Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
58



"Assalamualaikum " Ucap orang yang baru masuk ke dalam ruangan ini, dan membuat dua wanita ini menoleh ke arah nya.


deg deg


Ayu lagi lagi terkejut melihat siapa yang baru saja masuk di dalan ruangan rawat sahabat nya ini. sungguh hari ini, hari hanya paling buruk untuk kesehatan jantung nya.


Tak henti hentinya kejutan sahabat ini membuat jantung berdetak lebih kencang.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" Jawab dua wanita ini, Zahra melirik ke arah ayu, melihat terkejut sahabat ini lagi.


" Sayang kamu nggak papa kan ?" tanya Gus Sayhan panik, ya Gus Sayhan lah orang yang baru saja masuk kedalam ruangan ini.


Gus Sayhan memeluk istrinya dan memeriksa apa ada luka di tubuh istrinya. " yang mana yang sakit?" tanya Gus Sayhan panik.


" Mas aku baik baik saja " Jawab Zahra melihat menatap ke Suaminya, " Alhamdulillah" Gus Sayhan kembali memeluk istrinya tanpa menghiraukan ke hadiran orang lain di sini.


Zahra melirik sahabatnya dengan tatapan penuh bersalah. lagi lagi ia membuat sahabatnya ini kecewa.


" Hmm "


Gus Sayhan langsung melepas pelukannya dan melihat ke arah pembuat suara. " Maaf " ucap Gus Sayhan kerena merasa bersalah tak menghiraukan sahabat istrinya ini, Gus Sayhan takut sahabat istrinya ini tersinggung kerena keberadaan nya gak di anggap oleh nya.


Ayu tersenyum penuh luka " Tidak perlu minta maaf" ucap Ayu " Sekarang Sudah ada yang menemanimu disini, aku pamit pulang" Pamit Ayu, Karena ia tahu sekarang suami sahabatnya siapa tanpa di beri tahu.


Zahra hanya dia saja melihat punggung sahabatnya yang mulai menjauh dan hilang ketika pintu di tutup oleh ayu.


" Percayalah, semuanya akan baik baik saja " Ucap Gus Sayhan melihat kesedihan di mata istrinya.


" Mas, aku mau ngomong sesuatu " kata Zahra setelah cukup tenang.


" Apa" Tanya Gus Sayhan memperhatikan istrinya dan memegang tangan sang istri penuh dengan posesif.


" Mas, aku hamil "


" Terimakasih sayang," tak henti hentinya mengucapkan terimakasih pada sang istri dan rasa syukur nya.


" Assalamualaikum " ucap Maryam masuk bersama Ahmad.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" Jawab Zahra bersama dengan Gus Sayhan.


" Maaf bunda lama "


" nggak papa Bun, yang penting bunda udah ada di sini "


" Selamat ya sayang, sebentar lagi kalian berdua akan jadi orang tua " timpal Ahmad.


" Ya udah sekarang makan bubur nya, mau bunda yang suapi atau makan sendiri "


" Biar saya aja Bun " ucap Gus Sayhan. setelah bubur itu pindah ke tangan Gus Sayhan, ia langsung menyuapi istrinya.


Kata dokter Zahra bisa langsung pulang tanpa rawat inap. Zahra bersama suaminya dan kedua orang tuanya pun pulang, ke rumah kedua orang tuanya.


Kerena bunda Maryam tidak mau terjadi apa terhadap Zahra dan janin maka dari itu ia menyuruhnya untuk tinggal di rumah dari pada apartemen. dan Gus sayhan pun menyetujui itu semua.


" Gus beneran gak pergi ngajar hari ini?"


"iya, soalnya jadwal seminar tadi " Zahra hanya ber'o' saja mendengar jawaban suaminya.


" sekarang istirahat ya " suruh Gus Sayhan pada sang istri mengelus kepala sang istri.


Gus Sayhan ikut membaringkan diri di samping sang istri, dan tak lama ia pun mulai terpejam dan menuju alam mimpi.


*


terimakasih sudah mampir 🤍 semoga suka dan semoga betah 🤍