
" Sayang maaf " Gus Sayhan lembut, terus memeluk tubuh istrinya yang sedikit berisi.
Zahra hanya diam, jujur dia kesel dengan suaminya ini, bisa-bisanya dia mengabaikan dirinya.
" Sayang" Panggil Gus Sayhan lagi. Gus Sayhan yang tak tahan didiami istrinya ini pun membalikan badan istrinya dan membuat tatapan mereka bertemu.
Gus Sayhan menarik pinggang istrinya, dan membuat tubuh mereka menempel satu sama lain, dan membuat kening mereka bersentuhan. Zahra jelas menolak, tapi tenaga suaminya lebih besar dari dirinya.
" Maaf " ia menatap manik mata istrinya. dan istrinya pun sebaliknya. " Maaf "
" Mas, jangan kayak gini." Berusaha mendorong pertumbuhan tegap Gus Sayhan.
" Maafin mas dulu "
" Iya aku udah maafin kamu mas "
Gus Sayhan yang mendengar itu pun langsung memeluk istrinya. ternyata tak sesulit dari bisanya membujuk wanita hamil ini.
" Sekarang kita harus keluar untuk makan siang mas " Ucap zahra.
" Iya kita makan sekarang " Gus Sayhan melepas pelukannya. lalu menggandeng tangan istrinya keluar kamar.
**
Seperti biasa ada empat orang yang duduk di meja makan ini, tapi hari ini berbeda, ada tambahan satu orang yang mengisi kursi kosong itu. siapa lagi kalau bukan Syakila.
" Sayang mau lauk yang mana ?" Tanya Gus Sayhan menawarkan lauk pada istrinya.
" Aku bisa sendiri mas " Tak enak pada mertua dan teman suaminya ini.
" Gak mas yang ambilkan" Kekeh Gus Sayhan.
" Ikan goreng aja mas " Zahra pasrah.
Orang-orang yang ada di meja makan ini hanya bisa tersenyum dan menyimak apa yang ada di depannya.
" kamu sangat menyayangi istri mu "
" Nak duduk lah, biar ummi sama nak Syakila yang membersihkan ini " suruh ummi siti, tidak ingin melihat menantunya ikut membereskan peralatan makan tadi.
" Zahra juga bantu ummi "
" gak nak kamu duduk aja, kamu tidak boleh capek."
" Sudah lah, denger apa kata ummi " kata Syakila yang melihat Zahra kekeh ingin membantu. Zahra ingin menyanggah tapi di beri isyarat untuk diam.
Zahra hanya menjadi penonton disini, melihat mertuanya dan Syakila membersihkan peralatan makan tadi.
" Alhamdulillah selesai"
Ketiga wanita itu pun pergi ke kamar masing-masing. dan untuk Syakila ia pergi ke kamar yang biasa ia tempati ketika sedang berkunjung ke sini.
" Kamar ini tidak pernah berubah, dan Poto ini. " Melihat ke arah poto dirinya bersama teman kecilnya ketika mendapatkan penghargaan.
" Poto ini tidak boleh disini, nanti bisa salah paham sama Sayhan dengan Zahra. " Syakila langsung membalik bingkai Poto itu. ia tidak mau istri teman masa kecilnya ini salah paham karena melihat Poto itu.
" *Menang tak salah aku melepas dan mengikhlaskan mu ketika aku melihat mu menjabat tangan laki laki yang sekarang menjadi mertua mu.
Apa kamu tahu Ketika aku mendengar tentang pernikahan mu aku tidak percaya, tapi setelah aku melihat dengan mata kepala ku, aku baru bisa percaya.
dan hari ini, aku melihat cinta yang begitu besar di mata mu untuk nya, dan begitu juga dirinya. aku bahagia melihat kalian bahagia walaupun pun sesak ku rasa.
Allah tahu yang terbaik untuk hambanya, Aku akan selalu percaya pada takdir mu Ya Rabb*. " Syakila berbicara melihat salah satu Poto yang ada di tangan ini, dan mengusapnya seperti nyata. Air mata gadis ini menetes tanpa sadar.
Di hari pernikahan Gus Sayhan dan Zahra, Syakila sedang berada di tanah air, ingin memberikan kejutan pada sahabat nya tapi malah sebaliknya, ia yang mendapatkan kejutan. dan dengan hati terluka, Syakila pun kembali ke Mesir karena menyelesaikan tugas akhirnya.
Terimakasih sudah mampir 🤍
Semoga suka 🤍
Maaf tidak seperti yang kalian banyangkan 🙏