Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
38



...~ happy reading ~...


love sekebon buat kalian 🤍


Mungkin part ini terlalu lebay. Jadi kalau gak suka skip aja ok 😉


" Sayang bangun, udah subuh lho " suruh Gus Sayhan membangun sang istri.


" Zahra masih ngantuk Gus " Jawab Zahra masih dalam keadaan mata tertutup.


" Sholat subuh dulu, terus nanti tidur lagi " Gus Sayhan terus menyuruh istrinya untuk bangun untuk melaksanakan tugasnya sebagai umat muslim. Zahra bangun dari tidurnya dan masuk kembar mandi, cukup lama Zahra berada di kamar mandi dan dia pun keluar dengan rambut basah.


Melihat rambut basah istrinya Gus Sayhan pun langsung membantunya untuk mengeringkan rambut sang istri. beberapa saat kemudian terdengar suara azan subuh dan mereka pun langsung melaksanakan sholat berjamaah.


Selesai sholat, kedua pasutri itu pun berdoa bersama. dan Gus Sayhan membalikan badannya ke arah istrinya, lalu menatap sang istri.


" Kenapa lihatin aku seperti itu ?" Tanya Zahra keheranan.


" Gak cuma mau lihat saja, emang gak boleh ?"


" Boleh sih, tapi-"


Cup


" Guss!!! "


" kenapa hem ?"


" Tahu ah, Gus suka banget nyosor "


" Kamu pikir suami mu ini bebek apa ? di bilang suka nyosor nyosor"


" Iya, Gus itu sekarang suka nyosor, cium aku tanpa izin dulu, kan akunya gak siap "


" Ya udah sini saya cium lagi "


" Gak ah, aku mau keluar dulu. "


" Sayang " Menghentikan langkah Zahra" apa ?"


" Duduk dulu" Zahra hanya menurut saja.


Gus Sayhan langsung mencium bibir sang istri, dan bisa di pastikan Zahra akan sangat kesel melihat suaminya saat ini.


" Udah sekarang boleh pergi "


" Gus lama lama nyebelin "


Zahra meninggalkan suaminya yang masih duduk di atas sajadah itu. Rencananya selesai sholat subuh akan tidur kembali tapi rasa ngantuk nya hilang ketika mandi tadi.


Zahra memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk sang suami dan juga sang adik ipar. Kebetulan juga hari ini hari weekend, jadi hari ini dia bisa pergi jalan jalan bersama sang suami dan sang adik ipar.


Setelah lama berkutik dengan spatula itu, akhirnya acara masak masak pun berakhir. Aisyah yang mendengar suara bising di dapur pun keluar menuju dapur.


" Kak bikin apa ?"


" Kaka bikin nasi goreng untuk sarapan kita hari ini, soalnya isi kulkas sudah mulai habis, jadi kak cuma bisa masak nasi goreng saja, nggak papa kan kita sarapan nasi goreng?"


" Nggak papa kak, Aisyah jadi rindu Ummi, ummi setiap pagi pasti masakin Aisyah nasi goreng."


" Ya udah, makan nasi buatan Kaka dulu, nanti kalau udah pulang ke pondok baru bisa makan buatan ummi "


" Siap Kaka, Mas Sayhan mana Kak ?"


" Lagi di kamar, Kaka panggil dulu ya "


Zahra mulai mengayunkan kakinya menuju kamar dan memanggil sang suami.


" Gus ayok sarapan, Aisyah sudah menunggu " ucap Zahra pada sang suaminya.


" Sini dulu " Zahra mendekat ke arah suaminya, Gus Sayhan langsung memeluk pinggang sang istri.


" Guss!!, udah deh, jangan Kanya gini" Entah kenapa sikap Gus Sayhan sangat jauh berbeda hari ini.


" Cium dulu baru saya lepas "


" Gus !!, kasian Aisyah sudah menunggu untuk sarapan "


" Cium dulu"


Dengan terpaksa Zahra mencium pipi suaminya, tapi lagi lagi Gus Sayhan seperti tak puas. Zahra pun mencium muka suaminya dan baru lah sang suami merasa puas.


Meraka berjalan menuju meja makan dan bisa di lihat gadis itu masih setia menunggu ke hadiran sang kak.


Meraka makan dengan hening tidak ada yang berbicara mereka fokus pada sarapannya.


***


Terimakasih sudah mampir 🤗


saya mau nanya ? kira kira kalau saya bikin novel di Watt*** kalian mau baca gak ?