
...~ happy reading ~...
Hallo pasukan baca 🕊️
semoga suka, dan bisa menemani malam Minggu kalian 🤗 love sekebon 🕊️🤍
Tandai bagian typo 😤
Pesanan yang mereka akhirnya dateng juga. Kedua sahabat sohib itu pun langsung memakan makanannya, Karana cacing yang ada di perut mereka sudah demo berat.
Selesai makan, mereka langsung meninggalkan kantin ini. Tapi di perjalan menuju parkiran, perut ayu rasa nya ini mengeluarkan makanan yang tadi. ia berpamitan untuk pergi ke toilet.
" Ra, aku ke toilet dulu ya, kamu tunggu aku di tempat biasa ya " kata ayu, dan ia mulai mengayunkan kakinya.
" Tuh Anak, kebiasaan banget deh " Gumam Zahra, Karena ini hal biasa terjadi kepada ayu, setelah makan makanan pedas.
Ayu mempercepat langkah kakinya, dan untung saja ada toilet yang kosong. Setelah mengeluarkan isi perut, Ayu pun keluar dan mencari Zahra.
Tapi di perjalan menuju ke tempat Zahra, Ayu tak sengaja berpapasan dengan Bayu, bukan berpapasan tapi lebih tepatnya ayu menghentikan langkahnya tepat di belakang Bayu dan juga pemuda yang bersama Bayu.
" Hmm, Tumben kali kamu tidak mengeluarkan gombalan hari ini" Sindir Ayu kepada Bayu. Bayu yang mendengar itu pun, langsung membalik badan nya, begitu juga dengan pemuda itu.
Bayu diam sejenak, ia menatap ayu dengan tatapan yang menyediakan.
" Hei kenapa kamu menatap ku seperti itu ? " Tanya ayu, kesel.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
Ucap pemuda itu, yang tak lain adalah Malik. Setelah mendengar ucapan Malik pun, Bayu menatap ke arah lain. ia tak lagi menatap ke arah ayu.
" Bagus lah, sekarang kamu sudah punya teman yang mengingat mu ke arah jalan yang lebih baik " Ucap ayu.
" Siapa anda ?" Tanya Malik, tanpa melihat ayu.
" Anda tidak perlu mengenal saya, Karena itu tidak penting, oiya, terimakasih kau telah mengingatkan Bayu tentang zina" Ucap ayu sedikit menyindir Bayu.
Jujur saja, posisi Malik saat ini, ia sangat bingung, tapi walaupun belum lama mengenal Bayu, Malik tahu seperti apa teman baru ya ini.
" Dan anda tak perlu membuang energi anda untuk mengingat saya lagi tentang itu, terimakasih telah menyadarkan saya " Ucap Bayu terkesan sangat jutek, dan Setelah mengatakan itu ia pergi dan menarik tangan Malik.
Ayu tercengang mendengar kata kata yang keluar dari mulut Bayu. itu sangat bijak buka dari sebelumnya.
" Kayak ada yang dia sembunyikan deh " gumam Ayu. Tak mau ambil pusing ayu pun melangkah kan kaki nya menuju ke tempat Zahra.
Zahra yang melihat ayu sedang berjalan ke arah ya pun, sudah mengambil kuda kuda untuk menyerang Sahabat ini.
" Hehe maaf lama " Ucap Ayu, yang menyadari perubahan mimik wajah sahabat ini.
" Habis ngapain aja, lama amat mbak, seperti nunggu cabai manis " Ucap Zahra dalam kekesalan nya.
" Hehe, iya maaf, soalnya tadi aku habis ada urusan bentar hehe" Jawab ayu cengengesan
" Hmm "
*****
" Lepasin dong, gak usah acara tarik tangan saya kan " Ucap Malik, Karena merasa tangan sakit dengan tarikan yang di lakukan Bayu.
" Eh maaf " Bayu langsung melepas tangan Malik.
" Ente kadang kadang " Kata Malik, memperhatikan tangannya yang merah.
" kebanyakan nonton Samsudin kamu itu " Ucap Bayu.
" hehehe "
Kedua pemuda itu langsung bergegas meninggalkan lingkungan kampus. Mereka berhenti di tempat tongkrongan.
" Oiya, wanita tadi itu siapa ?" Tanya Malik kepada Bayu.
" Kita, kamu kali " ucap Malik tak mau ikut campur.
" Iya saya, tapi kamu ikut juga " Bayu mulai kesel.
" Jangan cemberut gitu Napa, lebih baik kita bahas agenda yang harus di bahas "
Kedua pemuda itu sibuk berdiskusi dan sibuk dengan laptop yang ada di depannya masing masing.
Sedangkan di tempat lain nya, terlihat seorang pemuda, lengkap dengan peci dan juga buku yang ada di tangan nya itu baru saja keluar dari kelas nya.
" Udah selesai Gus " Sapa rekan rekannya yang juga baru saja keluar dari kelas.
" Iya ustadz" Jawab Gus Sayhan. Mereka berjalan menuju ruangan khusus pengajar. Sesampainya di ruangan itu, Gus Sayhan merebahkan tubuhnya di kursi nya.
Ia mengecek ponselnya, dan ternyata ada notifikasi dari sang istri.
" *Mas
aku izin pergi sama ayu untuk nonton, boleh ya "
" mas... "
^^^"maaf sayang, aku baru lihat hp* "^^^
^^^^^^" Ya mas izinin, tapi pulang nya sebelum magrib ya " ^^^^^^
" Makasi mas, love u 🤍 "
Gus Sayhan senyum senyum melihat hp nya, antara sadar atau tidak sadar kalau bukan hanya diri nya di ruangan ini.
Rekan rekannya memperhatikan nya dengan ke heran.
" Hmm, ada yang lagi di mabuk cinta nih "
" Biasa ustadz, pengantin baru "
" Adek cinta tak selamanya indah dek "
Mendengar apa yang di katakan rekan rekannya, Gus Sayhan hanya tersimpu malu, muka nya merah pendam karena malu.
" Senyum senyum kenapa Gus ?" Tanya rekannya.
" Gak kok ustadz, siapa yang senyum senyum " elak Gus Sayhan, Karena malu mengungkapkan yang sebenarnya.
" Maklum ustadz penganten baru haha " rekanya yang senior.
" Jomblo, nangis di pojokan " Ucap ustadz Faisal.
" Haha, makanya nikah ustadz " Canda rekan yang lain nya.
" Nikah itu, 5 % nikmat 95 % nya, nikmat banget " Kata Gus Sayhan.
" Pengantin baru pun buka suara "
Gelak tawa mereka di ruangan ini pun menggema. Ya begitulah, kebiasaan mereka, selesai mengajar mereka akan melempar canda tawa sebagai hiburan di ruangan ini.
***
Ada grup nih guys 🤗 Jangan lupa gabung ya, biar kita bisa diskusi 🤍🤗
Dan jangan lupa di pencet ya, tiga ikon ini 🤍🤗
Semoga suka 🤍