
...~ happy reading ~...
" Tunggu sebentar disini " Suruh Gus Sayhan, sebelum dia melangkahkan kaki dia memberikan kecupan di puncak kepala istrinya, baru dia melanjutkan langkah kakinya.
Zahra tak bergeming, dia hanya diam saja dengan apa yang di lakukan suaminya. Dia tidak membalikan badan nya untuk melihat suaminya, kerena posisi duduk Zahra tidak serah jalan sang suami.
Gus Sayhan mulai melangkahkan kakinya menuju kamar wanita yang lengkap dengan cadarnya itu. Tanpa mengetuk pintu Gus Sayhan langsung membuka pintu dan masuk kedalam.
" Mas lagi berantem ya sama kak Zahra?" gadis itu bertanya karena kehadiran disini membuat kedua pasutri ini bertengkar.
" Tidak, mas tidak berantem dengan Kaka ipar mu, dia hanya salah paham saja. " Jawab Gus Sayhan lembut dan menuntun wanita itu ikut duduk bersamanya.
" Tapi kenapa Kak Zahra seperti sangat marah?"
Gus Sayhan tersenyum melihat wanita yang ada di depan ini, tanpa mengunakan cadar nya saat ini.
" Kaka ipar mu saat ini sedang cemburu dan dia juga tidak tahu mas mu ini terkenal"
" Bener kah?, Kak Zahra tidak marahkan dengan kehadiran ku disini"
" Dia tidak marah, dia tidak tahu kalau kamu adalah adik iparnya. dan kamu tahu apa yang membuat kaka ipar mu itu sangat cemburu ?" sontak gadis itu pun langsung menggelengkan kepalanya.
" Karana dia melihat kita berbicara tadi sore. "
" Bener kah?, ya sudah sekarang Dimana Kak Zahra, aku mau menjelaskan semuanya " Gus Sayhan tersenyum melihat wajah sang adik sangat lah khawatir.
" Tenang kan lah diri mu jangan khawatir Kaka ipar mu tidak akan memarahi mu, apa kamu sudah memakan mie yang tadi ?"
" Ya Aisyah sudah memakan nya "
Ya, itu nama gadis yang baru saja sampai ke tanah air memutuskan untuk menemui sang kak terlebih dahulu, dan ingin berkenalan bersama sang kak ipar.
Tapi siapa sangka, kehadiran membuat sang kaka ipar salah paham kepada sang kaka nya ini.
***
Selesai sholat isya, ketiga orang itu duduk di ruang tengah. tak ada yang membuka suara, Zahra memilih dia tak mau membuka suara, di tambah lagi sang suami memilih duduk didekat wanita yang tadinya mengunakan cadar sekarang tidak lagi.
" Sayang, kenalin ini Aisyah " tutur Gus Sayhan merangkul pundak sang adik " Dia wanita kedua yang aku cintai setelah ummi "
Tidak ada sahutan dari Zahra, dia langsung melihat ke arah suaminya dan bergantian menatap wanita yang sedang di rangkul suaminya ini, dengan tatapan yang tajam.
Aisyah hanya menunduk saja tidak berani mengangkat kepalanya. apa lagi mas nya ini, mengenalkan diri nya seperti ini, yang pasti akan membuat kaka iparnya ini salah paham. batin Aisyah.
" Tapi saya tidak mau berkenalan dengan dia " Jawab Zahra dengan muka datar.
" Kenapa ? tanya Gus Sayhan, terukir senyum di bibirnya melihat ekspresi wajah istrinya saat ini. ini sangat lucu, ingin sekali ia tertawa tapi saat ini dia sedang menjahili istrinya, jadi dia tidak bisa untuk tertawa.
" Sayang, apa istri ku ini tidak mau berkenalan dengan adik iparnya ini "
Zahra mendengar adik ipar pun sekarang menatap sang suami, mencari penjelasan diri suaminya ini.
" Ya dia Aisya, baru pulang dari Mesir, dan wanita yang kamu lihat tadi sore itu dia, adik ipar mu sendiri" Jujur Zahra sangat malu saat ini, dan rasa bersalah pada suaminya ini.
" Bener ini Aisyah?, buka-"
" Ya sayang, ini Aisyah, saya saja tidak tahu kalau Aisyah pulang ke Indonesia, Jadi sudah sudahi lah marah mu atau cemburu mu itu ya sayang. " pungkas Gus Sayhan seperti tidak kuat untuk di diami sama sang istri. padahal masih belum satu jam lho Gus, batin author. #emoji mata keatas.
" Astaga, maaf kan aku Aisyah aku kira kamu itu ustadzah Syakila yang di maksud pembawa acara yang tadi sore" Ucap Zahra .
" Nggak papa kak, wajar seorang istri cemburu dengan suaminya. " Jawab Aisyah lemah lembut.
" Gus pindah dong, Zahra mau duduk di dekat Aisyah " pinta Zahra tanpa beban. Gus Sayhan hanya menurut saja. dan Dua wanita ini langsung akrab saja, tak ada kecanggungan di antara mereka.
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam tapi dua wanita ini seperti enggan menyudahi obrolan mereka.
" Sayang ini sudah jam sepuluh malam, ayok kita istirahat" ucap Gus Sayhan dari tadi, tapi sama sekali tidak di hiraukan oleh kedua wanita itu. Zahra masih kesel pada suaminya itu, bisa bisanya dia tidak memberitahu dirinya bahwa dia adalah sosok yang cukup populer. batin Zahra.
" Aisyah, apa kamu tidak lelah?, kamu baru pulang dari Mesir, pasti kamu sangat capek, istirahat lah " suruh Gus Sayhan.
" Gus kalau Gus mau istirahat, istirahat lah terlebih dahulu, Zahra akan tidur bersama Aisyah malam ini" Gus Sayhan yang mendengar ucapan sang istri pun langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak, saya tidak izin kan. Aisyah sekarang masuk ke kamar mu untuk istirahat"
" Tapi gus-"
" Sayang kita juga butuh istirahat, ayok sayang kita ke kamar " Gus Sayhan langsung menggendong tubuh sang istri dan membawanya ke kamar. tanpa memperdulikan tatapan sang adik yang sangat kesal melihat kemesraan yang di pertontonkan di depan matanya ini.
" Ais mata ku tak suci lagi "
***
Pembaca yang Budiman pasti meningkatkan jejak. hanya mafia yang tak meninggalkan jejak 😢