
Selepas dari restoran kedua wanita bercadar itu pun langsung pulang. Sepi tidak ada orang di ndalem ini, hanya ada ummi siti saja. Karena pagi tadi kedua orang tua Zahra harus kembali ke kota karena ada urusan yang harus di urus.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
" Sepi banget ummi "
" Iya nak, Suami mu dan Abi baru aja pergi ke masjid nak. Ayuk duduk nak, pasti kamu capek "
" Makası ummi " Zahra duduk dengan hati-hati.
" Nak Syakila terimakasih sudah mengajak Zahra untuk pergi bersama mu "
" Tidak perlu berterimakasih ummi, Syakila juga seneng melihat ibu hamil kita ini bahagia " Syakila mengelus perut Zahra . Tak henti-hentinya Zahra mengucapkan rasa syukurnya karena ia di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi nya.
Tak lama suara azan terdengar dari masjid pesantren. Zahra masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya dan melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.
" Assalamualaikum" Ucap Gus Sayhan membuka pintu kamar.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab Zahra yang sedang duduk di pinggir ranjang masih mengunakan mukenah.
" Gimana tadi jalan-jalan ke pantainya.?"
" Lancar, dan pantainya indah banget, tapi satu yang kurang " Zahra menjeda ucapannya.
" Apa ?"
" Kamu gak ada di sana"
" Aduh istri ku ini, ya besok kalau mas gak sibuk, mas ajak ke pantai deh "
" Zahra gak mau "
" lho kenapa ?"
" Besok setelah lahir aja kita ke pantainya Abi, soalnya aku juga mau ikut " Ucap Zahra meniru suara bayi.
" Baik lah anak ku sayang, dan istri ku yang sangat aku cintai ini " Menyentuh pipi istrinya gemas.
" Mas nanti pipi ku merah" Kesel Zahra.
" Gak apa sayang, Kalau merah nanti mas cium biar tambah merah lagi "
" iya dh iya" pasrah dengan suaminya.
" Mas jangan tatap Zahra seperti itu, malu" Zahra menutup mukanya dengan telapak tangannya.
" Kenapa harus malu hm" goda Gus Sayhan menurunkan tangan Zahra dan menggenggamnya erat.
" Malu aja, kamu natap nya Kaya gitu, ngeri tahu " ucap Zahra sedikit merinding dengan tatapan sang suami.
" Astaga istri ku ini, mas gemas deh" Menyentuh pipi istrinya dan menghujaninya dengan ciuman.
" mas udah, nanti pipi Zahra merah" Kesal Zahra.
" Iya dh iya, Sayang baik baik di dalam sananya, Abi akan selalu menunggu ke hadiran mu "
" Mas kira kira Dede bayi nya cewek atau cowok?"
" Mau dia cewek ataupun cowok itu tak masalah buat mas sayang, yang terpenting ia sehat dan ummi nya juga sehat. "
" semoga Dede bayi nya sehat dan cepet lahir ke dunia, Aamiin "
" Sayang kamu gak mau beli perlengkapan bayi gitu ?" tawar Gus Sayhan girang.
" Gak ah mas, kan kita belum pernah USG juga, jadi gak tahu jenis kelamin Dede bayi cewek atau cowok " Kedua pasutri ini memang Engan untuk melakukan USG karena mereka ingin mengetahui jenis kelamin anaknya ketika sudah lahir.
" tapi akan kita bisa beli kasur bayi, dan saudaranya sayang, nanti masalah baju belakangan "
" emang punya waktu?"
" Nanti hari Minggu aja sayang, mas kosong semua jadwal mas, jadi kita bisa pergi deh "
" Janji ?"
" Janji " Kedua jari kelingking Mereka menyatu sebagai bentuk resmi perjanjian mereka.
***
Terimakasih sudah mampir 🤍
semoga suka 🤍
jangan lupa like vote and comments 🤍
Maaf tidak sesuai ekspektasi kalian 🙏