
Setelah kepergian Gus Sayhan, dua wanita yang berstatus mertua dan menantu itu pun, lebih leluasa berbicara apa pun yang mereka mau tanpa ada timpalan orang lain.
" Tapi beneran kan ummi udah baik kan. " Tanya Zahra.
" iya nak, ummi sudah baik kan, tak perlu khawatir ummi, dan sekarang apa yang kamu rasakan ?" tanya balik ummi.
" Gak ada sih ummi, cuma di pagi hari, Zahra masih sering muntah muntah "
" itu wajar nak, ummi juga dulu begitu. "
Perbincangan seputar kehamilan ummi siti pun berlanjut, dan cerita masa kecil Gus Sayhan pun di cerita semuanya oleh ummi siti.
" Maaf, saya ganggu, ini minumnya non. " ucap ART Zahra.
" Makasi ya bık, " ucap Zahra.
" sama sama non, kalau begitu saya permisi dulu ya non " Pamit ART.
kedua wanita itu melanjutkan ceritanya, seperti tak akan ada habisnya cerita dua wanita ini. Tapi ya, begitu lah wanita, bercerita dan terus bercerita, tanpa memperdulikan luka.
***
" apa kabar Ibrahim?" tanya Ahmad, memeluk sahabat kecilnya ini.
" Alhamdulillah Ahmad baik, masih di beri waktu untuk melakukan hal hal nya baik"
" Alhamdulillah, semoga Allah memberkahi umur kita ini aamiin" empat puluh orang bilang aamiin, aamiin.
" Bagaimana dengan bisnis mu ?" Tanya Ibrahim, setelah mereka duduk dan beberapa cemilan ada di meja.
" Alhamdulillah lancar him. "
" Tapi ingatlah jangan pernah terlena dengan dunia, karena dunia sifatnya fana. "
" iya, aku tahu him, ini semua hanyalah titipan dan semuanya akan di pertanggung jawaban kan kelak. "
Ya, begitu lah persahabatan mereka, sehat, dan selalu mengingat kan tentang akhirat. sebaik baiknya sahabat ia lah, ia yang selalu mengajak mu menuju kebaikan.
" lho nak, ummi mu mana ?" tanya Ibrahim melihat Gus Sayhan bergabung bersama mereka.
" Ada di dalem Abi, Abi beneran kan ummi udah baikan " tanya Gus Sayhan masih menghawatirkan sang ummi.
" Ya, gimana ya nak, sebenernya ummi mu di suruh istirahat full sama dokter, tapi ya mau gimana lagi "
Gus Sayhan menghelekan napas pelan.
" Bagus lah Abi, setidaknya ini bisa membuat Sayhan tenang "
" Berdoa saja semoga semuanya baik baik saja, Aamiin. "
**
"Assalamualaikum " Ucap Maryam masuk kedalam kamar Zahra.
" Waalaikumsalam warahmatullahi " Jawab Zahra dan ummi siti.
" Maaf saya tidak bisa menyambut kedatanganmu, "
" Tak apa, Bagaimana kabar mu ?"
" Alhamdulillah baik, seperti yang kamu lihat. kamu sendiri bagaimana ?"
" Alhamdulillah saya sudah membaik kan "
Zahara terharu melihat pemandanga di depannya, mertua dan bundanya sangatlah akrap. Tak terasa air mata Zahra keluar tanpa izin.
" kamu kenapa nak? ada yabg sakit, yang mana ? " tanya Maryam panik. ia langsung memeriksa tubuh Zahra.
" Zahra baik baik aja Bun, " ucap Zahra menghapus air matanya.
" Tapi kenapa kamu menangis nak, apa ada yang sakit?" tanya ummi siti.
" Zahra baik baik saja, ummi bunda. " Jawab Zahra melihat mertau dan bunda. " Zahra hanya terharu saja, melihat ke akraan bunda dan ummi, Zahra bahagia dikelilingi orang orang baik, Zahra sangat bahagia " jelas Zahra panjang lebar, dan air mata itu terus mengalir, membuat kedua wanita paruh baya ini pun ikut merasakan apa yang di rasakan Zahra saat ini.
" Terimakasih bunda telah menyayangi Zahra, dan terimakasih ummi telah menyayangi Zahra seperti anak kandung ummi sendiri, terimakasih. "
Ruangan yang bernuansa putih ini, jadi saksi tangis haru ketiga wanita ini.
Bersyukurlah Karena kita masih di berikan keluarga yang lengkap, yang menyayangi kita semua. percayalah, jika menurut mu hidup sangat lah susah untuk di jalani, maka perbaiki lah sholat mu, dan dekat kanlah diri pada Allah SWT.
Dimana pun kamu berada, **kamu hebat, kamu bisa jalani semua ini, aku bangga pada mu, dan aku percaya pada muuu♡
Terimakasih sudah mampir ♡**
mau rekomendasiin aplikasi untuk sholawat dan zikir 😅🤗
semoga bermanfaat 🤍