
" Sayang aaaa " suruh Gus Sayhan, memberikan potongan martabak ke istrinya.
" Mas aku udah bilang, aku udah kenyang" Tolak Zahra, dari tadi suaminya menyuruh nya untuk makan martabak yang di beli tadi. Dan apa kah dia makan ? tidak sama sekali.
Tujuannya membeli martabak bukan untuk ia makan, melain kan ingin melihat istrinya yang memakan nya. mereka tidak kembali ke rumah kedua orang tua Zahra, karena mereka membeli martabak tidak jauh dari apartemennya mereka.
" Sayang tinggal dua kali gigit lagi, Aaaa " Suruh nya lagi. Baru saja Zahra mengunyah potongan martabak yang tadi di kasih sama suaminya, tapi sekarang dia malah di sodorkan lagi.
Zahra lari ke kamar mandi dan memuntahkan martabak yang ia makan tadi, Gus Sayhan yang melihat istrinya seperti itu pun langsung mengikut istrinya.
" Kamu nggak papa kan sayang ?" tanya Gus Sayhan khawatir. setelah cukup membaik Zahra kembali ke kamar dengan di bantu dengar sang suami.
" Mau lagi ?" Sangat menyebalkan, bisa bisa nya suaminya menawarkan dia martabak itu lagi, apa dia tidak tahu, istrinya muntah muntah karena kekenyangan kerena ulah dia.
" Gus cukup !!! Aku tidak mau makan, aku mau tidur " Tolak Zahra keras, dan dia langsung membaringkan dirinya di kasur dan menyelimuti tubuh nya dengan selimut, dan membelakangi suami.
Gus Sayhan yang tak mau di belakangi seperti ini pun ikut berbaring dan mengubah posisi tidur istrinya, ia memeluk erat tubuh istrinya agar tidak mengubah posisi kembali.
" Guss!!!! aku gak bisa napas "
*
*
Pagi yang sangat menyebalkan bagi wanita ini, Bagaimana tidak? Suaminya terus mengganggu tidurnya. dia bisa tidur ketika suaminya sudah tertidur. mata panda di mata nya sangat terlihat hari ini.
" Mas sarapan dulu " Panggil Zahra, dan dia melihat suaminya itu seperti tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya. " Gus Sayhan!!!" Teriak Zahra, jika Zahra sudah memanggil suaminya dengan panggilan Gus maka itu artinya dia sudah sangat kesal pada suaminya.
" Ada apa sih sayang?" Tanya Gus Sayhan tenaga dan membuka selimut nya dan melihat kearah istrinya.
" Gus ini sudah jam berapa?, dan Gus belum siap sama sekali ?" Sungguh kesal dan geram nya bercampur aduk.
" kenapa gak bilang ?, kalau gak mau nganterin bilang!! aku ada kuliah pagi ini, kalau Gus mau sarapan, sarapan ya sudah ada di meja makan. " Zahra mengambil tasnya dan pergi dari kamar nya.
" Sayang tunggu, biar aku antar " Gus Sayhan mengejar istrinya. " aku Anter " Ucap nya setelah berhasil meraih tangan sang istri.
Zahra hanya diam, tak mengeluarkan satu patah kata pun, ia sudah cukup kesal pada suaminya ini, dari semalem, dan di tambah lagi pagi ini. sampai kampus pun Zahra hanya dia, ia langsung berpamitan dan masuk.
" Apa aku ada salah ya ?" Tanya Gus Sayhan pada dirinya sendiri. Tak sengaja ia melihat jajan jalan, ia pun menepikan mobilnya.
Sedangkan Zahra dengan muka yang mood berantakan dan di tambah lagi dengan mata panda sedikit membuatnya berbeda.
" Ra kamu habis bergadang ?" Tanya ayu yang melihat mata panda di mata Zahra. Zahra yang males mengeluarkan suara pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Perasaan gak ada deadline tugas deh hari ini, kamu begadang ngapain ? tanya ayu penasaran.
" Ayu aku males, aku pengen tidur" Jawab Zahra dan menyuruh sahabatnya ini untuk diam.
" lah, emang kamu tidur jam berapa ?" Tanya ayu, penasaran.
" Sesi bertanya nanti aja deh yu, aku ngantuk banget"
Belum saja Zahra memposisikan dirinya untuk tidur, dosen mata kuliah hari itu pun datang tepat waktu, dan alhasil membuat Zahra mengurungkan niatnya untuk tidur.
minta tolong like bagian situ doang π₯Ίπ
terimakasih sudah mampir π€ποΈ
semoga betah