Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
89



Sedikit info!!!! Cerita Bayu sama Ayu pisah ya guys.... Ya, walaupun gak ada yang butuh info sih xixixi ...


Hari demi hari kedua pasutri ini jalanin, Gus Sayhan sebagai suami selalu siap siaga untuk istrinya. Tak terasa sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua yang seutuhnya.


Akhir-akhir ini Zahra selalu mengeluh kalau pinggang sering sakit, dan sering merasa mules di perutnya. Nyeri pada punggung juga Zahra rasakan seperti ibu pada umum terjadi. Ini disebabkan karena terjadinya relaksasi tulang sendi dan ikatan-ikatannya. Gerakan bayi yang semakin menekan tulang belakang juga membuat punggung terasa nyeri


" Saya kamu kenapa?"


" Mas punggung aku serasa sangat nyeri" Keluh Zahra sambil menahan rasa sakitnya.


" Lho nak, ada ?" tanya ummi siti yang melihat Gus Sayhan yang panik.


" Ini ummi Zahra ngeluh nyeri pada punggungnya ummi"


" Ini sudah masuk pekan menjelang persalinan gak nak ? " Gus Sayhan terdiam mendengar apa yang di katakan sang ummi, itu artinya ia akan menjadi orang tua sesungguhnya.


" Iya ummi, kata dokter ini sudah masuk pekan menjelang persalinan" Jawab Zahra mengingat apa yang di katakan dokter tanpa hari lalu.


" Ini hal biasa terjadi nak, tak perlu khawatir, tapi kamu sebagai suami harus siap siaga untuk istri mu "


" Iya ummi"


***


Jam satu dini hari, Zahra merasakan Kontraksi yang sangat hebat, ia tak bisa menahan rasa sakit di bagian perutnya tapi sepertinya terjadi pada seluruh tubuhnya.


" Mas bangun mas!!" Berusaha bangun, Gus Sayhan yang merasa tidurnya terganggu pun langsung membuka mata, ia mengucek matanya biar ia bisa penglihatan jernih.


" Sayang ada apa? ini jam berapa?"


" Mas perut aku sakit banget "


Melihat Zahra yang merintih kesakitan pun membuatnya tak tega. Ia tak tahu harus melakukan apa, ia memutuskan untuk memanggil sang ummi.


" ummi ummi" Panggil Gus Sayhan dari luar berkali-kali sampai pintu kamar terbuka.


" Ada apa? ini masih jam satu belum jam tiga ?" Bukan ummi siti yang membuka melainkan Ibrahim.


" Ada apa nak, ummi disini?"


" Zahra ummi ia merasa perutnya sangat sakit "


" Jangan-jangan ia ingin melahirkan, mas kamu siap kan mobil kita ke rumah sakit sekarang "


Ummi siti mengingat ketika Zahra mengeluh sakit pada pinggulnya, dan juga ini sudah mendekati hari persalinan yang di prediksi oleh dokter.


" Sayang tenaga ya, kita ke rumah sakit sekarang" Gus Sayhan berusa menenangkan istrinya yang menahan rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan.


" Ummi apa itu ?" tanya Gus Sayhan melihat pakaian bagian istrinya basah. " Sayang kamu kencing ?"


" Itu buka air kencing nak, tapi air ketuban. Cepat bawa istri ke mobil. kita harus ke rumah sakit sekarang. "


Sesampainya di rumah sakit, Zahra langsung mendapatkan ruangan untuk menunggu waktu persalinan tiba.


" Tenang sayang, mas ada disini untuk menemani mu" Zahra sedikit tenang, Walaupun ia merasakan begitu sakit pada perut, melihat suaminya yang selalu ada untuknya. Ini adalah perjuangan pertama Zahra untuk menjadi ibu yang ia dambakan.


" Terimakasih mas, kamu selalu ada untuk aku "


" Ini sudah tugas ku sayang, kamu yang tenang ya" Mencoba menenangkan istrinya, ia tega melihat istrinya seperti ini, ingin rasanya ia menyuruh sang istri untuk memindahkan semua yang ia rasakan pindah ke dirinya.


" Aku gak apa-apa mas, aku akan berjuang untuk anak kita "


" Terimakasih sayang mau berjuang sampai dititik ini, Mas bersyukur punya kamu "


**


Terimakasih sudah mampir 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍


Maaf kalau ada kesalahan, mohon di koreksi 🙏