
...~ happy reading ~...
Sarange sekebon ๐๏ธ
๐ฆฉ
" Turunkan nada suara mu" Ia mengubah posisi nya menjadi duduk.
Zahra hanya bisa menangis sambil menutup mukanya dengan tangan nya dan menekuk kedua kakinya. " Tolong Jangan diami aku seperti ini. " Isak nya dalam tangisnya.
Gus Sayhan lalu mendekati dan memeluk istrinya. Zahra yang mendapatkan kan pelukan pun, membuat tangisannya menjadi jadi.
Tak ada kata kata yang keluar dari mulut Gus Sayhan. ia hanya memeluk tanpa berkata. Zahra melepas pelukan suaminya dan melihat ke arah suaminya.
" Kamu kenapa mas ?, aku minta maaf, telah membuat hatimu tersinggung" Dengan deraian air mata Zahra menatap suaminya ini.
Gus Sayhan kembali memeluk istrinya, " Maaf " kata itu akhirnya keluar dari mulut Gus Sayhan. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia menjadi seperti ini. padahal ini masalah sepele tapi seperti masalah besar.
Air mata itu terus saja keluar dari matanya. pelukan hangat ya menenangkan dirinya sekarang kembali membuat air matanya mengalir deras ketika mendengar suara suaminya.
Setelah lama dalam pelukan mereka, akhirnya kedua pasutri itu tenang. tak ada suara tangisan lagi.
Zahra melihat kearah suaminya ini. dan juga sebaliknya suaminya juga begitu.
" Maafin Zahra mas, karena jujur Zahra belum siap kehilangan sahabat Zahra, kalau pernikahan kita di ketahui orang lain. "
" Kamu gak salah sayang, mas yang salah, terlalu memaksa kamu, mas janji, mas akan lebih ngertiin kamu " Janji Gus Sayhan memegang kedua tangan istrinya.
" Zahra juga janji akan ngertiin mas Sayhan. "
****
ููุจูุงู ููู ุงูฐููุงู ุกู ุฑูุจููููู ูุง ุชูููุฐููุจูฐูู
fa bi-ayyi aalaaa-i robbikumaa tukazzibaan
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Senandung laki laki yang berpakaian seperti yang di kenakan Bayu. Tepat di belakang tempat Bayu berdiri.
" Astaghfirullah " Bayu mengelus dadanya ketika mendengar senandung teman ya ini. " Kamu ini, membuat saya kaget saja" Ucap Bayu.
" Memang kalau laki laki sudah menatap wanita pujaan hatinya, ia tak akan pernah melirik ke sana kemari. "
" So tahu kamu"
" Emang bener, kalau gak kamu pasti tidak akan terkejut mendengarkan senandung ku tadi, dan kamu pasti menyadari kehadiran ku disini "
" Sudah lah Malik, mendingan kamu ikut aku deh " Bayu menarik tangan Malik untuk mengikuti nya.
" Kemana ? aku harus ada pulang ada acara di rumah " Tolak malik secara halus.
" Tolong bantu aku sekali ini saja, ok" Ucap Bayu memohon.
Mau tak mau Malik pun mengikuti kemana teman beberapa bulan ini ia kenal. Malik sosok pemuda yang taat pada agam nya. oleh sebab itu Bayu berteman dengan karena ingin belajar tentang agama lebih dalam.
Kedua pemuda itu masuk kedalam mobil, Setelah beberapa saat kemudian bayu pun menyalakan mobilnya dan mulai mengikuti mobil yang ada di depannya ini.
" Kamu katanya paham agama, tapi su'uzon terus sama teman " Bayu sendiri haran kenapa temannya ini bisa bisa nya su'uzon
" Bukan gitu tapi jaga jaga aja gitu "
" Ente kadang kadang ente"
Bayu fokus pada mobil di depan nya ini, sampai mobil yang di Kendari ini berhenti di sebuah apartemen yang cukup terkenal di kota ini.
" kenapa mobil ini ke sini?, apa kau salah ya ?" batin Bayu.
Tapi walaupun henan melanda pikiran nya, ia tetap menunggu orang yang ada di mobil itu ke luar. Dan bener saja orang yang ada di mobil itu pun ke luar dan masuk ke dalam sana.
" lho kenapa kamu ngikutin Gus Sayhan, dan siapa wanita itu ?" Tanya Malik yang syok melihat apa yang ia lihat.
Bagaimana dengan Bayu? Jelas saja dia begitu terkejut, apa hubungan gus sayhan dengan Zahra ?.
" Bayu, apa tujuan kamu mengikuti Gus Sayhan?" tanya Malik menyadari teman nya ini.
" Aku tidak mengikuti Gus Sayhan, tapi aku mengikuti wanita bercadar itu." Ucap Bayu masih dalam ke adaan syok, dan dengan tatapan lurus.
" Untuk apa kamu ngikutin wanita itu, jangan jangan kam- "
" terus su'uzon terus, Aku mengikuti wanita itu karena aku ingin tahu dimana rumah nya " Ucap Bayu kesel, kenapa teman ya ini su'uzon terus pada dirinya.
Bayu memeng tidak tahu dimana rumah Zahra, Karena Bayu selalu sibuk dan tidak pernah terlintas di benaknya untuk mengikuti Zahra pulang.
" Emang kamu kenal dengan wanita bercadar itu ?" Tanya Malik melihat Bayu.
" Iya, aku mengenal ya, dan aku begini karena aku ingin menjadi laki laki yang pantas untuk nya" PD sekali anda Bayu mengucapkan seperti itu. tapi bener karena setiap kali mendekati zahra, ia pasti akan mendapatkan ceramah dari sahabat sang pujaan hati ya.
Ia bertekad akan mengubah dirinya menjadi lebih baik, dan bisa lebih pantas bersanding di samping wanita pujaan hatinya selama ini.
" Subhanallah, Ternyata kamu ingin berubah bukan karena Allah tapi karena seorang wanita, perbanyak lah istighfar, Niat kamu baik untuk berubah tapi jangan Karana manusia, tapi berubah lah karena Allah,
โSesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang di niatkan nya.โ
mencari ridho manusia itu sulit dan pada akhirnya akan mendapatkan yang nama ya kecewa, tapi kalau kita mengejar ridho Allah kita tidak akan pernah mengenal yang nama ya kecewa
Zahra ketika memakai cadar....
Gus Sayhan ketika ngebucin...
****
Terimakasih sudah mampir ๐ค
Jangan lupa untuk selalu bersyukur ๐ค
Bagaimana part ini? komen doang!!!.