Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
81



Zahra memeluk suaminya, dan mengusap punggung suaminya biar sedikit tenang dan berhasil meredakan tangisannya.


" Aku hanya merenungi apa yang terjadi mas, Maaf jika diam ku menyakiti mu " Ucap Zahra terus mengelus punggung suaminya. " Jujur saja ketika mendengar apa yang beliau ucapkan itu membuat hati ku terasa sesak mas, tapi aku juga mengerti apa yang beliau maksud. "


" Sayang" Gus Sayhan melepas pelukannya dan duduk di samping istrinya. tidak ada air mata di sana melainkan senyum yang sangat terindah dibibir zahra.


" Bohong jika aku tak terluka mas. Tapi jika kamu ingin menikah lagi aku ikhlas mas " Gus Sayhan langsung menggelengkan kepalanya cepat, tanda ia tidak membenarkan apa yang di ucapkan sang istri.


" Gak sayang mas tidak akan menduakan mu, dan itu tidak pernah terlintas di pemikiran mas. Hanya kamu istriku, tidak ada wanita lain".


" Aku percaya pada mu mas" Jawab Zahra menatap suaminya.


cup


Gus Sayhan mencium bibir zahra, zahra memejamkan matanya menikmati permainan suaminya, sempai ciuman itu berakhir.


" Semua yang ada di diriku adalah milikmu sayang, tidak akan aku bagi pada wanita manapun "


***


Sedangkan di tempat lain, terlihat Syakila baru keluar dari kelas. Ya, hari ini ia di suruh sang Abi untuk menggantikan nya untuk mengajar. ia langsung mengayunkan kakinya menuju ndalem.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Maaf cari siapa ?" tanya Syakila pada orang yang mengucapkan salam tadi.


" Kyai Gofur ada ?"


" Ada, mari masuk, Abi ada di dalam " Ucap Syakila mempersilahkan orang itu masuk ke dalam, dan menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu. " saya panggil Abi dulu " Ucap Syakila meninggalkan dua pemuda itu.


" Anak kyai Gofur cantik kan ?" Tanya teman pemuda itu.


" Diam lah, Abi tadi menyuruh kita untuk apa kesini " Ucapnya mencoba mengingat kan teman yang ada di sampingnya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ucap Abi Syakila, membuat kedua pemuda itu berdiri dari duduknya dan menyalami kyai Gofur.


" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "


" Alhamdulillah kami baik pak kyai, "


" Apa yang membuat nak Malik nak paozan datang kemari?" Tanya to the poin.


" Kami di suruh Abi untuk menyampaikan ini pak kyai " Malik menyodorkan sebuah amplop ke depan kyai Gofur.


" Baik saya terima ya nak "


Di dapur Syakila dan sang ummi tengah berbincang. Dan sedang menyiapkan teh untuk tamu kyai Gofur.


" Nak kamu gimana kabar Zahra istri Sayhan?" Tanya ummi Syakila.


" Kila juga gak tahu ummi, ummi tahu sendiri kan, selama satu Minggu ini Kila ada di pesantren dan gak pernah keluar " Jawab Syakila. Syakila melihat raut wajah sang ummi ada kekhawatiran di sana.


" Ummi kenapa? apa telah terjadi sesuatu?" tanya Syakila pada sang ummi. Ya, ketika kejadian pas kyai Gofur mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Gus Sayhan menantu atau menjadikan Gus Sayhan sebagai suami untuk Syakila, itu ia tak berada di sana.


" Abi mu mengutarakan keinginannya untuk menjadikan suami Zahra menjadi suami mu nak "


deg


Pernyataan yang baru ia dengan dari sang ummi membuat Syakila terkejut dalam diamnya. hampir saja, gelas yang ada di tangan nya terjatuh.


" Abi berkata itu ummi ?" Tanya Syakila dan di jawab anggukan kepala sama sang ummi, raut wajah sang ummi terlihat sangat tidak baik-baik saja, setelah mengatakan itu, ia menghela napas panjang.


" Abi sangat keterlaluan " Guman Syakila.


****


terimakasih sudah mampir 🤍


Semoga suka 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍