
...~ happy reading ~...
Assalamualaikum 🙏
akhirnya part ini selsai juga 🥺 buat para pembaca yang Budiman tolong lah pencet tombol like dan vote biar thor nya semangat nulisnya.
Dan jangan lupa komen di setiap Part ya -_-
" Kamu mau masuk kuliah hari ini? " Tanya Gus Sayhan yang melihat istrinya yang sudah rapi.
" Ya Gus, Zahra gak mau bolos lagi" tuturnya, dan sibuk memasukan bukunya di tasnya.
" Emang, sakitnya udah ilang?" Tanyanya lagi, khawatir.
" Iya, udah mendingan Gus, gak sakit seperti kemarin " Jawab Zahra, malu.
" Ya udah, kita berangkat sekarang?"
" Kita sarapan dulu Gus, tadi Zahra bikin nasi goreng buat kita sarapan" Zahra sambil berjalan menuju ke meja makan dan di ikuti sang suami.
" Ini buat Gus, dan ini buat aku" ucap Zahra menyodorkan piring ke Gus Sayhan.
" Kenapa kita gak makan sepiring berdua saja" kata Gus Sayhan melihat istrinya.
" Gak Gus, piring masih banyak yang bersih"
" Bukan masalah bersih atau gak nya sayang tapi itu lebih romantis. " ucapnya langsung memakan nasi goreng tersebut.
Deg
Zahra menelan ludahnya sendiri mendengar ucapan suaminya. Apa suaminya ingin makan satu piring dengannya?, Kenapa gak ngomong sih ?, Batinnya.
Dan apa tadi, dia memanggil ku sayang?"
Selsai sarapan mereka langsung berangkat ke kampus Zahra.
" Gus" panggil Zahra.
" Hmm" Jawab Gus Sayhan singkat.
Astaga, apa dia marah? Karana hal sepele tadi ?.
" Apa Gus marah? " Tanya Zahra ketika sudah ada di dalam mobil
" Saya marah? Karana apa? " Bukannya menjawab malah bertanya balik.
" Karna kita gak makan di satu piring yang sama ?"
Mendengar jawab istrinya Gus Sayhan malah tertawa terbahak bahak, bisa bisanya istrinya ini mengira dirinya marah hanya karna tidak sarapan di satu piring, lucu sekali, batin nya.
" Kenapa ketawa?"
" Kamu lucu banget sayang, masak aku marah hanya karena itu "
" Jadi Gus gak marah ? "
" Gak lah, mana bisa aku marah ke istri ku yang cantik ini " goda Gus Sayhan.
" Aiis, kenapa Gus sekarang menjadi tukang gombal "
" Gak gombal sayang tapi emang ke nyatanya begitu. " pungkas Gus Sayhan. " Dan masalah satu piring itu, kita bisa melakukannya pakan saja" Jelas Gus Sayhan.
" Zahra turun dulunya Gus" Zahra langsung menyalami suaminya.
" Gak ada perpisahan gitu, seperti cium kening, atau apa kek" ucap Gus Sayhan yang melihat Zahra mulai membuka pintu mobil.
" Maksud Gus?" Tanya Zahra dan kembali menutup pintu mobil itu, dan melihat suaminya.
" Seperti ini" Gus Sayhan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya dan mengecup bibir istrinya.
" Sekarang boleh keluar" suruh nya tanpa beban.
Zahra yang mendapatkan kecupan dari suaminya pun hanya menunduk malu dan perlakuan suaminya itu membuat wajahnya menjadi merah merona.
Sedangkan Gus Sayhan tersenyum melihat wajah istrinya yang merah begitu, melihat itu membuat hatinya sangat senang.
" Gak jadi keluar, atau ma-"
" Zahra keluar sekarang, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" pamit Zahra, entah apa yang akan terjadi setalah ini. Iya, memilih untuk keluar dari mobil dan meningkatkan suaminya itu.
Jangan di tanya lagi jantung Zahra berdetak kencang dari tadi, apa lagi ketika Gus Sayhan memanggil dengan panggilan sayang. Mungkin ia perlu mendatangi dokter jantung untuk memeriksa jantung yang terasa ingin copot.
Ia langsung masuk ke dalam kelasnya, dan ia bisa melihat sahabatnya sudah ada di sana, bersama orang yang selalu menggoda ketika di aren kampus.
" Assalamualaikum, cie pagi pagi udah ada pasangan yang otw halal nih " sapa zahra dan sedikit menggoda kedua insan yang beda jenis ini.
" Apa sih Ra, kamu jangan ngawur deh, kalau ngomong" kesel ayu.
" Idih, Kanya saya mau aja sama kamu" ucap Bayu gak terima.
" Gak ada yang jawab salam aku nih" Tanya Zahra.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " kompak dua orang yang ada di depan Zahra ini .
" Ciiee kompak banget, aduh ini mah udah cocok untuk membina rumah tangga "
" Ra bisa diam gak sih?" Ucap ayu mulai bete dengan sahabatnya ini.
" Idih" sinis bayu
" Kamu kenapa gak masuk kemarin Ra ? " Tanya ayu Tampa memperdulikan Bayu.
" Eh itu, kemarin aku sakit jadi gak bisa masuk" Jawab Zahra.
" Sakit apa ?, Kenapa gak ngasih tahu aku biar aku bisa jenguk dan sekalian bisa silaturrahmi dengan calon mertua" ucap Bayu panjang lebar.
" Astaga ini orang ya, dari kemarin ngomongnya ngawur Mulu Ra, jangan di tanggapi Ra. " Ayu menjeda ucapannya dan melirik Bayu sinis " tapi sekarang kamu udah baikan kan Ra " Ujarnya lagi.
" Alhamdulillah sekarang aku udah baikan yu."
" Alhamdulillah kalau gitu, nanti pulang kuliah temani aku ya, ke kajian "
" Iya, tapi aku harus izin dulu, biar orang rumah tidak khawatir " ya Zahra harus izin, ya walaupun izinnya harus ke suaminya bukan lagi kepada kedua orang tuanya.
" Aku boleh ikut gak ? "
" Gak ada yang ngajak kamu " Jawab ayu ketus.
***