Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
57



" ZAHRA CUKUP" teriak ayu, yang dari tadi diam melihat apa yang di lakukan sahabatnya ini. " Anak siapa itu ? "


Zahra terkejut mendengar teriakan ayu, ia langsung melihat ke arah sahabat karib nya.


" Kamu kenapa ngelakuin ini Ra, kamu tahu hukum nya apa ? dan apa sekarang" ayu menagis tersedu sedu, ia tak bisa menahan diri nya lagi.


Air mata itu tumpah, ia memeluk sahabatnya dengan kasih sayang dan penuh luka dengan apa yang dia lakukan sahabatnya ini.


" Ra kenapa kamu ngelakuin ini semua hiks hiks " Di sela sela tangisannya.


" Ayu ak"


" Assalamualaikum, nak kamu kenapa ?" tanya Maryam, setelah masuk ke dalam ruangan ini " apa terjadi sesuatu, kenapa kalian menagis seperti ini " panik nya ketika melihat kedua anak perempuan nya ini menagis.


" Zahra hamil bunda "


deg deg


Bukan Zahra yang berkata melainkan ayu, sungguh ia tak bisa membendung beban apa yang telah di laku kan sahabatnya ini.


" Apa hamil ?" tanya Maryam dengan mata berkaca-kaca.


" iya bunda, Zahra hamil " Jawab Zahra, tersenyum.


" Alhamdulillah" Maryam langsung memeluk dan mencium kening anak nya, ia sangat bahagia karna akan meminang cucu.


Melihat reaksi yang di tunjukan bunda Maryam membuat ayu bingung, kenapa bunda Maryam tidak memarahi Zahra? apa ada sesuatu yang ayu tidak tahu tentang sahabat?.


Zahra melirik ke arah ayu, terlihat jelas di mukanya penuh dengan tanda tanya, dan kebingungan.


Zahra melepas pelukan dari sang bunda " Bunda Zahra mau makan bubur ayam" Zahra sengaja mengatakan itu kepada sang bunda karena ia harus menjelaskan semuanya pada ayu.


" Baiklah, cucu ku ini mau makan bubur ayam, nenek akan menuruti nya " ucapnya sambil mengelus perutnya sang anak.


" Ya udah bunda tinggal dulu nya. " pamit bunda Maryam dan bergegas pergi. setelah bunda Maryam pergi, Zahra melihat ke arah sahabat yang hanya diam saja melihat sikap Bunda Maryam.


deg deg


" Menikah? " Tanya ayu dengan terkejut, lagi lagi ia mendengar fakta yang sangat tidak baik untuk jantung nya.


Zahra menjawab dengan anggukan kepala " iya, aku sudah menikah, beberapa bulan yang lalu" terang Zahra lagi.


" Tega kamu Ra, hal sepenting ini kamu rahasiakan dari aku, apa kamu tidak menganggap aku sebagai sahabat ?" kata ayu, hatinya sekarang di Landa kesedihan, kenapa sahabatnya ini tidak menceritakan hal terpenting dalam hidup nya. apa bener dia menganggap dirinya sahabat?.


" Bukan begitu yu, tap"


" karena aku tak penting bagi mu, dan tak pantas mengetahui hal sepenting ini, Aku kecewa Sama kamu Ra "


" Bukan begitu Yu, tapi semuanya terjadi begitu saja dan aku tidak bisa menolak nya " Jelas Zahra dengan air membasahi pipinya.


" Setidaknya kamu memberitahu aku Ra " Ucap ayu penuh kekecewaan.


Zahra hanya menundukkan kepala, ia tahu betapa kecewanya ayu pada dirinya. ia tahu dirinya salah tapi ia juga tak tahu harus berbuat apa, hanya kata maaf yang bisa di ucapkan Zahra. "maaf "


Ayu melihat sahabatnya menundukkan kepala dengan air mata penuh dengan penyesalan, membuat ayu merasa bersalah, tak seharusnya ia bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Ayu mendekat, lalu memeluk sahabatnya.


" Maaf, tak seharusnya aku bersikap seperti ini"


" Tidak Kamu berhak bersikap seperti ini, maaf aku mengecewakan mu "


" Aku tahu ini pasti berat untuk mu " Ayu memeluk erat tubuh sahabat ini. Zahra tak henti hentinya berkata maaf pada ayu.


" Sudahlah, semua sudah berlalu. yang terpenting semua pikiran kotorku tentang mu tidak bener " ucap ayu.


" Assalamualaikum"



minta tolong like bagian ini ya guys 🤗.. terimakasih sudah mampir dan semoga suka dan semoga kalian betah...