Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 41.



***


Dion melajukan mobilnya bersama Ayahnya yang duduk dengam tenang di sebelahnya.


Randy menemani Dion bertemu Klien, Dia berharap Kliennya ini mau bekerja sama dengan perusahaan Pratama setelah beberapa kali Klien mereka beralih ke Perusahaan WS.


" Papa yakin Klien ini mau bekerjasama dengan Perusahaan Pratama?" tanya Dion ragu.


" Semoga saja, Papa hanya bisa berusaha dengan baik. Jika sama Mama mu dan Tiara tidak menyinggung Alex, mungkin saja ini semua tidak akan terjadi," ucap Randy menyesalkan perbuatan Istri dan menantunya.


Alex memang sudah mengijinkan Dion untuk bisa menemui Ica, Dia bisa menerima niat baik Dion, hanya saja Alex tidak akan memaafkan jika Istrinya di hina, di caci maki oleh orang lain.


Dion hanya terdiam mendengar kata kata Ayahnya.


Dia sadar apa yang di lakukan Ibu dan Istrinya memang sangat keterlaluan, tidak seharusnya mereka merendahkan Agnes hingga seperti itu, apakah Ibunya tidak berfikir walau bagaimanapun Agnes lah yang sudah melahirkan cucu untuknya.


Dion melajukan mobilnya dengan pelan menuju Basement Hotel Nuansa untuk memarkirkannya, lalu mereka pun turun dan melangkah bersama sama menuju Restoran di mana Klien itu meminta bertemu.


" Selamat Siang Bu Diandra," sapa Randy dan Dion pada Diandra selaku perwaklian dari HN.


" Selamat Siang Pak Dion, silahkan duduk," jawab Diandra ramah.


Dengan sedikit berbasa basi Dion pun menyodorkan berkas perjanjian kerja samanya.


" Silahkan Bu Diandra pelajari dahulu, ini rincian dan hasil yang akan di dapatkan jika HS mau menanam saham di perusahaan Pratama." Kata Dion ramah.


Diandra menerima berkas itu dan membacanya dengan teliti. Dia merasa tidak ada masalah dengan perjanjian ini, jangankan menanam saham, membeli Perusahaan mereka saja Alex sangat mampu.


" Baiklah, sebentar saya sampaikan berkas ini pada Bos saya, kalian silahkan menikmati hidangan dari kami," ucap Diandra meminta waiters menyediakan hidangan untuk tamunya.


Sejenak Randy berfikir akan sangat bagus jika HN menerima kerja sama ini.


Diandra melangkah menuju Ruangan pemilik HN dan mengetuk pintunya pelan.


Tok tok tok....


Diandra melangkah masuk ke ruangan Alex, terlihat Alex sedang sibuk mengerjakan tugas Agnes yang hari ini tidak pergi ke kantornya.


" Lhoh, ternyata kamu Alex. Dimana Agnes?" tanya Diandra duduk di hadapan Alex.


" Sejak kembali dari Amerika Dia terlihat tidak sehat," jawab Alex dengan raut sedih.


" Oh, sungguh kasihan, nanti coba Aku melihatnya Alex," ucap Diandra yang sudah menganggap Alex seperti Anaknya sendiri.


" Oh ya, ada apa Tante Dandra mencariku?" tanya Alex.


" Ini ada tawaran kerjasama dari Perusahaan Pratama, coba Kamu pelajari berkasnya, Aku sudah membacanya dan itu sangat menguntungkan buat Kita. Apalagi jika Kamu menanam saham melebihi saham yang mereka miliki, itu secara otomatis perusahaan itu berada di genggamanmu Alex." Ujar Diandra menguraikan apa yamg di pelajarinya dari berkas itu.


" Tante benar, baiklah Aku akan menemui mereka," ujar Alex tersenyum licik, Dia bangkit dari duduknya lalu melangkah bersama Diandra menuju Tamu yang sudah menunggunya.


" Selamat Siang Pak Randy dan Pak Dion, bagimana hidangan Kami, apakah kalian menyukainya," sapa Alex dengan ramah tamah.


Randy dan Dion terperanjat melihat Alex yang tiba tiba muncul di sana.


" Perkenalkan ini Tuan muda Wilson pemilik Resort HN ini," ucap Diandra.


Meskipun terkejut Dion dan Randy tetap berdiri menyalami Alex lalu kembali duduk menunggu jawaban Alex. Randy merasa Alex tidak akan menyetujui kerja sama ini, karena Istri dan menantunya sudah mengganggunya saat itu, " Bagaimana ini, padahal ini adalah satu satunya cara agar Perusahaan Pratama tidak bangkrut," gumam Randy dalam hati.


" Selamat Siang Tuan Alex, senang bertemu Anda lagi," sapa Randy.


" Saya juga senang dapat berjumpa dengan Anda lagi Pak Randy. Sebenarnya ini adalah usaha milik Istri saya, tetapi karena beliau sedang tidak enak badan jadi saya yang akan mewakilinya," ujar Alex melirik ke arah Dion yang terlihat canggung saat itu.


Alex menyodorkan berkas dari Perusahaan Pratama kepada Randy dan juga sebuah berkas sebagai penguat perjanjian kerja sama tersebut yang harus di tandatangani oleh Randy.


" Silahkan Anda pelajari, itu adalah syarat untuk bekerja sama dengan HS." Kata Alex.


Randy menerima berkas itu lalu membacanya dengan teliti lalu memberikan berkas itu kepada Dion.


" Baik, saya setuju," ujar Randy sambil menandatangani berkas dari Alex.


Dion terkejut saat Ayahnya menyetujui syarat syarat yang Alex berikan, tetapi Dia juga tidak dapat berbuat apa apa.


" Bagus, semoga kerja sama ini bisa membantu Perusahaan Pratama agar lebih maju lagi," ucap Alex tersenyum.


Setelah menandatangani surat surat perjanjian, Randy dan Dion pun undur diri.


Alex tersenyum puas saat itu, rencananya memojokan Perusahaan Pratama berhasil, Dia tidak mungkin menghancurkan Perusahaan Pratama, tetapi bisa meletakan Perusahaan itu di genggamannya itu lah tujuan utamanya.


Saat Alex hendak kembali keruangannya tiba tiba ponselnya berbunyi dan itu nomor dari rumahnya.


Alex mengangkat sambungan telefon itu, terdengar suara Mili yang panik.


" Hallo, Tuan. Tuan Nyonya pingsan, ini kami sedang perjalanan menuju ke Rumah Sakit XX." Ujar Mili memberi informasi.


Tanpa fikir panjang Alex langsung menyerahkan pekerjaan Agnes pada Diandra lalu pergi menyusul ke Rumah Sakit yang sudah di Informasikan oleh Mili.


Mobil Alex yang di kemudikan oleh Julian meluncur dengan kencang, terlihat wajah Alex yang sanga panik, Dia sangat khawatir pada keadaan Agnes.


Setelah sampai di Rumah Sakit XX Alex segera turun dan berlari menuju Instalasi Gawat Darurat. Di lihatnya Mili yang terlihat cemas sedang menunggu Dokter yang menangani Agnes.


" Mili, ada apa dengan Agnes?" Tanya Alex panik.


" Tadi saat saya masuk ke kamar Nyonya Agnes untuk memintanya makan Dia tidak ada di kamarnya, saat mencari di kamar mandi saya menemukan Nyonya sudah pingsan Tuan, saya tidak tahu apa apa Tuan," ujar Mili sedikit takut pada Tuannya itu.


Alex sangat khawatir, Dia terlihat melangkah mondar mandir di depan pintu ruangan dimana Dokter menangani Agnes.


Setelah beberapa saat Dokter yang menangani Agnes pun keluar.


" Dokter, bagaimana keadaan Istri saya?" Tanya Alex cemas.


" Anda tidak perlu khawatir, Istri Anda baik baik saja, wajar saja jika Dia pingsan saat kelelahan, usia kandungannya masih sangat muda jadi usahakan jangan terlalu lelah," ujar Dokter yang menangani Agnes.


"Apa Dok, Istri saya hamil?" Tanya Alex masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya.


" Benar, Istri Anda sedang hamil tiga minggu, jadi tolong jaga baik baik, karena ini adalah fase rentan bagi Ibu hamil." Kata Dokter.


Alex terlihat senang, matanya berkaca kaca saat mendengar jika Agnes hamil. Alex berlari masuk ke ruangan di mana Agnes di rawat. Di lihatnya Agnes yang terbaring lemah di atas ranjang.


" Honey," ucap Alex memeluk Agnes dengan senang.


Agnes tersenyum tipis sambil membalas pelukan Suaminya itu.


" Selamat Honey, Ica akan mendapakan seorang adik. Terimakasih Honey," ucap Alex mengecup lembut kening Agnes.


" Sama sama sayang, maaf membuatmu khawatir," jawab Agnes mengusap wajah Alex.


Julian dan Mili ikut bahagia saat melihat Alex dan Agnes teramat mesra, tidak sengaja mereka sama tersenyum.


" Mari ku antar kamu jemput Ica," tawar Julian pada Mili.


" Tidak usah Julian, Aku tadi sudah bersama supir. Sampaikan pada Tuan jika Aku akan menjemput Ica Sekolah," ujar Mili.


" Baiklah, hati hati," kata Julian tersenyum.


Mili membalas senyuman Julian dan melambaikan tangannya.


.


.


Terimakasih Kakak Like dan Komennya, jangan lupa beri Voite dan bintang ya untuk novel iniπŸ€—πŸ€—πŸ€—.


Selamat Membaca πŸ˜ŠπŸ™