Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
87



Hari demi hari mereka lalui. tak terasa kandungan Zahra sudah berusia tujuh bulan. Kemarin malam mereka telah melakukan pengajian tujuh bulanan Zahra.


Banyak keluarga yang berkumpulnya disini. Tapi karena mereka ada urusan yang harus di urus membuat satu persatu dari mereka mulai meninggalkan lingkungan pesantren.


Rasa syukur selalu di ucapkan Zahra, banyak banget kejadian yang harus kita Alhamdulillah kan. Mungkin doa kita tidak di kabulkan oleh Allah saat ini, tapi ingatlah jangan putus asa, Allah menginginkan kita untuk selalu berdoa padanya di saat kita tidak butuh atau pun tak butuh.


" Mas hari ini aku bahagia banget" Ucap Zahra pada Gus Sayhan.


" Apa yang membuat istri ku bahagia hari ini?"


" Bahagia saja, banyak keluarga kita yang berkumpul di acara tadi malam, dan bisa berbagi cerita, intinya banyak banget yang buat aku selalu mengucapkan Alhamdulillah "


" Berarti hari-hari sama mas gak bahagia gitu?" Tanya Gus Sayhan menggoda istrinya.


" Bukan begitu, aku sangat bahagia, bahagia banget. kamu adalah surgaku " Jawab Zahra tersenyum dan memeluk lengan suaminya.


" Khem gini nih, kalau orang yang sedang di mabuk cinta, dunia terasa milik berdua " sindir Ibrahim, Zahra yang mendengar itu tersimpu malu, Tapi lain halnya dengan Gus Sayhan.


" Kayak gak pernah saja " Sahut Gus Sayhan.


" Kalau dulu ummi sama abi itu lihat tempat, gak kaya kamu " Jawab Ibrahim tak mau kalah.


" Kamu ya mas, aku heran lihat kamu suka banget ganggu anak sendiri " sahut ummi siti.


" Tapi itu kenyataannya Siti"


" Maklum saja nak, faktor umur jadi lupa kalau dia juga pernah seperti kalian"


***


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"


" Nak Malik, apa kabar nak ?" Tanya ummi siti melihat siapa yang mengucapkan salam padanya.


" Alhamdulillah baik, ummi sendiri?" Tanya Malik, Kenapa ia memanggil ummi dengan sebutan ummi, karena semua anak sahabatnya memanggilnya dengan sebutan ummi.


" Alhamdulillah ummi baik nak, ayok masuk, mungkin ummi mu sedang menunggu ummi"


Keduanya masuk kedalam ndalem, ummi siti mempersilahkan Malik untuk duduk, dan ia pergi memanggil ummi Malik. Tapi Malik tidak sendiri di sini, ia di temani oleh Ibrahim.


" Alhamdulillah baik "


" Sekarang nak Malik masih kuliah atau ada kesibukan lain "


" Alhamdulillah bentar lagi wisuda Abi "


" Alhamdulillah. Kira-kira rencana nikah kapan nih ?"


"Kalau itu belum tahu Abi hehe "


Sedangkan Zahra bersama Gus Sayhan saat ini baru saja keluar dari kamar mereka, untuk jalan-jalan sekitar pesantren. Mereka mulai mengayunkan kakinya untuk keluar rumah, tapi sebelum sampai pintu kakinya berhenti melihat ada tamu yang duduk bersama sang Abi.


" Nak mau kemana ?" Tanya Ibrahim.


" Mau jalan-jalan Abi " Jawab Gus Sayhan.


" Sini dulu, kenalin ini nak Malik anak ummi Fatma " Mendengar apa yang di katakan sang Abi, Gus Sayhan pun mengajak Zahra untuk duduk bergabung berbincang sebentar.


" Salam kenal, saya Sayhan dan ini istri saya Zahra " Kata Gus Sayhan memperkenalkan dirinya dan juga istrinya. Gus Sayhan menjabat tangan Malik dan Zahra menyatukan tangannya.


" Malik, anak ummi Fatma " Jawab Malik, Mali melihat Zahra, sepertinya ia pernah bertemu dengannya sebelumnya. " Apa kita pernah bertemu?" Tanya Malik pada Zahra.


" Saya rasa ini adalah pertemuan pertama kita " Jawab Zahra, melirik suaminya yang melihat ke arahnya. Tapi Malik seperti mencoba mengingat di mana ia pernah bertemu dengan Zahra.


" Ah ia kita pernah bertemu di Jakarta, Zahra sahabat ayu kan ?" tanya Malik memastikan apa kah ia bener atau tidak.


" Ayu? " Tanya Zahra sedikit terkejut mendengar nama sahabat. Apa Malik tahu sesuatu tentang Zahra.


" Iya, ayu yang sering berantem sama Bayu, tapi kita tidak tahu rencana Allah, dan sekarang mereka terikat dalam ikatan halal"


****


Terimakasih sudah mampir 🤍


semoga suka 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍


Maaf kalau gak nyambung 🙏 jujur gak tahu mau ngide apa lagi...