
***
Alex berencana mengajak Agnes dan Ica jalan jalan berbelanja siang ini , maka dari itu Dia pulang lebih awal hari ini.
" Honey, ayo kita pulang" ajak Alex pada Agnes yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" tapi..." belum selesai Agnes melanjutkan kata katanya Alex sudah menggandengnya keluar dari ruangannya.
" biar nanti Julian yang menyelesaikannya." kata Alex tersenyum licik sambil merangkul pinggang Agnes yang berjalan di sebelahnya.
Agnes hanya tersenyum geli melihat kejahilan suaminya itu.
" Kau benar benar nakal ya." goda Agnes pada Alex.
" Ya, apa lagi jika denganmu. Aku bisa lebih nakal lagi Honey." goda Alex pada Agnes membuat wajah Agnes memerah karena malu.
" Sudahlah jangan menggodaKu." kata Agnes melirik Alex.
Alex hanya terkekeh melihat Istrinya yang canggung karena godaannya itu.
Merekapun masuk kedalam mobil lalu Alex melajukan mobilnya dengan santai menuju sekolah Ica.
" Lhohh, Kita mau jemput Ica dulu?" tanya Agnes.
"Iya, Aku ingin mengajaknya jalan jalan ke mall. kita makan siang di luar Ok." jawab Alex .
" Baiklah Suamiku sayang." kata Agnes manja.
Alex tersenyum sambil melirik Agnes yang bertingkah manja di hadapannya. Alex pun merasa heran mengapa harus Agnea yang menjadi pilihannya. Baginya semua yang ada di Agnes membuatnya tertarik dan ingin memilikinya. Ya , mungkin ini lah yang di namakan cinta. Tidak memandang kata orang , meskipun buruk bagi mereka, tapi bagi Alex Agnes adalah wanita yang sangat baik juga sangat pintar membuatnya senang.
Agnes turun dari mobil lalu melangkah menghampiri Ica .
" Mama" panggil Ica yang langsung berlari menghampiri Agnes
" Ya sayang, Papa mau ajak kamu jalan jalan dan belanja , kamu senang ?" tanya Agnes sambil menggandeng tangan putrinya itu.
" Tentu saja Mama, Ica mau makan Es Krim." kata Ica senang .
" Baiklah sayang. " kata Agnes sambil membukakan pintu mobil begian belakang untuk Ica , lalu Diapun masuk kembali di sebelah Alex.
" Hallo Papa." sapa Ica pada Alex lalu mencium pipi Alex.
" Hallo sayang, sudah siap? Ayo kita jalan jalan" kata Alex senang pada putri kecilnya .
" Yeayyy,,, Es Krimmm Ica datang." teriak Ica dengan senangnya.
Agnes tersenyum senang melihat Alex dan Ica akrab seperti Ayah dan Anak kandung. Dia sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang suami seperti Alex. Alex bukan hanya mencintainya saja,tapi Dia juga menyayangi Ica dengan tulus.
Sesampainya di Mall tujuan utama mereka adalah akan makan siang dahulu lalu jalan jalan berbelanja.
Merekapun memesan makanan kesukaannya. Ica yang melihat stand Es Krim meminta ijin pada Alex untuk membelinya.
" Papa Ica mau kesana beli Es Krim." pinta Ica sambil menunjuk sebuah stand Es Krim.
" Iya sayang, pesanlah dulu. Nanti Papa menyusul Ok." kata Alex tersenyum.
" Baik Papa." jawab Ica yang tersenyum riang lalu melangkah menuju stand Es Krim itu.
Saat sedang menunggu Es Krimnya Ica melihat sebuah dompet yang terjatuh dari tas seorang wanita yang lewat di depannya. Ica pun mengambil dompet itu lalu menghampiri wanita pemilik dompet yang duduk tidak jauh dari Stand Es Krim.
" Permisi Nyonya, ini dompet Anda terjatuh." kata Ica sambil menyodorkan dompet kepada wanita itu.
Wanita itu segera memeriksa tas nya dan tersenyum lembut pada Ica.
" ya ampun, terimakasih Nak. " kata wanita itu sambil membelai rambut panjang Ica.
" ada apa Ma?" tanya seoarang laki laki yang sepertinya anak dari wanita itu.
" Ini Dion, tadi dompet Mama jatuh dan gadis kecil ini melihatnya." kata wanita itu kepada Dion.
Ica memandang Dion dengan terpaku, Dia sangat mengenali wajah laki laki itu. Mamanya dulu sering menunjukan foto foto Dion pada Ica, dengan harapan suatu saat Papa nya akan kembali menjemput mereka , tapi kenyataannya hingga Oca berusia 8 tahun laki laki itu tidak menampakan dirinya lagi. Tapi kini Dia tidak mengharapkannya lagi.
" Benarkah. Terimakasih ya Adik kecil." kata Dion tersenyum pada Ica.
" Iya Om sama sama." jawab Ica dengan polosnya.
Alex yang mendapati Ica sedang berbincang dengan orang asing pun langsung menghampirinya.
" Ada apa Sayang?" tanya Alex pada Ica.
" Tidak apa apa Pa." jawab Ica tersenyum manis pada Alex.
" Anda Tuan Alexander Wilson?" tanya wanita setengah baya itu pada Alex.
" Ya benar Nyonya." jawab Alex ramah.
" Oh, sungguh kebetulan. Saya Nyonya Pratama dan ini anak saya Dion Adi Pratama." kata wanita itu memperkenalkan diri.
" Oh Ya, Nyonya Pratama. Senang bertemu Anda." ucap Alex sambil merangkul Ica di sampingnya dan mengelus kepalanya.
" Oh, ini anak saya Nyonya." kata Alex memperkenalkan Ica sebagai anak nya, membuat Ica senang dan memeluk tangan Alex dengan erat.
" Sungguh gadis kecil yang sangat cantik Tuan." kata wanita itu memuji Ica.
" Terimakasih Nyonya . Jika begitu saya permisi dulu, Istri saya sedang menunggu kami." ucap Alex mengakhiri pembicaraannya.
Nyonya Pratama hanya menganggu dan tersenyum. Dion terus menatap gadis kecil yang berada di gandengan Alex, Dia merasa ingin sekali memeluk gadis kecil itu.
" Benar benar gadis kecil yang cantik bukan." gumam Nyonya Pratama pada Dion.
" Ya." jawab Dion singkat.
" Kapan Tiara akan memberi Mama gadis kecil seperti itu. Kau harus ke Dokter Dion " ucap Ibu Dion .
" Bukankah Mama tahu jika Aku tidak ada masalah apapun, Mama juga tahu jika Aku sudah memiliki Anak. Suruh Tiara yang ke Dokter. Mungkin Dia yang bermasalah." jawab Dion ketus.
" Sudahlah Dion, Mama tidak mau anakmu dari wanita miskin itu, Mama mau anakmu dengan Tiara. wanita itu tidak pantas untukmu, jadi jangan pernah menyalahkan Mama jika Mama tidak menerima mereka" ucap Ibu Dion .
Dion hanya membuang nafas panjang mendengar Ibunya yang masih saja keras kepala. Lalu melangkah pergi meninggalkannya berkeliling keliling sendiri.
Agnes tersenyum melihat kedatangan Alex dan Ica dengan dua es krim di tangannya.
" Lama sekali." ucap Agnes melirik Alex.
" Iya Honey, tadi kebetulan bertemu kenalan." jawab Alex tersenyum pada Agnes.
Ica hanya terdiam menikmati es krimnya, Dia masih terbayang bayang wajah Dion tadi, lalu Dia menatap Alex dan Agnes yang berada di depannnya dan tersenyum.
" Papa, maafkan Ica. Ica tidak lagi ingin bertemu Papa lagi seperti dulu. Ica sudah memiliki Papa Alex yang sangat menyayangi Ica dan Mama." gumam Ica dalam hatinya.
" Kamu kenapa sayang kok melamun?" tanya Agnes cemas pada Ica.
" Tidak apa apa Ma." jawab Ica tersenyum pada Mamanya lalu menghabiskan es krim dalam mangkuknya.
Selesai makan siang merekapun berjalan jalan untuk berbelanja.
" Papa lihat. Bonekanya lucu lucu, kita lihat yuk." ajak Ica pada Alex.
" iya sayang."
" Honey, kamu masuk dulu saja,Aku temani Ica sebentar cari boneka ya." kata Alex tersenyum pada Agnes.
" Baiklah." jawab Agnes.
Alex sangat menyayangi Ica sehingga apapun yang Ica minta Dia akan berusaha menurutinya. Lagi pula Ica adalah anak yang baik. Dia tidak pernah berlebihan jika meminta sesuatu, itu lah yang membuat Alex makin menyayanginya.
Agnes menyenangkan diri dengan melihat lihat gaun yang ada di Outlet itu, saat hendak mengambil gaun yang menarik hatinya tiba tiba seorang wanita menyerobotnya dan mengambil gaun itu terlebih dahulu.
" Aku menginginkan gaun ini, Kau cari yang lain saja." kata wanita itu dengan sombongnya dan melirik ke arah Agnes yang melewatinya , kembali melihat lihat gaun yang lain. Baginya berdebat hanya untuk sebuah gaun itu tidaklah penting.
" Heiii, Kau si wanita miskin itu kan" teriak Tiara seketika melihat wajah Agnes.
Agnes terkejut dengan teriakan wanita itu lalu menatapnya . Dia tadi tidak menyadarinya jika wanita yang merebut gaunnya adalah Tiara.
Agnes mengabaikannya , lalu melangkah hendak menghindarinya , tapi Tiara menghadangnya.
" mau kemana kamu wanita miskin, kamu malu ya jika semua orang di sini tahu jika kamu hanya melihat lihat saja ,tapi tidak mampu membelinya. makanya saat gaun itu ku ambil Kau diam saja." ejek Tiara pada Agnes.
Semua mata pengunjung menatap ke arah mereka berdua.
Agnes mengambil dua buah gaun lalu membayarnya di Kasir, Tiara merasa heran dari mana Agnes punya uang sebanyak itu.
" oohhh, Kau pasti merayu Pria kaya lagi bukan. Dan apakah Kau melahirkan anak haram lagi Agnes dari Pria kaya itu." bisik Tiara mengejek Agnes.
Agnes tak kuasa menahannya.
Plak....
Tamparan keras mendarat di pipi Tiara yang halus .
" Auuhhhh,,, Kau berani menamparku wanita murahan!" pekik Tiara hendak menampar wajah Agnes kembali, tapi tidak di sangka Agnes mampu menahan tangan Tiara itu.
" Dengar Nona, Kau boleh menghinaku. Tapi Aku peringatkan jangan sekali kali Kau menghina Anaku!" kata Agnes geram dengan kata kata Tiara, lalu mendorong Tiara hingga tersungkur dan meninggalkannya.
" Wanita Sialan. Awas Kau ! Teriak Tiara yang kesal dan malu karna mata mata pengunjung terus menatapnya dan menertawainya.
Agnes melangkah dengan cepat menuju outlet boneka mencari Alex dan Ica. " kenapa Aku harus bertemu wanita itu. mungkinkah Dion ada di sini juga, sebaiknya segera pulang saja. Aku sudah muak dengan mereka semua." gumam Agnes dalam hatinya
Terlihat dari kejauhan Alex dengan menggandeng Ica yang membawa sebuah boneka besar, yang besarnya hampir menyamai tubuh Ica.
Agnes hanya tersenyum geli melihatnya. Terlihat Ica sangat senang dengan hadiah yang Alex berikan untuknya.
Merekapun segera kembali pulang setelah lelah berbelanja dan jalan jalan. Ini sangat menyenangkan , Agnes dan Ica sudah sangat bahagia saat ini. Dia berharap tidak ada yang mengganggu kebahagiaannya itu.
( Terimakasih Like dan Komennya Kakak 😊🙏. Selamat Membaca 😊 )