
Ternyata banyak dari teman-teman yang tidak benar-bener login di noveltoon (tidak punya akun), jadi gak bisa vote dan komen, hanya bisa like aja🙂 khususnya para pembaca cerita saya ini.
Saya baru ngeh, Karena saya lihat notif like sama yang like itu jumlahnya berbeda. mungkin banyak dari teman-teman yang mau komen tapi gak bisa, itu dikarenakan teman-teman belum login ke aplikasi, coba deh login pasti bisa komen dan vote. jujur komen dan vote kalian bikin mood saya bagus lho, jadi saya semangat nulisnya 🤗
*
*
*
...Selamat membaca...
" Masss!! " kesel dan malu menyelimuti ibu hamil ini. " Lepas!!" Suruh Zahra berusaha melepas pelukan suaminya, ia tak mau apa yang di bisikin suaminya itu terjadi di siang bolong seperti ini.
" Bentar sayang, wangi rambut mu membuat aku nyaman" Jawab Gus Sayhan enggan untuk melepas pelukannya.
" Mas!! mengerti lah. Aku ingin mencium udara segar bukan mencium bau keringat mu!!" Kata-kata Zahra mampu membuat gus sayhan melepaskan pelukannya.
" Mas gak bau kok" Gus Sayhan mencium dirinya sendiri.
" Bau tahu, sana pergi!!! mandi sana!! " Menyuruh suaminya untuk mandi, Padahal itu cara halus untuk mengusir Suaminya dari hadapannya.
" Nanti saja mandinya, mas mau sama kamu dulu. "
" Nak lihat Abi mu, Semoga anak ku ini tidak meniru apa yang Abinya lakukan kelak" ucap Zahra mengusap perutnya.
" Enak saja kamu sayang dia juga anak ku, anak kita!!!, kalau kamu laki-laki lakukan seperti ini pada istrimu kelak ya nak, karena ini sangat membuatmu akan bahagia, tapi jika kamu perempuan lakukan ini pada suamiku, karena laki-laki itu suka lihat istrinya manja padanya ketika berdua seperti Abi dan ummi mu ini nak percayalah " kata Gus Sayhan kembali posisi di awal tadi, ia mengelus perut istrinya.
" Astagfirullah mas!!! Jangan ajarkan anak-anak ku seperti itu!! memukul lengan suaminya.
" Anak kita sayang!!! Anak kita!! anak ku juga buka anak mu saja " Kata Gus Sayhan menggiatkan istrinya lagi " Ini hasil cocok taman di malam hari sayang ingat itu!"
" Ya Allah kenapa isi kepala suami hamba sangat lah berbeda hari ini " Ucap Zahra pasrah dengan semuanya yang dikatakan suaminya. Tapi mendengar itu membuat Gus Sayhan gemas melihat Zahra, rasanya ingin sekali hari ini berlalu dan berganti menjadi malam biar ia melancarkan aksinya.
" Kamu itu gemesin banget sih sayang, sampai mas mau makan kamu tahu!" menyentuh hidung istrinya. Zahra memutar bola matanya pasrah, entah setan mana yang memasuki suaminya sampai seperti ini.
" Mau bicara apa sayang ?" Tanya Gus duduk di dekat istri sembari merapikan rambut istrinya.
" Tadi kyai Gofur dan Syakila kesini?" Ucap Zahra.
" Terus? "
" Kyai Gofur minta maaf atas apa yang beliau katakan tempo hari lalu"
" Lalu? kamu maafkan beliau sayang ?"
" Iya, aku memaafkan beliau. tapi kalau mengingat itu semua rasanya sakit sekali mas, tapi aku sudah memaafkan beliau mas" Jelas Zahra pada suaminya apa adanya, dan jujur seperti itu yang ia rasakan.
Gus Sayhan tersenyum pada istrinya " tidak apa-apa sayang, yang terpenting kamu telah memaafkan beliau. memang pada dasarnya begitu, kita sangat mudah memaafkan apa yang telah orang lain lakukan pada kita, tapi kalau kita mengingat itu semua akan membuat rasa dihari itu akan kembali, itu manusiawi sayang. tapi insya Allah sering waktu dan kamu ikhlas rasa itu akan pergi sendiri sayang." Jawab Gus Sayhan tersenyum pada istrinya dan tangannya terus mengusap rambut Zahra.
" Insya Allah aku ikhlas mas memaafkan beliau "
" Syukurlah, Maaf kan juga kalau mas banyak salah padamu sayang"
" Aku juga minta maaf Mas, belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu"
Mata Zahra berkaca-kaca, Ia memang bukan wanita yang paham agama seperti suaminya, tapi ia tak pernah putus asa dalam menuntut ilmu agama, ia selalu mengikuti kajian untuk menambah wawasannya tentang ilmu agama.
" Kamu istri terbaikku sayang" kata Gus Sayhan merangkul pundak Zahra dan mencium puncak kepala istrinya. " Mau jadi istri yang baik kan ?" Tanya Gus Sayhan Zahra menganggukkan kepalanya.
" Maka bersiaplah untuk nanti malam " Zahra langsung menjauhkan kepalanya dari dada suaminya, Ternyata suaminya ya ini memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
***
Terimakasih sudah mampir 🤍
Semoga suka 🤍
Jangan lupa like vote and comments 🤍