
...~ happy reading ~...
Terimakasih sudah mampir 🤍
🦩
Terlihat laki laki itu sibuk dengan spatula di tangan nya, siapa lagi kalau bukan Gus Sayhan! Ia sedang asik membuat nasi goreng di pagi ini.
Seperti nya dia sudah fasih memainkan spatula itu. beberapa menit kemudian akhirnya nasi goreng yang ia buat pun akhirnya jadi juga, dia langsung menghidangkan nya, dan setelah itu ia membawanya ke dalam kamarnya.
Ia masuk di dalam kamar, dan ia bisa melihat sang istri masih sangat nyaman dengan tidur paginya ini.
" Sayang bangun udah pagi " Ia menaruh nasi goreng yang tadi dan mendekat ke istrinya.
Zahra menggeliat dan mengucek matanya, dan melihat ke arah suaminya. Gus Sayhan yang melihat istrinya sangat gemas pun mengecup bibir istrinya.
Cup
" Assalamualaikum zaujatiku" ucapnya dengan senyuman, dan tangan satunya mengelus rambut sang istri.
" Waalaikumsalam mas, Aku masih ngantuk mas, " Ia merengek manja.
" Sarapan dulu ya, nanti lanjut tidurnya. " Suruh Gus Sayhan dan mengambil satu porsi nasi goreng yang dia buat tadi.
" Mas masak ?" tanya Zahra langsung mengubah posisi ya menjadi duduk.
" Ia mas lagi pengen masak aja, kamu juga kasian pasti capek, dan tadi mas lihat kamu juga tidur ya nyenyak banget, jadi mas berinisiatif buatin kamu sarapan deh. " Jelas nya, dan kembali duduk di deket sang istri.
" Maaf ya, karna aku mas harus bikini aku sarapan Kanya gini " Ucapnya dengan rasa bersalah.
" nggak masalah sayang, setiap hari pun mau mau kok buatin kamu sarapan, aaaa " Ucapnya sambil menyodorkan sendok ke mulut istrinya.
" Tapi kan na- " Gus Sayhan langsung memotong ucapan sang istri " mas gak masalah sayang "
Kedua pasutri itu kembali menikmati sarapan pagi ya ini yang di buat oleh Gus Sayhan sendiri.
" Kamu gak masuk kuliah? " Tanya gus sayhan.
" Aku masuk siang mas, aku mau tidur lagi boleh ya " Jawab Zahra.
" Biarin di situ aja mas, biar nanti Zahra yang bersihin " ucap zahra, karena tidak mau melihat suaminya membersihkan piring yang meraka pakai sarapan tadi.
Tapi Gus Sayhan seperti tuli tidak mendengar kan ucapan sang istri. Zahra hanya pasrah melihat suaminya membawa piring itu, Tak mau ambil pusing, Zahra kembali menyelimuti tubuh nya.
****
Gus Sayhan sudah rapi dengan pakaian ngajar yang biasa ia pakai. ia melirik sang istri yang masih tidur dengan nyenyak. ia berpamitan dengan memberikan kecupan dan meninggalkan sebuah kertas di atas meja.
~Mas berangkat ke pondok dulu, nanti siang mas jemput .
I love you ♡
Gus Sayhan fokus mengemudi mobil nya, dan tak lama ia pun akhirnya sampai di pondok. Tapi setiap hari, selalu ada yang menunggu dirinya di gerbang pembatas ini.
Hati nya selalu kesal, padahal di sudah mengatakan bahwa dirinya sudah beristri tapi wanita ini selalu menunggu yang setiap hari, dan selalu memberikan makanan untuk nya.
Dan sering kali juga ia selalu menolak itu, tapi sepertinya wanita ini terobsesi dengan dirinya. Walaupun ia menerima makanan itu, akan tetapi dia tidak akan pernah menyentuh makanan itu dan memberikannya pada rekan rekannya.
Ia menarik napas dan turun dari mobilnya, lalu mulai mengayunkan kakinya menuju gerbang pembatas Antara santeriwati dan santeri putra.
" Assalamualaikum Gus" Sapa wanita itu.
" Waalaikumsalam, maaf ustadzah saya buru buru" Jawab Gus Sayhan datar dan langsung mengayunkan kakinya menuju gerbang, tanpa melihat ke arah wanita itu.
" Gus, Kenapa Gus selalu menghindari saya " Teriak wanita itu tak tahu diri.
Gus Sayhan menghentikan langkahnya, ia berusaha bersabar menghadapi wanita ini. Gus Sayhan membalikan badannya, dengan muka tidak ramah.
" Saya selalu bilang pada ustadzah, kalau saya laki laki beristri, jadi tolong jauhi saya. " ucapnya penuh penekanan dan sangat dingin.
" Saya tidak percaya kalau Gus Sayhan sudah menikah? Karana saya tidak pernah melihat artikel tentang pernikahan Gus Sayhan" Jawab Wanita yang di panggil ustadzah itu. Memang apa yang ia kata kan itu bener, karena pada dasarnya orang yang bersangkutan belum mempublikasikan pernikahan nya.
" Pernikahan saya sudah berlangsung tiga bulan lamanya, kenapa tidak ada artikel dengan tentang pernikahan saya, kerena Saya pribadi tidak mau wajah istri saya menjadi konsumsi publik.
Jika anda tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan itu adalah hak anda, dan ini bukti bahwa saya laki laki beristri. " Jelas Gus Sayhan memperlihatkan cincin di tangan nya dan melangkah kan kaki nya untuk pergi meninggalkan sang ustadzah.
**