Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
63



" Mas " panggil Zahra, melihat ke arah suaminya yang sedang tertidur pulas. " Mas "


Gus Sayhan yang mendengar suara istrinya memanggilnya pun, mencoba untuk membuka matanya. " Ada apa sayang ?" tanyanya dengan suara has orang baru bangun tidur.


" aku lapar mas, " Ucap Zahra hati hati, jujur ia tak enak membangunkan suaminya, tapi karena ia sangat lapar, mau tak mau ia harus membangunkan sang suami.


Gus Sayhan perlahan mengumpulkan kesadarannya, setalah cukup sadar ia melihat ke arah Zahra, dengan senyuman yang begitu tulus.


" Mau makan apa hm?" tanya Gus Sayhan lembut.


" Mau makan mie " ucap Zahra menundukkan kepala.


" Gak ada yang lain sayang ?" tanya Gus Sayhan menegosiasi agar sang istri tidak memakan makanan instan tersebut.


" aku cuma mau makan mie " Kekeh Zahra penuh harapan.


" Baik lah, tunggu disini, mas masakin dulu ya " Jawab Gus Sayhan, dan turun dari kasur, ia mulai melangkahkan kakinya menuju pintu.


" Mas, " panggil Zahra ketika tangan Gus Sayhan hendak membuka pintu.


" Iya, Sayang." Jawab Gus Sayhan membalikan badannya.


" Mau ikut " ucap Zahra.


" Ya sudah, ayok " Gus Sayhan tak mau berdebat pun langsung menyetujui keinginan Zahra. Dengan penuh semangat Zahra pun turun dari kasurnya.


" Pelan pelan, jangan lari seperti itu. " Tegur Gus Sayhan melihat Zahra berlari menuju dirinya.


" Hehe, maaf " Kedua pasutri itu pun berjalan menuju dapur, hening tak ada siapa pun di sini, kerena semua orang sudah terlelap di dunia kapuk.


" Duduk di sana ya, mas masakin dulu. " Suruh Gus Sayhan. Zahra pun mengiyakan apa yang di katakan sang suami.


Pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu pun mulai memasak mie, untuk sang istri. tak banyak membutuh kan waktu, mie yang di inginkan Zahra pun siap untuk di santap.


" Sayang ini mienya. " ucap Gus Sayhan, membawa satu mangkok mie ke depan Zahra.


" Makasi mas, " ucap Zahra bahagia. iya mulai memakan mie itu, " Waaah, enak" puji Zahra.


" Benarkah" Zahra menjawab dengan anggukan " kalau begitu habis kan lah, dan setelah itu kita tidur kembali " Zahra menganggukkan kepalanya.


" tidak usah sayang, untuk kamu saja " Tolak Gus Sayhan halus.


" beneran nih gak mau, enak lho " Zahra mulai menggoda suaminya.


" Tidak sayang, untuk mu saja, dan biar Dede bayi kenyang"


" Abi sangat baik kan sayang" Ucap Zahra mengelus perutnya yang masih rata.


" iya, umma, Abi sangat baik" jawab Dede bayi, ya walaupun itu adalah suara Zahra yang meniru suara bayi.


" Aduh, gemas banget sih istriku ini. " Gus Sayhan mengusap rambut istrinya. " Sekarang habis kan dulu ya umma, biar umma sama dede bayi cepet istirahatnya" ucap Gus Sayhan.


" siap Abi" Jawab Zahra.


Akhirnya mie itu pun habis tanpa sisa, Gus Sayhan langsung membersihkan mangkuk itu dan setelah selesai ia mengajak sang istri kembali ke kamar.


" Mas kira kira jenis kelamin Dede bayi apa ya?, " tanya Zahra.


" Kalau kamu maunya perempuan atau laki-laki?" tanya balik Gus Sayhan.


" Aku sih maunya laki laki mas, biar nanti ada kembaran kamu " Jawab Zahra tertawa kecil.


" Kamu ininya, yang Kayak gini tuh cuma ada satu di dunia, di jamin gak ada kembarannya. " jawab Gus Sayhan PD.


" Masa ?"


" Iya, sayang. sekarang tidur, nanti kita bahas lagi ya, mas gak mau kamu kurang istirahat"


" baik lah suamiku sayang"


cup


Zahra mengecup bibir sang suami dan setelah itu menutup tubuhnya dengan selimut.


Gus Sayhan menghela nafas " ingat dia hamil muda "