
" Iya, aku tahu suami ku ini, sekarang jago gombal" Zahra menyentuh hidung suaminya, sedikit memencetnya karena, ia begitu gemas.
" Kalau gemas, cium dong " Gus Sayhan mendekat kan wajahnya ke arah istrinya. Ia menunggu ciuman dari istrinya.
Cup
" Udah " Merasa belum puas, sang suami malah meminta nya lagi untuk mencium pipi ya yang sebelah lagi. Zahra memberikan kecupan di seluruh wajah suaminya ini.
" Udah, sekarang kita berangkat ya " Zahra melirik jam tangannya. Tapi sepertinya suaminya engan untuk beranjak dari tempat duduknya.
" Mas, ayok dong, nanti mas bisa telat ngajar nya " Zahra kembali berucap, Karena suaminya itu masih tidak beranjak sedikit pun.
" Panggil sayang dulu, baru kita berangkat " Gus Sayhan tanpa mengubah posisi duduk nya.
" Sayang, kita berangkat yok, entar kalau sayang ku ini tidak berangkat nanti telat lho " tutur lembut, Karena dia juga ada kelas pagi hari ini.
" Kan kalau gini enak, hehe " ia langsung menggandeng tangan istrinya. Hari yang sangat indah, hari hari mereka jalani seperti banyak bunga yang sedang bermekaran.
Setelah masuk kedalam mobil, Gus Sayhan langsung menuju ke kampus Zahra. Dan setelah itu, ia pun pergi menuju pesantren.
*
*
*
" Kebiasaan banget sih, dateng pas sudah dosen ada di pintu" pungkas Ayu, ia heran kenapa makin kesini, sahabatnya ini sering kali hampir telat. padahal sebelumnya di selalu datang jauh sebelum dosen datang. tapi semenjak dia tidak membawa kendaran sendiri, dia sering terlambat seperti ini.
" Hei, kalian yang ada di kursi tengah, " Zahra dan ayu yang merasa diri mereka yang di maksud pun langsung terdiam, tidak berani membuka suara.
Jam pelajaran begitu cepat berjalan. dan pada akhirnya semua mahasiswa keluar dari ruangan ini, karena, Jam pelajaran telah usai.
" Aku haus, kita beli air dulu yok, " Ajak Zahra. Cuaca yang sangat panas membuat tenggorokan nya kering, padahal ini masih jam sembilan pagi.
Mereka berjalan menuju kedai terdekat. Zahra membeli dua botol air mineral, Satu untuk nya dan satu juga untuk sahabat nya. Dua sahabat itu terduduk di bangku yang tersedia di sana.
" Ra, mama kemarin nyariin kamu lho " Pungkas Ayu, yang baru ingat dengan perkataan mamanya. " Katanya, Kenapa kamu jarang main ke rumah ?" Ya, emang sedekat itu lah Zahra dengan mama nya ayu, dulu sebelum ia menikah, ia selalu akan mengerjakan tugas kuliah bersama di rumah ayu. Tapi sekarang tidak lagi.
" Ya, udah nanti sepulang kuliah, aku ikut ke rumah mu aja Yu " Tawar Zahra, Karena dia telah menganggap mama ayu seperti mama nya.
" Tapi mama gak ada di rumah, kata nya ada acara di rumah teman nya, mungkin akan pulang malem " Timpal Ayu, mamanya memberi tahu kalau dia akan pulang malam, dan juga ada urusan yang harus di selesaikan.
" Ya udah, lain kali aja, nanti kalau mama ada di rumah aku ke rumah mu " Kata Zahra.
Mereka pergi meninggalkan kedai ini, Meraka berjalan dan tak sengaja berpapasan dengan Bayu, dan juga dua cowok lainya yang sedang bersama Bayu.
" Ra " Panggil Bayu, kedua wanita itu pun menghentikan langkahnya.
" Eh iya, ada apa ya ?" Tanya Zahra to the poin.
" Palingan mau menggombal" Sindir ayu.
" Jangan su'uzon"