Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
68



Rasa kram yang ada diperut Zahra rasanya sudah hilang, beberapa jam ada di dalam kamar tanpa melakukan aktivitas membuatnya bosan.


Ia berdiri dan melihat ke arah luar, sepi. Di karena kan semua santri masih dalam pembelajaran. Ia memutuskan keluar untuk mengambil cemilan yang ia makan tadi. a


Terdengar dari ruang tengah ada orang yang sedang berbincang-bincang siapa lagi kalau bukan mertuanya dan wanita yang membuat dirinya penasaran dengan sosok itu.


" Nak sini gabung bersama kami" ajak ummi siti melihat Zahra. Zahra tersenyum dan berjalan ke arah mertuanya.


" Nak ini kenalin Syakila, ia baru pulang dari Mesir. " Tutur ummi siti.


" oo ini yang mananya ustadzah syakila itu, dia cantik dan sangat anggun" Zahra monolog sendiri.


" Nak kenapa mah bengong?" tegur ummi siti menyentuh pundak menantunya.


" Eh iya ummi, maaf " ucap Zahra tak enak.


" Tidak apa-apa nak, ini nak Syakila ingin berkenalan " Melihat kerah syakila bergantian.


" Zahra"


" Syakila"


Kedua wanita itu berkerudung itu menjabat tangan satu sama lain, sebagai tanda perkenalkan resmi mereka.


" Ummi Zahra kebelakang dulu, Zahra mau ngambil cemilan Zahra yang tadi " ucap Zahra.


" Biar ummi saja, kamu temenin syakila dulu disini "


" Gak ummi Zahra ambil Sendiri, ummi temenin ustadzah syakila saja " Tolak Zahra, ia tidak mau merepotkan mertuanya.


" Diam ummi yang akan ambilin " kekeh ummi siti.


" Tapi..." tapi sayang sepertinya ummi siti tidak mau melihat menantunya ini mengambil cemilannya sendiri. Zahra hanya pasrah melihat mertuanya yang mulai menjauh.


" Ummi memang seperti itu " ucap Syakila memecah keheningan. Zahra hanya tersenyum canggung ia tak tahu harus topik apa yang di bicarakan dengan Wanita yang bernama Syakila ini.


" Ini nak cemilannya," ummi siti membawakan sisa cemilan Zahra yang tadi pagi.


" Terimakasih ummi, maaf merepotkan kan "


" tak apa, wanita hamil muda seperti menantuku ini harus di manja" Ucap ummi siti gemas.


" Ummi " Ucapan ummi siti mmebuat Zahra terharu, dan membuatnya mengingat sang bunda.


" Ternyata dia istrinya Sayhan "


***


" Assalamualaikum warahmatullahi " Ucap kedua laki-laki beda usia ini.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap ke-tiga wanita yang ada di ruang tengah.


" Syakila, Kamu kapan baliknya ?" Tanya Gus Sayhan, tanpa menyapa istrinya terlebih dahulu.


" Baru satu minggu yang lalu, tapi baru bisa sempet ke sini. " Jawab Syakila.


Zahra yang melihat suaminya tidak menyapanya pun hanya diam saja, dan menyimak pembicaraan sang suami.


" Oo jadi sekarang sibuknya " Ucap Gus Sayhan.


" Gak juga sih, tapi ya, kamu tahu sendiri Abi Kayak gimana orang ya "


" iya juga sih "


Hormon pada ibu hamil ini sangat sensitif, melihat suaminya yang hanya terus berbicara dengan teman masa kecilnya tanpa memperdulikan dirinya pun mengambil tangan suaminya dan menciumnya.


" Aku ke kamar dulu " Ucap Zahra pamit.


Gus Syahnan mematung, bisa-bisanya ia mengabaikan istrinya. ia pun langsung menyusul sang istri setelah berpamitan dengan Syakila.


" astaga kenapa aku tidak menyadari ini huu, semoga aja mood nya tidak berubah "


Iya, Gus Sayhan sangat mengerti dengan mood istrinya yang berubah ubah, dan ia selalu menjaga itu. tapi apa sekarang, ia lupa Karana kehadiran teman kecilnya ini.


" Sayang" panggil Gus Sayhan, tapi tidak ada orang di kamar ini, terdengar suara percikan air didalam kamar mandi.


ceklek


" Sayang maaf " Gus Sayhan lembut, terus memeluk tubuh istrinya yang sedikit berisi.


***


Terimakasih sudah mampir 🤍


Maaf jika tidak sesuai ekspektasi kalian 🙏


Jika ada saran, komentar ya...