
...~ happy reading ~...
Boleh minta tolong gak ?🥺 tolong like dong, nggak papa gak vote, gak komen dan kirim hadiah nggak papa🥺🙏 tapi mohon like dong dari bab 1 sampai bab ini. biar bisa mengajukan kontrak 🥺🙏
" Jangan pura pura gak tahu deh gus, " senyum miring terukir di bibirnya. " Tadi sepulang dari kampus, aku meminta izin pada suami ku untuk menemani sahabatku ke suatu acara, tapi apa? ketika aku meminta izin ke suami ku, dia bilang bahwa ia ada acara di pondok, maka dia akan pulang sore. acara di pondok. " ucapnya penuh dengan penekanan. " tapi ternyata suamiku bukan menghadiri acara di pondok melainkan mengisi acara di tempat acara yang aku hadiri bersama sahabat ku sendiri. "
deg deg
" Dan ya, satu lagi, aku baru pertama kalinya melihat seorang Gus begitu akrab dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya."
Dari semua yang di ucapkan istrinya Gus Sayhan bisa mengambil kesimpulan bahwa istrinya ini sedang salah paham dan juga sedang terbakar cemburu.
" Aku bisa jelasin semuanya" ucap Gus Sayhan lembut, ia sudah mengerti dengan situasi ini. dia tahu kalau istrinya saat ini sedang cemburu.
Gus sayhan mendekati istrinya, dan memeluk sang istri dengan penuh cinta, tujuannya untuk meredakan emosi istri. Zahra yang masih di selimuti dengan amarah pun memberontak ketika suaminya memeluknya.
" Biarkan lah seperti ini, aku mohon " Bisik Gus sayhan di telinga sang istri.
Zahra pun membiarkan suaminya memeluknya, amarah yang tadinya menyelimutinya sekarang sudah mereda. Merasa sang istri sudah mulai tenang pun ia melepas pelukannya, dan Ia menatap sang istri dengan senyuman penuh bahagia.
Gus Sayhan sudah siap menjelaskan semuanya kepada istrinya, tapi sebelum ia berucap tiba tiba terdengar suara seperti pecahan piring dari arah dapur.
Kedua pasutri yang baru saja meredakan emosinya itu pun keluar untuk memastikan apa yang terjadi di dapur.
Alangkah terkejutnya Zahra melihat seorang gadis dengan pakaian sama seperti dirinya tapi wanita di depannya ini menggunakan cadar sedang dirinya tidak.
" Perempuan ini bukanya dia yang bersama Gus Sayhan tadi sore yang aku lihat ?" Zahra membatin.
Wanita yang melihat penghuni rumah ini keluar pun panik dengan penuh rasa bersalah " maaf aku lapar, jadi aku masak mie dan tidak sengaja menjatuhkan Nongko ini, sekali lagi aku maaf " pungkas wanita bercadar itu, menundukkan kepalanya. dan beranjak untuk membersihkan pecahan mangkok tersebut.
" Masuk lah ke kamar mu, biar mas yang membereskan ini semua. " suruh Gus Sayhan.
" bahkan kamu mengajaknya ke apartemen kita mas"
" Kenapa wanita itu ada disini?" tanya Zahra yang melihat Gus Sayhan mulai membersihkan pecahan itu di lantai.
Emosi yang tadinya sudah reda, sekarang kembali menyelimutinya lagi. apa lagi suaminya itu berbicara lembut kepada wanita yang di pikir pelakor.
" Duduk lah di sana, setelah ini kita akan bicara" pungkas Gus Sayhan.
Dan selesai membersihkan pecahan itu ia membuat mie yang tadi di buat oleh wanita bercadar itu dan setelah selesai memasak mie ia memberikannya pada wanita bercadar itu.
semuanya itu tak luput dari perhatian Zahra. dan itu membuat darah menindih.
" Mau bicara di sini, atau di kamar saja " tanya Gus Sayhan.
" Di sini!!"
" Baik, sekarang kita bicara dengan kepala dingin!, apa yang ingin kamu tanyakan ?" pungkas Gus Sayhan lembut, dan mengusap kepala istrinya.
" Kenapa wanita itu ada disini?" tanya Zahra dingin.
" Apa salah aku mengajaknya kesini ?" tanya Gus Sayhan, santai."
Tak habis pikir dengan suaminya, bisa bisanya dia membawa wanita lain ke apartemen mereka.
" Ya jelas salah"
***
**Boleh minta tolong gak ?🥺 tolong like dong, nggak papa gak vote, gak komen dan kirim hadiah nggak papa🥺🙏 tapi mohon like dong dari bab 1 sampai bab ini. biar bisa mengajukan kontrak 🥺🙏