
Sepulang dari tempat acara, baik Gus Sayhan maupun Zahra memilih untuk penginapan di rumah orang tuanya.
" Assalamualaikum bunda" Sapa Zahra pada sang bunda.
" Waalaikumsalam warahmatullahi sayang " Jawab Maryam sedang senyum, menyambut menantu dan anak nya ini " Ayok masuk " Kedua pasutri itu menurut saja.
" Ayah belum pulang Bun ?" Tanya Zahra.
" Belum, mungkin Ayah mu pulangnya bada isya nak " Zahra hanya ber'o' saja.
" Ya udah, Zahra ke kamar dulu ya Bun "
*
*
Kedua pasutri itu, melaksanakan rutinitas yabg selalu mereka lakukan setiap magrib, mulai sholat magrib, mengaji, dan diakhiri dengan doa. sembari menunggu azan isya.
Selesai melaksanakan rutinitas mereka. Kedua pasutri ia turun dan menuju meja makan.
" Ayahhh.... " teriak Zahra dari arah tangga melihat sang ayah yang duduk di kursi ruang tamu.
" Aduh, anak ayah ini udah gede tapi masih aja manja" Menerima pelukan dari anak semata wayangnya ini.
" Zahra kangen tahu sama ayah, setiap Zahra pulang ayah gak pernah ada " ucap Zahra melepas pelukan nya dan menekuk wajahnya.
" Ya maaf, soalnya akhir ini ayah sedikit sibuk " Jawab sang ayah, memeng bener adanya setiap Zahra pulang pasti sang ayah tidak akan pernah ada di rumah.
" Gimana kabarnya Gus ?" Tanya Ahmad pada Gus sayhan.
" Alhamdulillah baik yah,"
" Alhamdulillah, Kalau anak ku ini gimana kabarnya " Tanyanya pada Zahra menyentuh hidung Zahra.
" Ayah ..!!! " Kesal Zahra " Zahra baik yah, ayah itu gak boleh terlalu sibuk, kasian bunda di tinggal sendiri mulu "
" Dengerin tuh apa kata anak nya " timpal Maryam yang baru datang.
" Iya iya, ayah denger kok"
*
*
" Sayang, aku mau makan Martabak " Pungkas Gus Sayhan tiba tiba.
" Pesen online aja mas " Jawab Zahra, karena ini sudah menunjukkan jam sepuluh malam, membuat Zahra sangat malas keluar rumah.
" Tapi Saya mau nya makan di tempat" timbal Gus Sayhan lagi.
" Ya udah, mas pergi aja sendiri, aku males keluar malem mas, "
" Tega kamu yang " Ucap Gus Sayhan dan menyelimuti badannya dengan selimut .
Zahra yang melihat kelakuan suaminya pun hanya terheran heran. Apa susah nya coba tinggal pesen online? kenapa harus makan di tempat? di tambah lagi ini sudah larut malam.
Zahra mulai memejamkan mata nya, dan baru saja Zahra mau menuju alam mimpi, suaminya malah merengek untuk minta di temenin.
" Sayang, kamu udah tidur belum ? Sayang ?"
" Apa sih mas!! tidur udah malam!! "
" Gak saya mau martabak, gak mau tidur " Zahra membuka matanya dan menatap ke suami nya ini.
" mas kenapa sih, ini udah malam, tidur!!! Yang jual martabak juga pasti udah pada pulang " elak Zahra.
" Gak, di deket Apartemen jual nya dua puluh empat jam. " Jelas Gus Sayhan gak mau kalah.
" Ya terus, kita pulang ke apartemen gitu ?" Gus Sayhan menganggukkan kepalanya, gemas seperti anak kecil yang minta di belikan mainan.
" Tapi ini udah malam mas, bunda sama ayah pasti udah tidur "
" Gak !!! bunda sama ayah belum tidur " kekeh gus sayhan.
" ok baiklah, bersiap lah kita akan pergi " Gus Sayhan langsung tersenyum melihat ke arah istrinya. Zahra memilih untuk menuruti apa kata suaminya.
Walaupun dengan muka malas nya, Zahra seperti mempunya bayi gede, ketika mengingat tingkah suaminya ini malam ini. dan sangat menggelikan.