
" Maaf nak Zahra atas kejadian tempo hari" kata kyai Gofur lantang. " Jujur saya sangat menyesal mengatakan itu tempo hari, Maaf perkataan saya menyakiti nak Zahra "
Zahra terdiam mendengar pernyataan kyai Gofur. memang bener ada ya, hatinya sangat sakit tak kala mendengar itu semua tempo hari. Tapi ia juga senang karena mendengar apa yang di katakan kyai Gofur saat ini.
Jarang sekali orang-orang mau mengakui kesalahannya, dan di tanbah lagi kyai Gofur meminta maaf padanya di depan mertunya yang tidak tahu apa yang terjadi.
" Saya sudah memaafkan Abi, sebelum Abi minta maaf " Ucap Zahra tersenyum.
" Terima Kasih nak. " kata kyai Gofur karena ia lega telah mendapatkan maaf dari Zahra.
" Apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Ibrahim yang kebingungan, sama seperti ummi siti.
" Tidak ada apa-apa ummi, Abi. Hanya ada kesalahan paham saja. " Jawab Zahra melihat mertuanya kebingungan. dan ia juga tidak ingin perkataan kyai Gofur tempo hari di ketahui oleh sang mertua. karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi ketika ia memberi tahu sang mertua apa yang sebenernya terjadi. ia hanya ingin masalah ini selesai sampai sini dan cukup dirinya dan suaminya yang tahu masalah ini di keluarganya.
Ibrahim dan ummi siti pun mengangguk paham, mereka juga tidak bisa, baik Zahra, Syakila dan kyai Gofur untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tidak mengetahui halnya tak seharusnya kita ketahui itu lebih baik.
***
Setelah kepulangan kyai Gofur dan Syakila. Zahra kembali ke kamar nya, Buku jadi teman dekatnya saat ini, banyak buku yang ia baca, seperti novel dan banyak buku tentang seputar ke kehamilan dan cara merawat bayi. Sekali kali iya sangat merindukan sahabat entah hilang kemana ia sekarang.
" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas udah pulang." Zahra berusaha bangun dari duduknya ingin menyambut kepulangan sang Suaminya.
" Gak usah sayang, diam saja mas yang akan ke situ " kata Gus Sayhan menyuruh istrinya diam di sana.
" Tapi aku ingin menyambut mu mas!"
" Nantinya sayang, Kalau dedek bayi sudah lahir ya" Ucap Gus Sayhan yang sudah berdiri di hadapan istrinya.
" Tapi kan...... ssssttt" Gus Sayhan menempel jari di bibir Zahra " Bagaimana kabarnya hari ini ? " Tanya Gus Sayhan berjongkok dan mengusap perus istrinya.
" Dia baik mas, gak rewel" Jawab Zahra tersenyum manis.
" Kalau kabar ummi ya gimana ? " Tanya Gus Sayhan menatap mata sang istri.
" Baik, baik, baik dan sangat baik jika ada kamu "
" Karena aku mau kamu selalu menyayangi ku"
" Iya iya, aku akan selalu menyayangi mu. "
" Mas bangun dong, jangan duduk berjongkok seperti ini "
" Tapi mas suka sayang, Karena dari bawah sini melihat bibir mu itu tanbah seksi "
" Mas!! "
" Apa lagi di saat kamu kesel seperti ini, mas suka " Muka Zahra merah mendengar apa yang di katakan suaminya. kesel dan malu menjadi satu.
cup
Gus Sayhan mengecup bibir Zahra singkat. Dan menata mata istrinya, dengan senyum yang sangat manis, manis gula lewat dah. Sedangkan yang di tatap salting parah.
" Mas Jangan lihat aku seperti itu !!" Tegur Zahra menundukkan kepalanya.
" Kenapa sayang, kamu terpesona kan dengan ketampanan suami mu ini. "
" Siapa yang terpesona, aku aku hanya tidak nyaman di tatap seperti itu" Jawab Zahra gugup.
" Baiklah kalau istriku ini tidak nyaman, mas berikan pelukan saja." kata Gus Sayhan lalu berdiri memeluk istrinya " Mas ingin mengunjunginya " Bisik Gus Sayhan di telinga zahra, tentu saja mendapatkan bisikan seperti itu membuat dirinya merinding.
**
**Terimakasih sudah mampir 🤍
Jangan lupa like vote and comments 🤍
Semoga suka 🤍
VOTE**!!!!!