Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
43



...~ happy reading ~...


Semoga hari kalian selalu bahagia 🤍


Saat ini, Zahra sedang menemani suaminya mengisi acara seminar. Awalnya Zahra menolak, tapi karena suaminya terus merengek minta untuk di temani, akhirnya Zahra pun menurut saja.


Zahra hadir sebagai peserta seperti orang pada biasanya. kenapa Zahra bisa menjadi peserta di seminar ini ? Ya, jelas saja suaminya telah merancang ini jauh jauh hari.


Mendingan go publik Gus....!!!


" Mas, nanti aku turun di luar saja, nanti kalau aku turun di dalam orang orang bisa curiga. " Pungkas Zahra, khawatir.


" Senggak mau itu kah kamu? kalau orang orang tahu tentang pernikahan kita?" Ia menatap sang istri dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Bukan begitu mas, " Zahra menatap mata suaminya yang menggambar kekecewaan di sana. " Maaf " Zahra menundukkan, ia tak kuat melihat mata itu. terlebih terlihat ada kesedihan di sana .


Gus Sayhan membuang muka dan memiliki melihat ke arah jendela, ia mengusap wajah nya dengan kasar. Mendengar kata istri membuat moodnya berubah seketika.


Apa sebenernya tujuan istrinya menyembunyikan pernikahan nya ini ? Apa karena sahabat nya itu ? atau ada hal yang lain?.


" Man berhenti disini " Suruh Gus Sayhan pada orang kepercayaan itu. Salman hanya menurut dan memberhentikan mobilnya di luar tempat acara.


Zahra melihat ke arah suaminya, sedang orang yang di tatap menatap ke arah lain. Hatinya sakit melihat itu, tapi ia juga gak mau kalau orang orang tahu tentang pernikahan nya ini, apa lagi kalau sahabatnya tahu.


" Maaf bukan maksud ak-"


" Turun lah, acaranya sebentar lagi akan mulai " Ucapnya tanpa menatap wajah istrinya.


Zahra mengalami tangan suaminya, dan keluar dengan hati yang tak tenang, dan dengan perasaan bersalah.


" Segitu enggak ya kamu sayang" gumam Gus Sayhan ketika pintu mobil sudah tertutup. Zahra melihat mobil itu berjalan dan memasuki halaman tempat acara ini. ia mulai mengayunkan kaki nya dan masuk ke dalam aula.


****


Selesai acara, Zahra memilih untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu, Karana ini sudah masuk waktu sholat.


" Zahra " Panggil orang itu. " Assalamualaikum" ucap pria yang sudah berdiri di dekat Zahra.


" Waalaikumsalam warahmatullahi, Bayu kamu ngapain disini, dan kenapa kamu bisa mengenali aku?" Tanya Zahra bertubi tubi.


" Nanya nya satu satu dong " ucap Bayu, tampilan Bayu sangat berbeda saat ini, dia yang biasanya mengunakan celana jeans dan memakai kemeja ketika di kampus, tapi sekarang sangat berbanding terbalik.


Bayu menggunakan sarung, baju kokoh dan tak lupa peci hitam di kepala nya.


" Jangan lihat aku gitu dong, malu tahu. " ucap Bayu salah tingkah, bagaimana tidak salah tingkah, Zahra melihatnya dari bawah sampai atas.


" Kamu sama siapa ke sini ? " tanya Bayu.


" Saya kesini sendiri " ucap Zahra berbohong.


" Tumben gak sama ayu ?"


" Ayu lagi ada urusan, tapi bentar, kenapa kamu bisa tahu kalau aku ini Zahra. "


" Kalau orang sudah mencintai seseorang, Semua gerak gerik nya pasti ia akan kenali, meskipun dengan muka tertutup. "


Deg deg


" Hah?, kalau gitu saya permisi dulu" Ucap Zahra sedikit gugup. ia mulai mengayunkan kakinya menuju ke arah mobil sang suami.


Sesampainya di mobil, ia hanya melihat sang suami di dalam mobil. ia masuk dan hening tak ada satu kata pun yang mereka keluarkan.


Beberapa lama kemudian, pintu kemudi dibuka oleh Salman, dan ia bisa merasakan hawa yang sangat berbeda di dalam mobil ini.


Hening...


***


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR'🤍