Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
78



ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, Gus Sayhan melihat istrinya keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan baju dan bersiap untuk sholawat.


" Masya Allah istri mas cantik banget" Tak hentinya ia mengagumi kecantikan istrinya. ia menatap istrinya dan menutup kita yang sedang ia baca.


" Mas udah jangan menggoda ku, aku mau sholat" Karena kalau tidak di inginkan entah gombalan apa yang akan di lontarkan suaminya lagi.


Setelah beberapa menit kemudian, Zahra sudah menyelesaikan sholatnya, ia menghampiri suaminya yang sedang membaca kita.


" Mas lagi baca apa ?"


"ini" Menunjukan buku itu ke istrinya.


" Rajin banget suami ku ini, semoga kepintaran Abi mu nular ke kamu ya anak, kalau otak bunda jangan ya " Ucap Zahra.


Gus Sayhan terkekeh mendengar ucapan sang istri " Kamu ini ya " Gemes Gus Sayhan menyentuh hidung Zahra.


" Maas!!! nanti merah hidung Zahra" keluh Zahra.


" Habisnya kamu gemesin" kata Gus Sayhan gemes.


tok tok tok


Suara ketokan terdengar dari luar kamar pasangan pasutri ini.


" Mas buka dulu " Gus Sayhan mulai melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya. " Iya ummi ada apa ?" Tanya Gus Sayhan pada sang ummi.


" Ada nak Syakila nyari Zahra. katanya Zahra mau ikut pengajian yang ada di pondok Abi Syakila. "


" Sayhan akan sampaikan ummi "


" Iya nak, kasian nak Syakila nunggu dari tadi"


" Iya ummi "


" Kalau gitu ummi ke ruangan tengah dulu, kasian Syakila sendiri "


" Iya ummi, terimakasih " ucap Gus Sayhan, dan sebelum perngi ummi siti menganggukkan kepalanya, ia tersenyum ke Gus Sayhan dan melangkah kan kakinya..


" Sayang, di luar ada Syakila menunggu mu kata ummi" Ucap Gus Sayhan setelah menutup pintu.


" Syakila? Ada apa emangnya mas ?" Tanya Zahra bingung.


" Aduh kenapa aku bisa lupa ya mas, " Zahra langsung mengganti bajunya, dan segera keluar menemui Syakila.


" Maaf kil, aku lupa kalau ada janji sama kamu " ucap Zahra merasa bersalah.


" Gak apa Ra, kamu udah siapkan?" Ucap Syakila yang melihat penampilan Zahra.


" Iya udah kil, tapii.." Zahra melirik ke suaminya yang dari tadi hanya diam saja.


" saya boleh ikut gak Syakila?" Tanya Gus Sayhan yang ingin tetap bersama Zahra.


" Boleh kok, ayok bentar lagi acara mau di mulai. Ummi Syakila pamit dulu ya, assalamualaikum "


" Kami juga pamit ummi, assalamualaikum " Ketiga anak muda itu pun mulai meninggalkan ruangan ini, hanya ada ummi siti yang masih ada di sini.


" Terimakasih ya Rabb, telah memberikan hamba anak dan menantu yang Sholeh, Terimakasih. "


**


Kendaraan yang di Kendari Syakila berbeda dengan Gus Sayhan dan Zahra. Niat awal Syakila akan berangkat bersama Zahra tapi di Karena Gus Sayhan ikut, jadi rencana awal berubah.


Sesampainya ditempat, Zahra dan Syakila pun bergabung dengan jamaah yang lainnya, begitu juga dengan Gus Sayhan ia juga ikut bergabung bersama jamaah lainnya.


" Lho nak? kamu dari mana ?" Tanya ummi Syakila. yang baru melihat anaknya yang baru ikut bergabung.


Syakila mencium tangan sang ummi, dan di ikuti oleh Zahra. " Hehe iya ummi, ini istrinya Syahan ingin ikut kajian ummi jadi Syakila jemput "


" Maafin Zahra ummi, karena Zahra Syakila jadi terlambat "


" Tak apa nak, Acaranya baru mulai kok"


Zahra dan para jamaah khusyuk mendengar kan ceramah yang sedang berlangsung.


***


Terimakasih sudah mampir 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍


Semoga suka 🤍


Maaf tidak sesuai ekspektasi kalian 🙏