Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
50



...~ happy reading ~...


Seperti apa yang di katakan sang suami, ia pun menurut pulang sebelum magrib tiba. sampai nya di apartemen, Zahra langsung membersihkan dirinya.


Selesai membersihkan dirinya, ia mendapat sang suami duduk di tepi kasur.


" Mas, baru sampai ?" Tanya Zahra, menuju ke arah lemari.


" Iya, baru saja sampai, Aku mandi dulu ya " kata nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, kedua pasutri itu sudah siap untuk melaksanakan sholat magrib. Gerakan demi gerakan pun ia mereka lakukan. Selesai sholat, mereka pun melaksanakan rutinitas mereka seperti biasa nya.


Selesai melaksanakan itu, Mereka pun melanjutkan nya dengan melakukan sholat isya, kerena adzan sholat isya telah berkumandang.


Selesai melaksanakan sholat, kedua pasutri itu pun memilih untuk makan malam. setelah itu mereka kembali ke kamar.


" Mas " Panggil Zahra melirik ke arah sang suami.


" Iya sayang, ada apa, kenapa mukanya di tekuk begitu" Tanya Gus Sayhan khawatir.


" Di sini kira kira ada Dede bayi gak ?" Tanya Zahra mengusap perut nya.


Gus Sayhan yang mendengar kata istri nya pun langsung mendekat, dan memeluk istrinya dari belakang, dan menaruh dagunya di pundak sang istri.


" Emang udah di cek ?" Tanya Gus Sayhan mengelus perut sang istri. Zahra menggelengkan kepalanya.


" Ya udah besok kita ke dokter " kata Gus Sayhan.


" Gak, Zahra gak mau, ke dokter" Jawab Zahra dengan cepat. kenapa? kenapa dia tidak mau ke dokter?.


" Kenapa gak mau ke dokter" Tanya Gus Sayhan, mengubah posisi dan menatap sang istri.


" Zahra gak mau kecewa mas " Ucap Zahra.


" Hei, jangan nangis dong sayang " tutur Gus Sayhan dan langsung memeluk istrinya, kerena ia tahu perasan istrinya saat ini. Ia memberikan pelukan itu biar bisa menenangkan sang istri.


" Gimana? udah tenang" Tanya Gus Sayhan, dan Zahra pun menganggukkan kepalanya.


" Tadi pas pergi sama ayu, aku lihat banyak banget baju anak lucu-lucu " Ucap Zahra.


" Kenapa gak di beli ? " Tanya nya lagi.


" Kata ayu, harus buat bayi nya dulu paru bisa beli baju bayi katanya" Jawab Zahra polos.


Mendengar jawaban sang istri, membuat dirinya tertawaan Ter bahak bahak. Kenapa wajah sang istri sangat polos mengatakan itu.


" Mas kenapa ketawa ?"


" Wajah mu polos banget sayang haha, perut aku sakit Haha" Tawa Gus Sayhan.


" Mas Zahra serius lho " Gus Sayhan pun mencoba untuk menghentikan tawa nya.


" Terus sekarang saya harus bagaimana ?"


*


*


*


Keesokan harinya, Seperti biasa, Gus Sayhan mempersiapkan sarapan untuk sang istri. Sekarang itu lah kebiasaan setiap pagi. Selesai membuat sarapan ia pun, memanggil sang istri untuk sarapan.


Kemesraan setiap pagi nya live di meja makan. Tak ada kata bosan memandang wajah istrinya ini. hati nya selalu adem.


" Mas ngapain, ngeliat aku Kayak gitu ?" Tanya Zahra, melihat tatapan sang suaminya setiap hari pasti seperti itu, dan setiap hari juga ia akan menanyakan hal yang sama.


" Karena wajah ini hanya aku yang boleh menikmati nya " Memang bener ada nya, apa pun yang ada di tubuh Zahra dia lah pemiliknya, karena Zahra adalah istrinya.


" Mas sekarang jadi raja gombal " Ucap Zahra, karena setiap hari suaminya ini akan mengeluarkan kata kata yang membuat hatinya berbunga-bunga.


" Bukan gombal sayang, tapi kenyataannya"