
Alex tersentak lalu melepaskan tangannya perlahan.
" Maaf, Aku hanya khawatir dengan Istriku," ujar Alex duduk di sebelah Yarry, " Sekarang katakan, di mana Istriku sebenarnya?"
" Dia berada di tempat yang aman, apakah Jordan menghubungimu?" Tanya Yarry.
" Ya, dari mana Kau tahu."
" Jordan yang menyelamatkan Istrimu dari kecelakaan maut itu," ujar Yarry.
" Apa, jadi saat ini Agnes bersama Jordan?" Tanya Alex cemas.
" Ya, kau benar," jawab Yarry sambil menyalakan rokoknya.
Alex mengusap wajahnya, Dia merasa frustasi mendengar Agnes berada di tangan Jordan.
" Aku harus segera menyelamatkannya," ujar Alex bangkit dari duduknya.
Belum sempat Alex melangkahkan kakinya, Yarry dengan cepat menaha tangan Alex.
" Tunggu, Kau jangan gegabah," ucap Yarry menarik tangan Alex.
" Kenapa?" Tanya Alex.
" Jordan bukanlah orang yang berhati lembut, jika Kau gegabah bisa saja Istrimu terluka." Ujar Yarry.
" Siapa Kau, mengapa Kau begitu peduli dengan keselamatan Istriku." Cetus Alex.
" Aku tidak perduli dengan Istrimu, Aku hanya peduli pada adiku Jordan, Aku tidak ingin Dia menjadi orang yang penuh dendam karena kematian Jane," Jawab Yarry melirik ke arah Alex yang berdiri di hadapannya.
" Untuk apa Dia dendam padaku, Aku tidak melakukan apapun pada Jane," Ucap Alex merasa heran.
" Aku tahu kau tidak malakukan apapun pada Jane, tetapi baginya kau sudah membunuhnya," ujar Yarry pada Alex.
Alex hanya tertegun mendengar jawaban Yarry, Dia masih bingung di mana letak kesalahannya pada Jordan.
Jane memang selalu mengejarnya saat itu, hingga Jordan mendatanginya untuk bersedia menikahi Jane, tetapi saat Jane mengetahui Alex akan menikahi Siena Jane sempat memberinya ucapan selamat untuknya.
" Kematian Jane tidak ada hubungannya denganku," kata Alex pada Yarry.
Alex mencoba mempercayai Yarry saat itu, Diapun menyetujui pertemuannya dengan Jordan lusa. Alex tidak tahu mengapa Yarry ingin membantunya, sedangkan Dia sendiri tidak begitu mengenal laki laki itu, bahkan ini adalah pertama kalinya Dia bertemu dengan Yarry, tetapi dari tatapan mata Yarry Dia tahu jika Yarry tulus ingin membantunya.
Meskipun belum dapat bertemu langsung dengan Agnes, setidaknya mengetahu saat ini Agnes dalam keadaan baik baik saja itu sudah membuat Alex sedikit lega.
Setelah memberi tahu keadaan Agnes pada Alex, akhirnya Yarry berpamitan kepada Alex, Dia harus segera kembali sebelum ada yang mencurigainya, Dia yakin Jordan pasti mengutus anak buahnya untuk memata matai gerak gerik Alex.
" Tolong berikan ini pada Agnes sebagai bukti bahwa kau sudah bertemu denganku," pinta Alex pada Yarry sambil memberikan cincin pernikahan Agnes yang Ia temuka di lokasi kecelakaan saat itu.
Yarry menatap benda itu sejenak, " Baiklah."
Yarry melangkah keluar dari ruangan Alex dengan terburu buru, saat hendak melangkah keluar lift tiba tiba ada seseorang yang dengan tidak sengaja menabraknya, sehingga membuat barang barang wanita itu jatuh berceceran di lantai. Spontan Yarry membantu seseorang yang menabraknya itu.
" Maaf Tuan saya tidak sengaja, apakah Anda baik baik saja," ucap wanita itu sambil memunguti satu persatu berkas dan barangnya yang terjatuh.
" Saya baik baik saja, silahkan ini milik Anda," ujar Yarry memberikan sebagian berkas milik wanita tersebut.
" Terimakasih," ucap Clara tersenyum menerima bantuan Yarry.
Yarry sangat terkejut saat melihat wanita yang berdiri di hadapanannya itu. Wanita itu tidak lain adalah Clara, wanita yang sangat di cintai dan juga wanita sudah di sakitinya dahulu.
" Clara," gumam Yarry dalama hati.
Clara merasa heran, tatapan Yarry padanya begitu tajam dan Dia merasa tidak asing dengan tatapan itu.
" Tuan, ada apa?" Tanya Clara bingung.
" Ah, tidak apa apa, jika begitu saya pergi dulu." Jawab Yarry gugub lalu melangkah pergi dari hadapan Clara.
Clara memandang kepergian Yarry, " Punggung itu, mata itu, kenapa begitu sama dengannya," gumam Clara dalam hatinya.
Seperti apapun di masa lalu Yarry menyakiti dan mencampakannya, tidak bisa di pungkiri hingga saat ini Clara masih sangat mencintainya, bahkan Dia masih berharap bisa bertemu dengan Yarry.
Setelah Yarry meninggalkannya saat itu, tidak ada satupun laki laki yang bisa menggantikan Yarry di hatinya. Bagi Clara Yarry adalah cinta pertama dan terakhirnya.
" Ah ... sudahlah, mana mungkin itu Dia." Gumam Clara lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Alex.
Saat mengetahui Agnes adalah putrinyq, Clara menjadi lebih sering mengunjungi Alex. Dia hanya berusaha menghibur Alex agar Alex tidak terpuruk dan tidak menyerah meskipun hingga saat ini Agnes belum dapat ditemukan.
.
.
Yarry memasuki mobil lalu melajukannya dengan perlahan.
Meskipun hanya sebentar Yarry merasa sangat senang bisa melihat Clara setelah sekian lama tidak pernah melihatnya lagi sejak kejadian itu. Tetapi di balik rasa senangnya tersimpan rasa kekecewaan dan kegundahan yang sangat mendalam.
" Jika Dia mengenaliku tadi, apa yang harus aku katakan jika Dia menanyakan tentang keberadaan putrinya, sedangkan Aku sendiripun tidak tahu dimana bayinya hanyut saat itu," gumam Yarry dengan raut wajah yamg sedih. Dia merasa ada baiknya Clara tidak mengenalinya, karena jika mereka bertemu saat ini, Yarry yakin Clara tidak akan memaafkan atas perbuatan dan juga hilangnya anak mereka.
Yarry memarkirkan mobilnya di halaman Mansion Jordan, Dia berencana menemui Agnes setelah sampai di Mansion, tetapi saat Dia memasuki kamar, Agnes tidak dapat di temukan di kamar tersebut.
" Maria, di mana Agnes?" Tanya Yarry menghampiri Maria.
" Oh..., nona Agnes sedang di taman bersama Tuan muda Justin, Tuan," jawab Maria.
Mendengar jawaban Maria, Yarry lalu melangkah menuju taman mencari keberadaan Agnes dan Justin.
Yarry menyusuri taman bunga yang luas itu, dari kejauhan di lihatnya Justin yang sedang menemani Agnes duduk di kursi taman yang luas itu.
Yarry merasa heran, mengapa Justin yang biasanya dingin dan acuh tak acuh menjadi begitu hangat kepada Agnes.
Yarry menghampiri Agnes dan Justin, " Apakah Aku mengganggu kalian," sapa Yarry pada Agnes dan Justin.
" Tidak Paman, Dia terlihat sangat bosan, jadi Aku hanya mengajaknya keluar sebentar," jawab Justin.
" Justin, Aku ingin berbicara dengannya sebentar." Ujar Yarry.
" Tapi, Paman."
" Kamu tenang saja, Dia akan baik saja denganku," ucap Yarry meyakinkan Justin.
" Baiklah jika begitu, setelah selesai Paman bisa membawanya kembali ke kamar, Aku juga ada urusan di kantor," kata Justin pada Yarry lalu melangkah menjauh dari Agnes dan Yarry.
Justin tahu Pamannya sangat berbeda dengan Ayahnya, Yarry sebenarnya adalah orang yang baik, tetapi karena suatu hal Dia mau tidak mau harus melangkah di Dunia Mafia bersama Ayahnya. Dalam berbisnis sangat jarang di temukan sebuah bisnis yang bersih, dalam Dunia Bisnis mereka selalu menggunakan cara Mafia untuk mengalahkan lawan bisnis mereka, itulah yang membuat Yarry dan Jordan kehilangan orang orang yang di sayanginya.
Dragon Gold tiba tiba menyerang mereka dengan brutalnya dan menghancurkan orang orang terdekat mereka. Dan itu mereka lakukan bukan karena dendam tetapi karena persaingan dalam Dunia berbisnis.