Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
66



Setelah mendapat mangga yang di inginkan, ia langsung kembali ke ndalem. Sampai ndalem mereka langsung membuat apa yang di inginkan wanita yang sedang hamil muda ini.


" Sayang, Jangan banyak-banyak, nanti perut mu sakit. " Tegur Gus Sayhan, yang melihat istrinya.


" Mas ini enak banget, kamu gak mau lagi " jawab Zahra memasukan potongan mangga itu. ke dalam mulutnya.


" Gak sayang, mas gak kuat huu"


" Apa semua ibu hamil begini ? Makan tanpa memperdulikan banyak yang mereka makan "


Gus Sayhan tetap setia menunggu istrinya untuk menghabiskan rujak itu, sedikit ngeri melihat istrinya yang sangat lahap makan rujak itu tanpa ada rasa asam di mangga itu.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " Ucap ummi dan Ibrahim.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab Zahra dan Gus sayhan yang ada di ruang tengah.


" Wah enek nih, lagi ngerujak " Ucap ummi dan mendekat ingin ikut memakan rujak.


" Ummi" Cegah Gus Sayhan, melihat sang ummi ingin memasukan potongan mangga itu ke dalam mulutnya.


" Cuma satu ini aja, gak lebih "


" Baiklah, cuma satu ini "


Mendengar jawaban Gus Sayhan, ummi siti langsung memakan potongan mangga itu.


" Enak " Ucap ummi siti bahagia.


" Siti ingat apa yang dokter katakan tadi " Timpal Ibrahim.


Sedangkan Zahra hanya menyimak, tanpa ingin ikut menimpali perdebatan antara suaminya dan mertuanya. Ya, bagaimana bisa ia menimpali pembicaraan suami dan mertuanya, sedang kan mulutnya sibuk untuk mengunyah.


" Alhamdulillah " ucap Zahra setelah menghabiskan semua rujak itu.


***


Hari semakin sore, Zahra duduk di teras ndalem di temani beberapa cemilan dan menikmati pemandangan di sekitar ndalem.


" lho mas, tumben udah pulang jam segini " tanya Zahra.


" Nanti mas jawab ya sayang, mas ke kamar mandi dulu " Zahra yang mendengar itu pun tak terlalu peduli, ia kembali fokus pada cemilan yang ada di tangan nya.


Beberapa menit kemudian, Gus Sayhan keluar dengan muka yang pucat dan terlihat lemas.


" lho kamu kenapa nak ?" Tanya ummi Maryam.


" Tapi kenapa kamu pucet seperti ini nak, " Panik ummi siti. Mendengar apa yang di katakan mertuanya Zahra langsung masuk kedalam melihat apa yang sebenernya terjadi.


" Kamu kenapa mas, astaga kenapa kamu pucet sekali " Zahra juga tak kalah paniknya.


" Sayang, mas baik baik saja, ini karena mas bolak balik kamar mandi dari tadi. "


" Ini pasti karena mas makan rujak yang tadi siang, duh harus gimana dong."


" cukup kamu disamping ku saja, dan semuanya akan nikmat "


" Mas ngomong apa sih, tunggu sebentar aku buatin air gula " ucap Zahra, langsung pergi menuju dapur.


" Kalau mau godain istri itu dikamar, Tahu tempat " Sindir ummi siti.


" Terus yang orang di godain, gak peka lagi " Timpal Ibrahim.


" Ngesedeh " ucap ummi siti dan Ibrahim bersamaan.


Gus Sayhan yang mendengar ejek orang tuanya hanya bisa tercengang dan menahan malu. Ini pertama kalinya ia di ejek sama orangnya dan di depannya langsung.


" Mas ini air gula nya, biar kamu ada tenang" Ucap Zahra membawa satu gelas yang berisi air gula.


" Terimakasih sayang" Ucap Gus Sayhan tersenyum tulus.


" Sekarang di minum mas "


" Sayang mending kita ke kamar, dari pada nonton ke unyuan pasangan muda ini " Ajak ummi situ pada sang suami.


" astaga kenapa ummi ku jadi begini"


" Baiklah istriku sayang, mari " Ucap Ibrahim menggandeng tangan istrinya, seperti pasangan muda.


" Aisss... mereka seperti pasangan muda saja, sayang mau di manja "


Jeritan hati Gus Sayhan.


***


...Gak ada yang mau kasih gift kah ?...


...Terimakasih sudah mampir 🤍...