
"Ra kamu udah izinkan sama suami mu ?"
" Udah kok kil, sekarang kita berangkat saja "
" Bener kan, lebih baik aku hubungi Sayhan dulu " Syakila langsung menelpon Gus Sayhan untuk memastikan apa yang di katakan Zahra.
" Gimana?"
" Kata suami mu boleh, tapi kamu gak boleh kecapean "
" Mana ada sih orang main ke pantai capek "
" Ada lah, kalau dia nyuruh ombak untuk bersatu sama daratan "
" Kamu ini ya ada-ada saja, "
Kedua wanita yang menggunakan cadar itu pun mulai melangkahkan kakinya menuju mobilnya akan membawa mereka pergi ke pantai. Rencana pergi ke pantai sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari.
Tepi Zahra yang tak kunjung mendapatkan izin dari suaminya pun mencoba meminta izin dengan cara bagaimana pun, dan pada akhirnya ia mendapat izin.
" Bismillahirrahmanirrahim " Ucap Zahra ketika mobil yang di kendarai mereka meninggalkan halaman pesantren.
Tidak menunggu lama, mereka cuman membutuh kan waktu tiga puluh menit untuk sampai di pantai yang di maksud syakila.
" Alhamdulillah akhirnya sampai juga " Ucap Syakila yang menurunkan kakinya untuk menginjak pasir pantai ini.
" Masya Allah cantik banget"
" Ayok kesana, disana angin sepoi-sepoi nya enak banget" Ajak Syakila.
Mereka tidak berdua ke pantai ini, karena dalam kondisi hamil yang cukup besar membuat Zahra harus di temani beberapa orang yang di utus oleh suminya.
" Ra kita Poto yok, di sini indah banget "
" Iya, tapi bantu aku untuk bangun dulu" Dengan cepat syakila membantu Zahra untuk bangun.
" Mbak minta tolong Potoin doang " Syakila Meninta tolong kepada orang suruhan Gus Sayhan.
çekerek 3x
" Terimakasih " Ucap syakila mengambil ponselnya" Ra ayok lihat ini, bangus banget. Masya Allah "
" Mbaknya Jago banget ambil potonya " Puji Zahra.
" Masya Allah, ternyata ini orangnya yang sering buat Syahan uring-uringan "
" Maksudnya gimana?"
Syakila menceritakan tentang Gus Syahan, sebelum ia terkenal sampai saat ini. Dulu ia sangat anti yang namanya kamera, tapi makin kesini ia sudah terbiasa dengan semua itu.
Ya, walaupun begitu. Di akun media sosial nya ia, sangat jarang mengaplod potonya. mungkin bisa di itung Poto yang terpampang di akun media sosialnya.
Selesai dari pantai, Mereka memutuskan untuk kembali ke pesantren. tapi sebelum ia kembali ke pesantren, Zahra melihat sebuah restoran dan singgah.
" Kil, kamu mau apa ?"
" Yang enak menurut mu aja Ra, Soalnya aku jarang makan di tempat seperti ini " Ya, walaupun sedikit mengkerut kan keningnya, tapi ia tetap memilihkan menu untuk Syakila.
" Masak kamu jarang makan di tempat seperti ini sih kil?" Tanya Zahra tidak percaya.
" Iya Ra, Jangan kan makan di tempat seperti ini, keluar rumah aja aku jarang Ra, tapi semenjak kamu ada di pesantren, aku sering keluar deh. "
" oo, tapi masak kamu gak pernah pergi jalan-jalan gitu sama Gus Sayhan atau pun Aisyah"
" Kami gak pernah keluar Ra dari lingkungan pesantren. Tapi kalau kami mau keluar itu harus di temani ummi atau orang pengurus pesantren, Dan juga kalau keluar juga pasti membeli yang sangat kami butuhkan "
" Terus kan sekarang kamu udah bisa kelaur tanpa di temani orang rumah kil, Jadi sering dong ke tempat seperti ini "
" Gak Ra, Sama sekali gak pernah, Karena aku risih di lihat orang-orang, yang walaupun mereka gak liat aku, tapi aku risih aja gitu. "
" Ternyata aku baru menyadari sesuatu "
" Apa ?"
" Kamu itu anak introvett " Ucap Zahra dan mentertawakan apa yang ia ucapkan sendiri.
" ngawur kamu Ra "
****
terimakasih sudah mampir 🤍
jangan lupa like vote and comments 🤍
Maaf tidak sesuai bayangan kalian 🙏