Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 22.



***


Agnes telihat sangat lelah, Alex mendekati Istrinya yang berbaring di ranjang.


" Honey, Aku bersalah padamu. Tidak seharusnya Aku seperti itu." kata Alex sambil memeluk Agnes dari belakang.


" Tidak. Aku tahu Kau hanya salah faham saja" jawab Agnes membalikan badannya menghadap suaminya.


" Terimakasih Agnes , Aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan melakukannya lagi, Aku janji." kata Alex tersenyum sambil membelai wajah Istrinya.


" Ya, Aku juga mencintaimu Suamiku." jawab Agnes sambil merangkulkan tangannya di leher Alex.


Alex tersenyum dan mengecup kening Agnes dengan lembut. Di peluknya dengan hangat Istri tercintanya itu.


Agnes menyusupkan tangannya di balik Tshirt putih Alex dan mengusap usap punggung Alex yang terasa hangat di tangannya.


" Kau menggodaku Honey." bisik Alex lembut di telinga Agnes.


Agnes hanya tersenyum dan mencium leher Alex, dan sesekali menjilatnya dengan lembut membuat Alex kegelian dan suhu tubuhnya meningkat.


Alex melepas Tshirtnya dan **** Istrinya.


Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Agnes dengan lembut, keduanya saling berpanggutan berbagi kehangatan.


Malam yang sangat panjang ini di lewati pasangan ini dengan penuh kehangatan, entah berapa kali Alex memainkannya, hanya desahan desahan Agnes yang menggema di ruangan itu yang membuat Alex menginginkannya lagi lagi dan lagi.


.


.


.


Ica baru saja selesai kelas, sambil duduk dan nyemil biskuit buatan Ibunya.


Dari kejauhan ada sosok laki laki yang terus menatapnya dan perlahan mendekatinya.


" Ica" panggil laki laki itu.


Ica mendongakan wajahnya menatap seseorang yang memanggilnya itu. wajah Ica terlihat pucat saat melihat laki laki di hadapannya itu.


" Ica, Ica lupa kah pada Papa?" tanya Dion berlutut di hadapan putrinya itu.


Ica hanya terdiam sambil memandang Dion.


" Ica , Papa rindu sekali pada Ica. Papa minta maaf sudah pergi meninggalkan Ica dan Mama. Ica mau maaf kan Papa ?" kata Dion sambil memegang tangan Ica lembut.


Ica menarik tangannya sambil menggelengkan kepalanya.


Mobil yang menjemput Ica sudah tiba Ica pun menghampiri mobil itu , meninggalkan Dion tanpa sepatah kata pun. Dia bingung harus berkata apa, karna tidak pernah bertemu itu membuat Ica merasa asing terhadap Ayahnya sendiri.


Dion menata kepergian Ica dengan sedih, ingin sekali Dia memeluk anaknya itu.


Semuanya sudah terlambat, hanya penyesalan yang mendalam yang Ia rasakan saat ini. Wanita pilihan Ibunya tidak membuatnya bahagia , justru membuatnya sengsara .


.


.


Dion melangkah perlahan menuju Resepsionis Group Wilson.


" Permisi, apa saya bisa bertemu dengan Tuan Alex?" tanya Dion pada Resepsionis itu.


" Maaf, apakah Anda sudah membuat janji ?" tanya resepsionis itu.


" Ehm, belum." jawab Dion singkat.


" Maaf Tuan, isi data Anda dan buat janji untuk pertemuan besok. Karena Tuan Alex tidak dapat di temui secara mendadak Tuan." kata Resepsionis itu ramah.


Setelah selesai Dion pun menyerahkan lembaran itu pada Resepsionis dan melangkah keluar dari perusahaan Alex.


Di luar di lihatnya Alex dan Agnes yang hendak masuk ke dalam mobil. Dion segera berlari menghampiri mereka sebelum mereka pergi.


" Agnes." panggil Dion dari kejauhan.


Mendengar ada yang memanggil namanya Agnespun menoleh ke arah si pemanggil lalu menata Alex dengan canggung. Alex hanya tersenyum dan melangkah mendekati Agnes.


" Agnes , tunggu! Ada yang mau Aku bicarakan ." kata Dion dengan nafas tersengal sengal.


" Mari kita bicara di luar. Kamu datang saja ke Cafe Royal , kami hendak kesana." kata Alex menjawab Dion .


" Baiklah." kata Dion sambil melangkah menuju mobilnya.


Alex dan Agnes sampai lebih dahulu , mereka memesan beberapa minuman dan cemilan untuk mereka berdua dan juga Dion.


Dari kejauhan Dion melihat Alex dan Agnes sudah menunggunya. Dia pun segera menghampiri mereka dan menyalaminya.


" Terimakasih Tuan Alex, Anda sudah memberi waktu untuk bertemu." kata Dion sambil melirik Agnes yang kini terlihat makin cantik dan berkarisma.


" Tidak Masalah, silhakan apa yang akan Kamu bicarakan." jawab Alex datar.


" Sebelumnya maaf, Aku ingin bicara berdua dengan Agnes?" tanya Dion pada Alex.


Alex mengernyitkan keningnya merasa heran dengan pertanyaan Dion, dan tersenyum sinis.


" Tidak bisa, Aku Suaminya. Tidak ada lagi rahasia antara Kami. Bicaralah apa yang ingin Kau bicarakan!" kata Alex sambil menyeruput Kopinya.


" Benar, lagi pula Aku tidak mau hanya berdua denganmu. Aku sudah menikah, itu tidak baik jika hanya Kau dan Aku saja " ucap Agnes menyetujui keputusan Alex.


" Baiklah. Begini Agnes, Aku ingin Ica bersamaku, Aku merasa bersalah sudah mencampakan kalian, Aku ingin Ica bisa lebih dekat lagi denganku." kata Dion .


" Tidak bisa! Kamu keterlaluan Dion, sekian lama kamu meninggalkannya dan kini tiba tiba Kau mau membawanya!" ucap Agnes kesal , tidak terima dengan permintaan Dion yang membuat dadanya terasa nyeri.


Agnes banting tulang, menahan malu di cemooh orang orang selama ini bersama Ica, dengan sesuka hatinya Dion bermaksud mengambil Ica dari sisinya membuat sakit hati Agnes.


Alex mennggenggam tangan Agnes mencoba menenangkannya.


" Bagaimana bisa Kamu meminta hal seperti ini? Apa Kamu tidak tahu bagaimana Agnes susah payah membesarkan Ica sendirian. Kemana saja kamu saat itu." Kata Alex tidak senang .


" Aku ada alasan tersendiri Tuan untuk hal itu. Mau bagaimanapun Aku adalah Ayah kandung Ica bukan. Kenapa tidak bisa Ica bersamaku?" jawab Dion menatat Alex dan Agnes.


" Meskipun Kau adalah Ayah biologis Ica. Tapi Aku adalah Ayahnya yang tercatat di Sipil." kata Alex tegas pada Dion.


Dion menundukan wajahnya , sejenak Dia berfikir jika Dirinya memang keterlaluan jika meminta Ica dari Agnes. Tidak mungkin Agnes mengizinkannya karna Agnes sudah membesarkan Ica sendirian denga kasih sayang dan tenaganya.


" Baiklah, Maafakan Aku jika Aku sudah keterlaluan. Aku hanya rindu padanya, Aku sedih Ica tidak menganggapku sama sekali." ucap Dion sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Alex melirik ke arah Agnes yang masih terlihat kesal dengan Dion.


" Honey, bagaimanapun Dion adalah Ayah biologis Ica. Kita juga bisa saja mengijinkannya bertemu dengan Ica bukan?" tanya Alex pada Istrinya.


" Apa ? Aku belum bisa percaya dengan Dia Alex. Bisa saja Keluarganya menyakiti Ica, Sejak dahulu mereka tidak menginginkan Ica, Aku tidak mau Ica terluka." jawab Agnes menatap Alex.


" Kau dengar itu Dion. Sebelum Kau berniat menemui Ica, selesaikan dahulu keluargamu. Aku pun sama seperti Agnes, tidak mau jika Ica terluka hati dan raganya, setelah Kau bisa mengatasi keluargamu , temui Aku kembali . Fikirkan itu baik baik. " ucap Alex sambil bangkin dan menggandeng Agnes pergi dari Cafe.


Dion menatap kepergian Alex dan Agnes, semakin lama mereka makin mrnjauh dan menghilang dari pandangan Dion.


Dion kembali mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" Mungkinkah mereka semua mau menerima Ica. Aku sangat merindukan Anaku. Tapi Ica adalah Anak kandungku itu kenyataannya, mereka harus bisa menerima Ica. Setidaknya Aku bisa sering menemuinya dan memberikan sedikit kasih sayangku untuk Anakku." gumam Dion dalam hati


( Selamat Membaca 😊🙏 )