Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
64



Hari ini adalah hari weekend, semua keluarga berkumpul di ruang tamu, di temani cemilan ringan.


Ting tong...


Suara bel rumah berbunyi....


" Maaf pak ini ada paket atas nama Fatimah az-zahra. " Ucap pak kurir.


" Oiya, ini udah di bayar apa belum mas ?" tanya Gus Sayhan.


" Udah pak " Setelah itu sang pengantar paket pun undur diri.


Gus Sayhan mengerutkan kening melihat nama paket yang di pesan istrinya ini. tak mau ambil pusing ia pun langsung memberikan paket itu ke istrinya.


" Sayang ini ada paket untuk mu " Ucap Gus Sayhan duduk di samping sang istri.


" Waah akhirnya dateng juga. " Zahra menerima paket itu antusias, dan itu semakin membuat Gus Sayhan mengerutkan kening.


" Itu untuk siapa sayang ?" tanya Gus Sayhan lagi.


" Mmm, mas mau gak nurutin keinginan aku yang satu ini " ucap Zahra.


" perasaan ku jadi tidak enek, mengingat isi paket itu apa. "


" Ya, kalau mas bisa mas akan kabulkan " Jawab Gus Sayhan wanti wanti.


" mas pakai yang ada di dalam sini ya " ucap Zahra antusias.


Gus Sayhan menelan ludah kasar. " Gak, mas gak bisa " tolak Gus Sayhan.


Mendengar penolakan dari suaminya membuat Zahra murung, dua orang tua pasutri itu pun dengan menyimak apa yang sedang terjadi.


" Emangnya apa isi paket itu nak ?" tanya ummi siti. Sampai sampai ia tak bisa mengabulkan permintaan sang istri nya.


" Gak tahu ummi " Jawab Gus Sayhan sopan.


" ah iya, pantes saja mas gak mau pakai ini, Kan belum tahu isinya. " seketika wajah Zahra berbinar. " Ayok mas ikut aku kemar " Zahra menarik tangan suaminya.


" Kenapa harus di kamar nak, kenapa gak disini saja " Tanya Ahmad.


Sesampainya di kamar Gus Sayhan tidak mau mengunakan apa yang di suruh istrinya ini.


" Mas gak bisa sayang " Ucap Gus Sayhan.


" Kenapa gak bisa mas, kan cuma pakai baju celana kayak biasanya " kekeh Zahra.


" Tapi tetep saja mas gak bisa sayang "


" Bilang saja mas gak mau nurutin mau Zahra, terserah mas dah " ucap Zahra Ngambek dan meninggal Gus Sayhan sendiri di kamar ini.


Gus Sayhan menghela nafas panjang, ia menatap baju lengan pendek dan celana pendek itu. Ya, itu isi paket yang tadi. Tapi sekelas Gus Sayhan, yang hidup di pesantren dan anak sarungan banget, sangat horor baginya mengenakan pakaian yang di suruh istrinya ini.


Mungkin untuk baju lengan pendek itu udah bisa ia kenakan, akan tapi tidak dengan celana pendek itu, sangat aneh bagi nya mengenakan celana pendek di lihat orang lain.


Tapi mengingat istrinya lagi hamil, dan mungkin ini namanya sang istri lagi ngidam, jadi mau tak mau ia harus mengenakan baju horor ini.


***


" lho kenapa wajahnya di tekuk seperti itu nak ?" Tanya Maryam melihat muka anak seperti itu.


" Zahra nggak papa Bun" Jawab Zahra dan mengambil toples yang berisi cemilan itu, dan memakannya, tanpa menghiraukan tatapan orang sekitar.


Ke empat paruh baya itu hanya saling menatap, satu sama lain. apa yang terjadi dengan ke dua anaknya ini. dan kenapa Gus Sayhan belum keluar kamar ?.


Tak berselang lama, Gus Sayhan pun ikut bergabung, dengan tatapan yang lurus tanpa menghiraukan tatapan orang tuanya. orang tuanya gus sayhan shock melihat tampilan sang anak, dan begitu juga dengan mertuanya.


Tapi tidak dengan wanita muda yang sedang mengandung ini, ia sangat bahagia melihat penampilan suaminya.


" Ganteng banget suamiku ini " Puji Zahra. " Sayang tunggu di sana, aku akan mengambil gambar dulu " Ucap Zahra mengambil ponselnya dan siap memotret sang suami.


Sedangkan sang suami hanya pasrah, dan menurut saja.



kira kira seperti ini penampilan Gus Sayhan..... kalian bisa bayangin siapa saja jadi visual Gus Sayhan. ok.


Aurora mu Gussss...!!!