Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 44.



***


Alex melangkah memasuki rumahnya, dengan tangan kirinya Dia mengendurkan dasinya. Pekerjaan yang di perusahaannya sangat banyak dan Dia merasa tidak nyaman dengan sekretaris Kazuo yang mengaku sebagai Siena. Bertahun tahun Dia memendam nama itu dari ingatan dan hidupnya, mengapa saat ini tiba tiba muncul sebagai sekretaris rekan bisnisnya.


Siena memang memiliki Saudara kembar, tetapi Alex tidak begitu dekat dengan Siela, mereka memang terlihat saat mirip, hanya saja saat itu rambut Siena panjang sedangkan Siela lebih pendek, Alex yakin saat itu yang tertembak bukanlah Siela tetapi benar benar Siena.


" Haiss, entahlah," gumam Alex dalam hati sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


Setelah beberapa lama bersandar di sofa baru Alex sadari jika sejak Ia pulang tadi Agnes tidak nampak menyambutnya. Hanya seorang pelayan yang menghampirinya dengan secangkir kopi untuknya.


Alex membuka kamarnya tidak ada tanda tanda Agnez berada di sana, lalu Dia melangkah menuju kamar Ica, telihat Ica sedang tidur dengan Mili yang sedang merapikan barang barang Ica.


" Mili, kemana Agnes?" tanya Alex.


" Nyonya belum pulang Tuan," jawab Mili yang memang belum melihat Agnes kembali kerumah.


Alex segera mengambik ponselnya untuk menggubungi Agnes, tetapi panggilannya selalu di abaikan.


Alex segera menghubungi Diandra, tetapi Diandra berkata Agnea sudah pergi sejak sore tadi.


Alex dengan cepat menuju mobilnya hendak mencari Agnes, Dia sangat khawatir dengan Istrinya itu.


Alex melajukan mobilnya dengan pelan berharap bisa melihat Agnes.


" Kamu kemana Honey, kenapa kamu tiba tiba menghilang lagi," gumam Alex sedih.


.


.


Agnes melangkah menyusuri sebuah taman, berjalan dengan perasaan yang campur aduk. Dia sangat bingung dengan keadaannya saat ini, selalu saja ada yang mengganggu ketenangannya saat semuanya baik baik saja.


Agnes membuka ponselnya, terlihat beberapa panggilan dari Alex yang dia abaikan sedari tadi, Dia yakin Alex pasti khawatir kepadanya lalu mengirim sebuah chat agar Alex tidak mengkhawatirkannya, tetapi perasaannya saat ini sedang merasakan sakit yang sangat setelah sebuah chat dari seseorang yang meperlihatkan Suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain di kantornya.


Agnes hanya menatap ponsel yang terus berdering dengan air mata yang menetes membasahi pipinya.


Dia ingin sekali berkata jika Alex tidak mungkin melakukan itu, tetapi di foto itu jelas jelas berbeda dengan apa yang di fikirkannya.


Setelah dirinya merasa lebih tenang, Agnes segera memanggil taxi untuk mengantarnya kembali kerumah. Agnes melangkah menuju dalam rumahnya, terlihat Alex yang masih duduk di sofa menunggunya.


" Honey, dari mana saja kamu, Aku sangat khawatir," ucap Alex ketika melihat Agnes kembali.


Agnes hanya diam dan meneruskan langkahnya menuju kamar tanpa memperdulikan pertanyaan Alex, wajahnya terlihat sembab dan matanya bengkak karena telalu lama menangis. Mungkin saat ini egois baginya jika mendiamkan Alex, tetapi saat ini Agnes hanya ingin menenangkan dirinya.


Alex mengikuti Agnes masuk ke kamarnya, di tariknya lengan Agnes mendekat kepadanya.


" Agnes kamu kenapa?" tanya Alex merasa bingung dengan sikap Istrinya.


" Lepaskan Aku Alex, biarkan Aku sendiri dulu," ucap Agnes dengan pelan.


Agnes mengambil sebuah amplop dari tasnya, lalu memberikannya kepada Alex, lalu mengirim sebuah foto dan video ke ponsel Alex.


" Lihat saja sendiri, Aku ingin mandi dan istirahat Alex, tolong mengerti," ucap Agnes dengan air mata yang tiba tiba mengalir begitu saja di wajahnya.


Alex terdiam melihat sikap Agnes yang seperti itu lalu melepaskan genggamannya membiarkan Agnes melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Alex duduk di tepi ranjang sambil membuka amplop yang Agnes berikan, Dia terkejut karena di dalam amplop tersebut ada foto fotonya bersama Siena dulu. Foto foto saat Alex masih berada di Amerika dan belum mengenal Agnes. Dia juga membuka ponselnya dan melihat sebuah video yang memperlihatkan dirinya dan wanita yang mengaku Siena itu seolah olah sedang berbuat mesum.


" Ck, pantas saja Agnes sangat sedih, bagaimana tidak sedih, apa yang di lihatnya benar benar menyakitkan baginya," gumam Alex.


Alex merasa heran, bagaimana foto foto ini bisa berada di tangan Agnes, karena seingat Alex Dia sudah membuangnya sebelum Dia berangkat ke Indonesia dulu.


Alex melangkah menuju pintu kamar mandi, Dia duduk bersandar dan berbicara dari balik pintu, karena Dia tidak ingin Agnes tidak nyaman melihatnya.


" Agnes, Aku tahu kamu sangat kecewa, tapi Aku sungguh tidak melakukan apapun dengan wanita itu. Mengenai foto itu, itu memang benar Siena kekasihku dulu, tapi perlu kamu tahu, Dia sudah tiada dan Aku menyaksikannya sendiri. Aku tidak tahu siapa wanita yang mengaku sebagai Siena itu. Aku tidak memaksa kamu untuk percaya padaku Agnes, tetapi Aku sungguh sungguh mencintaimu, tidak ada wanita lain di hatiku. Meskipun Dia Siena pun, itu tidak akan merubah perasaanku padamu Agnes." ujar Alex mencoba menjelaskan dari balik pintu kamar mandi.


Agnes hanya terdiam sambil merendam tubuhnya. Dia samgat percaya pada Suaminya, tetapi melihat semua itu hatinya terasa sakit.


" Baiklah Agnes, kamu jangan lama lama mandinya, segeralah beristirahat. Aku tidak akan mengganggumu saat ini," ucap Alex sambil berlalu dari kamarnya.


Dadanya terasa sesak melihat Agnes yang biasanya manja kini menjadi dingin padanya. Alex melangkah menuju ruang bacanya, di sana Dia merebahkah tubuhnya di sofa. Dia sangat lelah seharian ini pekerjaannya sangat banyak, di tambah dengan masalahnya dengan Agnes, ini benar benar membuat kepalanya sakit.


.


.


Sekretaris Kazuo melangkah menuju kamar Kazuo lalu membuka pintunya dan masuk ke ruangan Kazuo.


" Hei Monica sayang," sapa Kazuo sambil menyandarkan tubuhnya di ranjang.


" Sssttt..., panggil Aku Siena," kata wanita itu pada Kazuo.


Kazuo tersenyum lalu menarik tangan Monica hingga terjatuh ke dalam pelukannya.


" Bagiku kamu tetap Monica, Siena itu jika Kau bersama Alex bukan," ucap Kazuo sambil membelai belai wajah Monica.


" Baiklah Tuanku, terserah kamu saja. Bagaimana, Aku tidak bohong bukan jika kamu berkerja sama dengan Alex perusahaanmu akan cepat berkembang," ucap Monica berada di pangkuan Kazuo.


" Ya, Kau benar. Aku puas dengan hasil kerjamu Monica, tidak sia sia Aku membantumu oprasi plasti untu merubah wajah aslimu itu," ucap Kazuo dengan tangan nakalnya yang bergerilya menyusuri tubuh Monica.


" Ya, tapi Aku belum bisa mendapatkan Alex, Kau harus membantuku Tuan," ujar Monica manja sambil mengusap usap dada Kazuo.


" Baiklah, tapi Kau harus membuatku senang dulu Okey," bisik Kazuo menggigit telinga Monica pelan membuat Monica menggelinjang kegelian.


" Dengan senang hati Tuanku," bisik Monica lalu melepas gaun malamnya.


Monica sering melakukannya dengan Kazuo sebagai imbalan agar Kazuo membantu rencananya. Kazuo yang selalu puas dengan pelayanan Monica, Monica membuatnya tergila gila dengan servicenya yang tidak pernah Ia dapatkan dari Istrinya di Jepang, jadi Kazuo tidak keberatan memberikan apapun yang Monica pinta. Berkat informasi dari Monica, kini Dia dapat keuntungan yang sangat besar dari perusahaan Alex.