
Setelah kepulangan kedua pemuda itu, Malik dan paozan. Syakila menghampiri sang Abi yang masih duduk di ruang tamu sambil membuka amplop itu.
" Tamunya udah pulang bi ?" Tanya Syakila basa basi. dan duduk di salah satu kursi itu.
" iya nak, tadi nak paozan dan nak Malik mengantarkan surat undangan ini, " Jawab kyai Gofur tanpa melihat ke arah Syakila, ia fokus membaca surat itu.
Hening...
hening....
Setelah melihat sang Abi telah selesai membaca surat itu, Syakila membuyarkan keheningan ini.
" Abi Kila ingin bertanya? Tapi tolong jawab pertanyaan Kila dengan jujur! " Kata Syakila menatap kyai Gofur.
Kyai Gofur mengerutkan keningnya, tidak bisanya Syakila seperti ini. pasti ada hal yang serius yang mau di tanya kan sang anak padanya. apa lagi ia di suruh menjawab dengan jujur.
" Ada apa nak? apa ada lah yang serius ?" Tanya kyai Gofur melihat Syakila.
" Apa bener Abi mengatakan, kalau Abi ingin menjadikan Sayhan menjadi suami Syakila?" Tanyanya to the poin.
" iya emang bener nak, ditambah lagi kamu suka dengan nak Sayhan. " Jawab kyai Gofur jujur, seperti tidak ada beban ketika mengatakan itu semua.
" Di depan Zahra, istri Sayhan?" tanya syakila tak habis pikir.
" Iya, gak ada salahnya kan? lagi pu-"
" tetap aja salah abii!!" kata Syakila menundukkan kepalanya, meredakan emosinya. " Kenapa Abi berkata seperti itu, Sayhan sudah punya istri Abi, Zahra itu istri Sayhan"
" Iya Abi tahu"
" Tapi Abi selalu melihat cinta di mata mu untuk laki-laki yang sudah beristri itu "
" Ya abi memnag benar, tapi Kila berusaha untuk menghilangkan ya Abi. " Kata Syakila dalam tangisan. jujur saja ia tidak bisa berdebat dengan orang tuanya Karana pada ujungnya ia akan berakhir dengan tangisan.
" Abi cuma ingin kamu bahagia nak " kata kyai Gofur sedu. Banyak luka yang ia lihat pada anak gadisnya ini, tapi ketika anaknya berada di lingkungan Gus Sayhan maka ia akan melihat kebahagiaan di sana.
" Kila bahagia Abi, Kila bahagia. Kila mohon jangan buat Kila durhaka pada Abi dengan menentang keinginan Abi yang satu ini. Kila bahagia Abi " Kata Syakila tersimpu di lutut kyai Gofur.
" Jangan buat Kila menderita dengan keinginan Abi ini, Kila sudah bahagia Melihat Sayhan bersama Zahra Abi, Kila ikhlas. Kila tidak mau bahagia di atas penderitaan wanita lain "
kyai Gofur terdiam, beliau mencerna apa yang di ucapkan anak gadisnya ini. sedangkan Syakila terus tersimpu di atas lutut sang Abi, mencoba memberikan pengertian pada sang Abi.
" Nak bangun lah. " Tapi Syakila sepertinya enggan untuk bangun, ia mendongak melihat sang Abi. " Abi minta maaf nak, Abi hanya ingin kamu bahagia nak "
" Tidak Abi, bukan ke Kila Abi minta maaf tapi ke Zahra. " ucap Syakila. " Kila mohon Abi, jangan pernah berkata seperti itu lagi di depan Zahra atau pun di depan Sayhan. Syakila bahagia Abi, Kila bahagia"
" Iya Abi akan minta maaf langsung pada nak Zahra dan nak Sayhan. "
" Terimakasih Abi"
****
Terimakasih sudah mampir 🤍
Jangan lupa like vote and comments 🤍
Semoga suka 🤍