Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 45.



***


Agnes melangkahkan kakinye menuju ruang baca lalu masuk ke ruangan itu.


Terlihat Alex sedang tertidur di sofa dengan pulas. Wajahnya terlihat lelah bahkan Ia masih mengenakan baju kerjanya saat itu.


Agnes mendekati Alex lalu mengecup keningnya perlahan.


Di elusnya wajah laki laki tampan di hadapannya itu, Agnes merasa bersalah sudah marah kepada Alex. Dia sadar Suaminya adalah laki laki yang tampan dan juga mapan, wajar saja banyak wanita yang ingin memilikinya, hanya saja beruntungnya Agnes karena Dia adalah satu satunya wanita yang di pilih Alex di antara wanita cantik lainnya.


Agnes menyelimuti tubuh Alex lalu bangkit hendak pergi, tetapi langkahnya terhenti karena Alex meraih tangannya.


" Aku mengganggu tidurmu Alex," ucap Agnes pelan.


Alex menggelengkan kepalanya lalu bangun dan meminta Agnes duduk di sebelahnya. Alex menyandarkan kepalanya di bahu Agnes tanpa sepatah katapun.


" Maafkan Aku yang egois ini sayang," ucap Agnes sambil mengusap kepala Alex lembut.


" Kamu tidak bersalah Agnes, Aku mengerti perasaanmu," jawab Alex.


Alex memeluk pinggang Agnes manja, telihat Dia sangaymt sedih jika Istrinya bersikap dingin padanya seperti tadi.


" Jika Siena sudah meninggal, lalu siapa wanita itu?" Tanya Agnes.


" Aku tidak tahu, yang pasti Dia berniat merusak hubungan kita Honey," jawab Alex.


" Ya, Aku rasa begitu," ucap Agnes sambil mengusap tangan Alex yang melingkar di perutnya.


Alex tersenyum lalu mengecup pipi Agnes mesra, Dia senang akhirnya Agnes sudah membaik dan tidak salah faham lagi dengannya.


Agnes berbalik lalu memeluk Suaminya dengan erat, Dia menyesal sudah menyalahkan Alex dalam masalah ini. Dia berjanji pada dirinya sendiri, apapun yang terjadi Dia akan mempercayai Alex.


" Jadi kita baikan Okey," ucap Alex menatap wajah Istrinya.


" Emh, Okey," jawab Agnes tersenyum.


Mendengar jawaban Agnes Alexpun tersenyum senang, lelah di badanya terasa berkurang setelah Agnes kembali tersenyum untuknya.


Tulang Rusuk.🖤


Dinginnya angin malam ini serasa menyusup di selah selah tulang di tubuh ini.


Kebisuanmu membuat dadaku serasa tertusuk belati.


Saat cinta ini hanya untukmu, betapa sakitnya hati ini saat kau meragukanku.


Saat cinta ini hanya untukmu, betapa perih jiwa ini saat kau tidak mempercayaiku.


Kasih...


Percayalah Aku tidak akan mengkhianatimu.


Kasih....


Percayalah jiwa dan raga ini hanyalah untukmu.


Itu semua karena Kau adalah Tulang Rusuk yang di berikan Tuhan untuku.


.


.


Setelah beberapa menunggu, akhirnya Julian memberi berita yang sangat mengejutkan pada Alex.


Julian melangkah menuju rumah atasannya itu dengan tergesa gesa.


" Mana Tuan Alex?" Tanya Julian pada salah satu pelayan.


" Tuan Alex ada di ruang Keluarga," jawab pelayan itu.


Julian melangkah menuju Ruang Keluarga, dilihatnya Alex sedang bersantai sambil membaca surat kabar di tangannya.


" Selamat pagi Tuan," sapa Julian pada Alex.


" Ya, ada apa Julian pagi pagi mencariku?" Tanya Alex.


" Saya ingin memberikan hasil penyelidikan yang Anda minta Tuan," kata Julian sambil menyodorkan sebuah map kepada Alex.


Alex menerima map itu lalu memeriksa isinya, Dia terlihat serius saat membaca berkas berkas yang Julian berikan.


" Kau yakin dengan data ini Julian?" Tanya Alex mengerutkan keningnya.


" Yakin Tuan, karena Saya bertemu langsung dengannya, bahkan Dia saat ini bersedia di undang kemari Tuan," jawab Julian.


" Baiklah,besok bawa Dia kemari Julian!" Perintah Alex.


" Baik Tuan," jawab Julian melangkah berlalu dari hadapan Alex.


Julian melangkah keluar dari rumah Alex ingin menuju Perusahaan WS, saat hendak memasuki mobilnya Dia terhenti karena seseorang memanggilnya.


Julian berbalik menatap Mili yang menghampirinya, " Ya, ada apa Mili?" Tanya Julian.


" Emh, ini bekal buat Kak Julian, jangan sampai telambat makan ya Kak," ucap Mili memberikan sebuah kotak makanan kepada Julian.


" Ah, terimakasih Mili," ucap Julian menerima pemberian Mili.


Mili hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya lalu melangkah pergi dari hadapan Julian.


Julian tersenyum sambil menatap kotak bekal yang ada di tangannya. Baru kali ini ada seorang wanita yang memperhatikan pola makannya yang sering tidak teratur karena sibuknya Dia bekerja pada Alex.


.


.


🖤 Kisah Monica 🖤


Monica adalah seorang anak yang hidup serba kekurangan, setiap harinya Dia berjalan bersama Ibunya dari emperan toko satu berpindah ke toko yang lain guna membaringkan tububnya yang seharian lelah melangkah.


Mereka kini tidak memiliki rumah sebagai tempat tinggal lagi, Rumah yang mereka miliki sudah di gadaikan oleh Ayah Monica yang entah pergi kemana setelah menggadaikan rumahnya, sehingga Ibunyalah yang berjuang membayar hutang hutang Ayahnya yang cukup besar dengan bekerja di Mansion Alex.


Saat itu usia Monica asih tujuh tahun, saat itu Yohans merasa kasihan dengan Ibu Monica dan memberikan pekerjaan untuknya dengan menjadi pelayan. Dia di ijinkan membawa Monica kecil bersamanya saat itu.


Karena saat itu Yohans berfikir Monica bisa menemai Alex bermain di selah selah kesibukannya bekerja.


Alex dan Monica tumbuh bersama, usia mereka hanya terpaut dua tahun.


Saat memasuki usia remaja, Monica mulai merasakan benih benih cinta untuk Alex. Alex sangat tampan dan juga baik hati, Dia selalu baik kepada Monica saat itu.


Setelah tumbuh Dewasa, Monica tidak menyangka jika Alex memiliki seorang kekasih dan hendak menikahinya. Dia mengira kebaikan Alex padanya itu karena Alex menykainya, tetapi apa yang Ia fikirnya salah besar. Alex sama sekali tidak menyukainya.


Saat Alex putus asa dengan kematian kekasihnya Siena, Monica berusaha agar Alex bisa melihat keberadaannya, Dia ingin Alex tahu jika Dia pun pantas menggantikan Siena di hidupnya.


Monica melangkahkan kakinya menuju kamar Alex dengan nampan berisikan makanan. Dia bermaksud mengantar makanan makanan itu untuk Alex.


Monica meletakan makanan itu di meja dan berniat membangukan Alex, tetapi niatnya goyah saat melihat Alex yang tidur tanpa mengenakan pakaian. Tubuhnya yang sexy membuat Monica ingin merasakannya.


Entah apa yang di fikirkannya, Monica segera menanggalkan pakaiannya satu persatu lalu mendekati Alex. Dia meraba seluruh bagian tubuh Alex dan juga mengecupnya satu persatu.


Dalam keadaan setengah sadar Alex merasakan sesuatu menyentuh miliknya, Dia terperanjat saat membuka matanya. terlihat Monica sedang memainkan miliknya. Alex bangkit lalu mendorong Monica hingga terjatuh di lantai.


" Monica, apa apaan kamu," ucap Alex merapikan celananya lalu memakai t_shirt yang Ia letaka di ranjang.


" Alex, Aku mohon lakukanlah padaku, Aku mencintaimu Alex," ucap Monica yang kembali mendekat pada Alex.


" Tidak Monica, Kamu itu sudah seperti adiku sendiri. Pakai pakaianmu Monica," ucap Alex lalu melangkah keluar dari kamarnya meninggalkan Monica sendiri.


Monica memunguti pakaiannya sambil menangis tersedu sedu, Dia mengira Alex akan menerimanya setelah ini, tetapi apa yang di dapatkan? Alex justru merasa jijik dengan kelakuan Monica yang selalu berusaha merayunya, bahkan bersedia menyerahkan dirinya pada Alex dengan alasan Dia mencintai Alex.


Sejak saat itu Alex sangat tidak menyukai Monica dan selalu memberi peringatan padanya agar tidak dekat dekat dengan dirinya lagi.


Sejak kejadia itu Monica tidak lagi mendekati Alex, tetapi ambisinya untuk memiliki Alex tidak pernah hilang dari dirinya. Hingga pada akhirnya Dia dan Ibunya harus di usir dari Mansion karena ambisinya itu.


Ibu Monica sangat kesal dengan sikap anaknya itu, hingga sepanjang perjalanan Dia terus menasehati anaknya.


" Ibu bisa diam tidak!" Bentak Monica sambil mendorong Ibunya karena kesal dengan ceramah ceramah Ibunya.


Ciittttt..... Brakkkk...


" Ibu...," teriak Monica saat melihat Ibunya tertabrak sebuah mobil setelah Ia mendorongnya.


Monica berlari menghampiri Ibunya yang berlumuran darah di kepalanya. Sang pengemudi turun untuk melihat kondisi orang yang tertabrak olehnya lalu membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Tetapi sayang, Ibu Monica sudah meniggal karena luka di kepalanya. Monica menangis terisak isak di hadapan jenazah Ibunya.


" Maaf Nona, supir saya tidak sengaja menabraknya. Ibumu yang tiba tiba melangkah ke tengah jalan, Aku akan memberikan ganti rugi yang pantas untukmu Nona,"ucap seorang laki laki berkebangsaan Jepang itu pada Monica.


" Saya sedih karena Ibu adalah keluargaku satu satunya Tuan," jawab Monica terus menangisi Ibunya.


" Dimana rumahmu Nona, mari Aku antar untuk melakukan upacara pemakaman untuk Ibumu," ucap laki laki itu.


" Saya tidak punya rumah Tuan," jawab Monica membalikan tubuhnya melihat laki laki yang berbicara padanya. Dia terkejut karena Dia adalah laki laki yang tampan dan juga terlihat kaya raya.


" Kasihan sekali. Baiklah, sebagai ganti ruginya biar Aku membantumu melaksanakan pemakaman untuk Ibumu, saat ini ikutlah bersamaku dahulu," ucap laki laki itu menepuk bahu Monica dengan raut wajah yang Iba.


Setelah melakukan prosesi pemakaman, Monica dibawa kembali oleh laki laki itu di rumahnya untuk sementara waktu tinggal bersamanya.


" Beristirahatlah Nona. Oh ya, Aku Kazuo," ucap laki laki itu memperkenalkan diri.


" Aku Monica," jawab Monica dengan wajah tersipu.


Kazuo tersenyum sambil melirik ke arah Monica.


" Baiklah, beristirahatlah Monica," ucap Kazuo sambil mengusap punggung Monica.


Setelah berapa lama Kazuo dan Monica semakin dekat, meskipun Monica sudah mengetahui jika Kazuo sudah berumah tangga, Dia tetap saja berlaku manja pada laki laki itu. Yang pada akhirnya Kazuo menjadikan Monica sebagai simpanannya.


Kazuo memperkerjakan Monica sebagai Sekretaris juga Asisten Pribadinya.


Dengan bujuk rayu dari Monica akhirnya Kazuo bersedia membantu Monica untun melanjutkan ambisinya dengan imbalan Ia harus selalu menuruti kemauan Kazuo meskipun sudah memiliki Alex nantinya.