Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
41



...~Happy reading ~...


Jangan lupa kasih hadiah ygy 🤍


Makan malam telah tiba, Aisyah dan Zahra sudah menyiapkan makanan di atas meja makan. Kedua perempuan itu sangat akrab padahal baru satu hari bersama.


" Kaka panggil Gus Sayhan dulu ya " Aisyah menganggukkan kepalanya.


Zahra mulai mengayun kan kakinya menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.


Zahra melihat suaminya duduk di pinggir kasur dengan muka datar.


" Gus makan malam sudah siap, ayok kita makan " ucap Zahra


Tidak ada jawaban dari Gus Sayhan, dia tidak merespon apa yang di katakan istrinya. Zahra yang melihat itu pun berpikir pasti suaminya ini sedang marah.


Zahra mulai mendekat dan duduk di dekat suaminya.


" Sayang, makan malamnya sudah siap " ucap Zahra mencoba merayu suaminya.


"sayang " Kata itu mampu mengubah mood pria yang beristri ini. Senyum itu terukir di bibir nya, ia menoleh ke arah istrinya, ia bisa melihat mata indah wanita di depannya ini.


" Coba ulangi lagi " suruh Gus Sayhan.


" Sayang, makan malam sudah siap, mari kita keluar, suamiku "


" Gemes banget sih, pengen cium "


" Gak boleh, sekarang waktunya makan malam bukan untuk cium cium "


" Berarti setelah makan malam boleh dong"


" Terserah"


Zahra menarik tangan suaminya untuk keluar dari kamar, dan pergi menuju ke meja makan.


" Maaf Aisyah lama. "


" Nggak papa kak, memang kalau bujuk bayi gede itu agak sulit Kaka " canda Aisyah.


" Bayi gede ? Siapa ?"


" Gak ada Gus, sekarang kita makannya. ini untuk Gus " Zahra menyodorkan piring yang sudah berisi makanan ke hadapan Gus Sayhan.


Mereka makan dengan hening, mereka bertiga menikmati makanan mereka masing masing. Selesai makan Aisyah dan Zahra membereskan peralatan makan malam tadi.


" Mas ngapain masih di sini ? "


" Mas nunggu istri mas "


" Gus duluan saja ke kamar nya, nanti Zahra nyusul " Suruh Zahra.


" Saya gak mau, Saya akan tetap di sini "


Kedua wanita itu memilih diam dan melanjutkan aktivitas beres beres mereka. Selesai acara beres beres, Aisyah memiliki untuk masuk kamar dan begitu juga pasutri itu.


Gus Sayhan menyuruh Zahra duduk di pinggir kasur, dan ia berdiri di depan istrinya dan menaruh kedua tangannya di depan dadanya sendiri.


Ia menatap istrinya seperti menginterogasi pra santri yang telah membuat kesalahan.


" Fatimah az-zahra, istriku, tahu kah kamu apa kesalahan yang telah kamu perbuat pada suaminya ini hari ini ? "


Zahra yang mendapatkan pertanyaan itu pun melihat suaminya yang masih bermuka datar hanya bisa menghela nafasnya.


" Iya, maaf habisnya Gus nyebelin sih" Ucap Zahra.


" Maaf untuk itu saya terima "


" Gus Sayhan sudah memaafkan saya kan jadi- "


" Itu untuk kesalahan pertama, untuk kesalahan kedua tidak saya maaf kan, kamu harus mendapatkan hukuman "


" Kesalahan ke dua ? " Tanya Zahra bingung.


" Iya, " Zahra menatap suaminya penuh dengan tanda tanya " Kesalahan keduanya itu, kamu telah melewati sholat berjamaah kita, dan itu saya gak bisa toleransi"


" Hah, terus Zahra harus apa? "


" Sekarang hukuman kamu itu temani saya bercocok tanam. "


" Iya, tapi ini masih malam Gus, kita bercocok tanamnya dimana?"


Gus Sayhan mendekat dan mengelus perut istrinya. " disini sayang " bisik Gus Sayhan.


Zahra yang mendengar bisikan suaminya pun hanya bisa tersenyum" Tapi Saya lagi halangan Gus " ucap Zahra tanpa beban.


" hari yang menyebalkan "


****