Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
84



tok tok


Suara ketokan pintu terdengar dari luar, Zahra tak cepat bangun dari duduknya, karena perutnya yang semakin membuatnya sesulit untuk berdiri dari duduknya, tidak seperti dulu.


" Siapa?" Tanya Zahra dari dalam, karena jujur saja bangun dari duduknya sangat membuatnya kewalahan. Hanya ini yang ia bisa Zahra lakukan, selalu bertanya siapa yang mengetok pintu kamarnya.


Tidak sopan? tapi ya mau gimana lagi, toh ini bukan kemauan sendiri. dan orang di ndalem ini juga paham dengan apa yang di alami Zahra, jadi tidak ada yang keberatan.


" Ini ummi nak "


" ummi masuk aja, pintu tidak di kunci" kata Zahra mempersilahkan sang mertua untuk masuk. ummi siti yang mendengar itu pun langsung membuka pintu, dan berjalan ke arah zahra.


" Maaf ummi, Zahra tidak bisa membuka ummi pintu dan maaf tadi Zahra berteriak"


" Tidak apa nak, ummi paham apa yang kamu rasa. " Ummi siti tersenyum ke Zahra. " Di depan ada Syakila mencari mu nak ?" Jawab ummi siti.


" iya ummi. Zahra akan kesana, Zahra bersiap dulu " ucap Zahra dan berusaha bangun dari tidurnya, melihat sang menantu sulit bangun dari duduknya, ummi siti langsung membantu.


" Terimakasih ummi" Zahra berjalan untuk mengganti pakaian, karena ia hanya memakai baju tidur. Tangannya ada di pinggangnya, setiap bernapas seperti ia membuang napas, dan berusaha mengatur napasnya.


****


" Maaf membuat mu untuk menunggu" Ucap Zahra yang melihat Syakila, ia belum menyadari ke hadiran kyai Gofur.


" Tidak apa, aku tahu ibu hamil seperti mu pasti sangat kewalahan duduk bangun" Jawab Syakila mengerti kondisi Zahra.


Zahra terdiam. ia melihat kyai Gofur juga hadir di sini. Ada apa ini? apa jangan-jangan kyai Gofur ingin mengutarakan keinginannya pada sang mertua, Ibrahim.


" Nak mari duduk " Suruh Ibrahim.


" Ummi ambilin kamu teh dulu ya" Ucap ummi siti setelah membantu Zahra untuk duduk.


" Tidak perlu ummi, ummi di sini saja " tolak Zahra menyuruh sang ummi duduk di dekatnya.


Kyai Gofur melihat ke arah Zahra, Zahra seperti menghindari kontak mata dengannya. Tapi itu semua tidak membuat niatnya untuk minta maaf pudar begitu saja.


" Nak Zahra bagaimana kabarnya?" tanya kyai Gofur mencari topik.


" Bagaimana keadaan istri mu ?" tanya ummi siti.


" Alhamdulillah ia baik, hanya saja ia ada urusan yang gak bisa di tinggal kan. Jadi ia tidak bisa ikut "


" Ooo gitu toh, emang bener sih dari dulu di selalu sibuk, jarang sekali memiliki waktu luang " Jelas ummi siti.


Syakila melihat ke arah Zahra, seperti ia berbicara dengan bahasa isyarat. Apa kah kamu baik?. Itu kira kita yang ingin syakila ungkapan.


khem khem khem


Syakila berdehem sedikit keras, membuat pasangan paruh baya itu melihat ke arah nya. " Ummi Abi, Sebenernya tujuan kami kesini selain silahturahmi, kami juga memiliki tujuan lainnya. "


" Apa itu nak, Apa kedatangan mu kesini ingin mengundang kami ke pernikahan nak Syakila, Gofur?" Tebak Ibrahim.


deg


Pernyataan yang di berikan Ibrahim membuat Zahra mengangkat kepalanya, ia melihat ke arah Syakila langsung. apa bener Syakila apa menikah?. itu artinya ia tak perlu memikirkan apa yang di katakan kyai Gofur tempo hari.


" Tidak tidak bukan begitu Ibrahim. Kedatangan kami kesini itu.. " Kyai Gofur menjeda ucapannya ia melirik ke arah zahra.


" Kalau bukan tentang pernikahan nak Syakila lalu tentang apa ?" tanya ummi siti.


Kyai Gofur dan Syakila terdiam. Kenapa jadi membahas tentang pernikahan? ini tidak ada kaitannya sama sekali.


" Maaf nak Zahra atas kejadian tempo hari"


***


Terimakasih sudah mampir 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍


Semoga suka 🤍


VOTE DONG MUMPUNG HARI SENIN 😏