Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
83



" Sayang, baik-baik di dalam sana ya. abi mau ngajar dulu." Pamit Gus Sayhan pada sang buah hati dengan cara mengusap perut Zahra.


" Iya Abi. cepat pulang kami selalu menunggu mu. " jawab Zahra dengan meniru suara anak kecil.


" Abi gak jadi pergi dh, Abi di sini saja bersama kalian berdua" Kata Gus Sayhan yang enggan meninggalkan istri.


" Mas gak boleh gitu dong, mas memiliki kewajiban yang harus mas penuhi."


" Iya mas akan pergi tapi dengan syarat. " Gus Sayhan senyum jahil. " Cium dulu "


" Gak ah, aku gak mau. nanti kamu malah telat lagi" Tolak Zahra ketika melihat senyum Suaminya.


" Gak kok sayang"


Cup


Ia mencium bibir istrinya dan ciuman itu berakhir pada perut buncit Zahra.


" Sudah selesai, sekarang Anter mas sampai depan " Zahra tersenyum dan mengangguk kepalanya. Gus Sayhan membantu Zahra untuk bangun dari duduknya.


" lho nak Zahra mau kemana? mau ikut ngajar ?" Tanya Ibrahim melihat menantunya dan anaknya sudah ada di pintu keluar.


" Gak Abi, Zahra cuma ikut sampai sini saja " Jawab Gus Sayhan.


" Kirain nak Zahra juga mau ikut ngajar. " kata Ibrahim.


" Gak bakalan di izinin Abi, sama mas Sayhan" Jawab Zahra.


" lho emangnya kenapa?" Pertanyaan itu tertuju untuk Gus Sayhan.


" Kan Abi tahu sendiri, Sayhan ngajarnya di kelas santri putra, gak mungkin Zahra ikut " Jelas Gus Sayhan membuat sang Abi paham dan terkekeh.


" Ternya suamimu posesif juga nak haha" Tawa Ibrahim.


" Kenapa pada kumpul di depan pintu ?" Tanya ummi siti berjalan kearah mereka. " Kamu kenapa juga mas, pagi-pagi udah ketawa?"


" Ternyata anak kita posesif Siti" Jawab Ibrahim mengejek anaknya sendiri.


" Sayang mas berangkat dulu, Assalamualaikum" Pamit Gus Sayhan, ia tak mau lagi jadi bahan bully-an sang Abi.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"


" Mas udah sana berangkat, Jangan ngetawain anak sendiri, gak nyadar apa itu nurun dari siapa ?" Sindir ummi siti, langsung membuat Ibrahim berhenti tertawa.


" Hehe" Nyengir Ibrahim pada sang istri " Aku berangkat, assalamualaikum warahmatullahi."


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"


***


"Assalamualaikum warahmatullahi " ucap tamu yang bertamu di kediaman Ibrahim.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab Ibrahim yang sedang di ruang tamu " Masya Allah, Gofur apa kabar " Tanya Ibrahim sangat antusias menyambut temannya.


" Alhamdulillah baik, Ibrahim. Bagaimana dengan mu" Jawab kyai Gofur.


" Alhamdulillah baik, mari duduk Gofur dan nak Syakila. "


" Siti, kita kedatangan tamu spesial " Panggil Ibrahim memberitahu istrinya. " Dimana istri mu?"


" Iya ada di rumah, ada urusan yang harus di selesaikan. Jadi aku meminta Syakila untuk menemani aku kesini" Jawab kyai Gofur. Tapi yang sebenernya terjadi itu ialah kalau istrinya sangat malu bertemu Zahra atas perbuatannya.


" Abi kalau boleh tahu Zahra mana bi ?" Tanya Syakila.


" Nak Zahra ada di kamarnya. Udah seminggu ini ia sangat jarang keluar." Jawab Ibrahim apa adanya. Sontak jawaban Ibrahim membuat Syakila menatap sang Abi sang kesedihan.


" Ini minumnya, wah kita kedatangan tamu penting hari ini. " Kata ummi siti.


" Siti panggil nak Zahra, nak Syakila ingin bertemu " suruh Ibrahim pada istrinya. ummi siti langsung menganggukkan kepalanya dan langsung memanggil Zahra. " Mungkin karena kandungan yang udah membesar jadi agak susah membuat ia kesan kemari. " Jelasnya lagi.


Tapi lain halnya dengan kyai Gofur. ia terdiam mendengar penjelasan Ibrahim. apa ini efek dari apa yang ia katakan tempo dari lalu.


***


Semoga suka 🤍


Terimakasih sudah mampir 🤍


Jangan lupa like vote and comments 🤍