
...~ happy reading ~...
Budayakan like sebelum baca ya 😊 dan jangan lupa vote dan bunga mawar nya.
Seperti biasa, kegiatan sehari hari Zahra hanya kuliah, setelah itu pulang, dan sesampainya di di apartemen ia mengerjakan tugasnya sebagai istri.
Sedangkan Gus Sayhan, sekarang di sibukkan dengan aktivitas seperti biasanya. Selesai ngajar di pesantren Gus Sayhan biasa akan ada agenda lain, seperti mengisi kajian dan juga mengisi acara seminar.
Zahra memahami pekerjaan sang suami, jadi tidak ada salah nya sang suami menutupi pernikahan mereka.
Tapi baru baru ini, suaminya membagikan kebersamaan mereka ketika di suatu perbelanjaan, dan itu sangat membuat Zahra kewalahan menghadapi curhat sang sahabat.
Sahabat nya ini sangat cemburu, hanya sebuah postingan bisa membuat hatinya teriris. tapi satu yang tidak di ketahui sahabat ini, bahwa wanita yang membuat dia cemburu itu ada di depannya saat ini.
" Yu, udah dong, gak malu apa di lihatin sama semua orang" Zahra sangat risih melihat orang orang yang melihat ke arah mereka, apa lagi mereka sekarang berada di taman.
Ayu mengusap air matanya " Tapi sakit lho Ra," Ayu terus mengusap air matanya.
" apa lagi kamu tahu siapa wanita di dalam Poto itu, pasti kamu makin terluka yu, apa saat itu juga kamu akan membenci perempuan itu, yang tak lain adalah aku, sahabat mu sendiri. " batin Zahra.
" Udah ya, sekarang kita lebih baik pulang, hari sudah mau gelap. nanti mama nyariin kamu" Zahra mencoba membujuk sahabat nya ini.
Akhirnya ayu mengagukan kepalanya, sebagai persetujuan bahwa ia mau untuk pulang. kedua perempuan itu masuk ke dalam mobil, dan Zahra mengambil alih untuk menyetir.
" Kamu mau makan dulu, atau mau langsung pulang? " Tanya Zahra.
" Pulang aja, Ra. " Zahra menurut saja. sampai di rumah ayu, Zahra langsung pamitan pulang kepada kedua orang tua ayu, dan juga ayu.
Zahra pulang mengunakan taksi, sesampainya di apartemen dan melihat sang suami duduk di ruang tengah.
" Assalamualaikum " Ucap Zahra ketika pintu apartemen terbuka.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab Gus Sayhan. dan berdiri menyabut kepulangan sang istri.
" Kok tumben mas udah pulang?" Tanya Zahra heran karena Jadwal suaminya ini sangat padat.
" Alhamdulillah, hari ini Jadwal mas tidak terlalu padat. " Jawab Gus Sayhan memeluk sang istri dan tak lupa memberikan kecupan di kening sang istri.
" Mas lepas dulu, Zahra mau bersih dulu" suruh Zahra, agar sang suami melepas pelukannya.
" Ya udah, sekarang kita mandi bareng ya?"
" Tapi-"
" Gak ada tapi tapian sayang"
Gus Sayhan langsung mengendong sang istri dan langsung membawa sang istri masuk ke dalam kamar.
***
Kedua pasutri itu duduk berhadapan di atas sajadah. Mereka mulai melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an secara bergantian.
Ya, itu lah kebiasaan pasutri itu setelah selesai melaksanakan sholat. Selsai membaca Alqur'an, dan di lanjutkan dengan doa, tak lama kemudian terdengar suara azan isya berkumandang. Dan setelah itu mereka langsung melaksanakan sholat isya berjamaah.
" Mas aku siapin makan malam dulu ya," ucap Zahra setelah membereskan perlengkapan sholat nya.
" Sayang tunggu, aku ikut " Zahra hanya menurut. " ayok"
" Sayang, Kita makan pakai satu piring berdua ya "
Zahra hanya menurut saja, Semenjak kepulangan Aisyah dari sini, suaminya tidak mengizinkan istrinya menyajikan dua piring lagi, mereka selalu makan satu piring berdua.
Zahra tidak mempermasalahkan hal itu. Makan satu piring bersama pasangan itu tidak terlalu buruk bukan ? apa lagi pasangan halal.
Jomblo mah apa? cuma bisa nangis di pojokan.! wkwkw
Acara makan makan kedua pasutri itu pun akhirnya selesai juga. Mereka kembali ke dalam kamarnya.
Zahra mengerjakan tugas kuliah nya, dan seperti biasa Gus Sayhan sibuk dengan laptop nya.
Hening .... Gus Sayhan dan Zahra sama-sama fokus mengerjakan urusan masing masing. tak terasa jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam.
" Eeughh akhirnya selesai juga " Ucap Zahra menggeliat, dan menarik tangannya ke atas.
" Sudah selesai sayang?"
" Iya mas, Alhamdulillah sudah selesai" Zahra merapikan buku bukunya dan memasukan keperluan kuliah nya untuk besok ke dalam tasnya.
" Sini" Zahra naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di samping sang suami.
" Gimana hari ini?" Tanya Gus Sayhan sambil mengelus rambut sang istri.
" huu cukup melelahkan, Mas tahu, sahabat aku ayu, suka sama mas, dia melihat postingan mas, dan mas tahu di nangis lho, cerita sama aku "
" Oh, ya, kamu gak cemburu sayang?"
" Cemburu? untuk apa ?"
" Ya aku kira kau bakalan cemburu Karena sahabat menyukai ku"
" Zahra gak cemburu, tapi Zahra takut "
" Takut kenapa? hmm"
" Zahra takut kehilangan Ayu, kalau ayu tahu yang sebenarnya mungkin ayu akan membenciku, dan memutuskan persahabatan kami" Gus Sayhan menarik pinggang sang istri membawanya ke dalam dekapan nya.
" Kamu tenang ya, semuanya tidak akan terjadi " Ia mencoba menenangkan sang istri.
Dulu ketika sedih dia akan menyendiri, tidak ada yang menenangkan dirinya seperti saat ini. beruntung ia memiliki suaminya yang sangat peka terhadap dirinya.
" Tapi aku takut kehilangan Ayu mas"
" Mas pastikan itu tak akan terjadi, Mas janji "
****
**maaf kalau alurnya berantakan 🙏 dan mungkin tak sesuai ekspektasi Kalian. Jujur nulis novel ternyata itu sulit nyari ide:v 😤 tapi nggak papa, saya akan coba sampai novel ini tamat~
Gimana hari kalian ? Semoga menyenangkan 🤍
#salamberkarya....