
Setalah kehadiran Syakila beberapa hari yang lalu, terjawab sudah apa yang ada benak wanita hamil ini. Di pikiran Syakila atau bisa ia memanggilnya dengan panggilan ustadzah syakila tidak memiliki hubungan lebih dengan suaminya hanya sebatas teman masa kecil dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun.
Ustadzah syakila juga sekarang jadi teman dekatnya disini, kehadiran ustadzah syakila yang dulunya di pikir benalu dalam hubungannya ternyata tidak sama sekali.
Tapi yang menjadi menghantui pikirannya sampai saat ini ia lah sahabatnya, Ayu lestari hilang tanpa jejak dan tak ada kabar sama selai dari orang dua ayu.
" Ra kamu kenapa ?" Tanya Syakila yang melihat Zahra melamun sambil mengelus perutnya yang membuncit.
" eh Aku tidak apa-apa" Ucap Zahra kembali fokus.
" Beneran kamu tidak apa-apa, atau perut kamu kram Karena terlalu lama duduk " tutur Syakila.
Bukanya menjawab dengan ucapan, air mata Zahra berhasil lolos melihat wajah panik Syakila. Dan Jangan di tanya lagi wajah ustadzah syakila pun tambah panik ketika melihat Zahra menangis.
" Bentar aku telpon Sayhan dulu " Ucap Syakila dan tangannya sibuk mencari telponnya di dalam tasnya.
Zahra memegang tangan ustadzah syakila dan menatapnya penuh dengan senyuman yang tulus. " Tidak perlu menghubungi mas Sayhan " ucap Zahra.
" Aku menangis karena aku mengingat sahabat aku ayu, sudah beberapa bulan ini ia tak ada kabar sama sekali, Dia bener bener Sangat marah pada ku, dan aku sudah mengecewakannya "
" Hei jangan ngomong seperti itu, mungkin saja ayu sibuk dengan pekerjaannya dan mungkin ada sesuatu yang harus ia selsai kan "
Ustadzah syakila sudah tahu tentang ayu, Karena Zahra selalu menceritakan itu pada ustadzah syakila.
" Tapi ... "
" ssssttt " Ustadzah Syakila memeluk istri teman masa kecilnya ini agar bisa tenang.
**
Sampainya di ndalem Zahra bersama ustadzah syakila pun langsung masuk. Mereka di sambut oleh Bunda Maryam.
" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
" Sini nak, Ummi sama bunda tadi bikin pisang goreng, ayok sini duduk mumpung masih hangat" Ajak ummi siti.
" Terimakasih ummi, tapi maaf ummi Syakila harus balik, soalnya udah sore dan tadi juga Abah telpon suruh balik lebih cepat "
" Nak apa kabar ?" tanya Maryam pada Syakila.
" Alhamdulillah Syakila baik bunda, bunda sendiri bagaimana?"
" Alhamdulillah baik nak, kalian tadi habis dari mana ?"
" cuma keliling pesantren Bun "
" iya Bun, kami cuma keliling pesantren dan menemani Dede bayi yang ada disini " Jawab Syakila dan mengelus perut Zahra.
Ya semenjak usia kandungan Zahra berusia lima bulan ayah dan bunda memutuskan ikut tinggal di pesantren.
Awalnya kedua orang tuanya menolak tapi karena Zahra bersih keras menyuruh orang tuanya tinggal di sini pun akhirnya mengalah juga.
" nak ini, kamu bawa pulang ya " suruh ummi siti membawa taperwer berisi pisang goreng.
" Nggak usah repot-repot ummi "
" Tidak apa-apa nak, ummi tadi juga bikin banyak "
" Terimakasih ummi Syakila ngerepotin ummi " ummi siti tersenyum ke arah syakila. " Ya udah ummi bunda, Ra aku pamit pulang dulu "
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Hati hati di jalan nak " Setelah Syakila berpamitan tinggal ketiga wanita ini yang ada disini.
" ummi bunda, Zahra pamit ke kamar dulu, mau mandi "
Rasanya hari ini, hari yang sangat bercampur aduk yang ia rasa. Dari kesedihan dan bahagia jadi satu. entah apa yang ia rasa jika tak ada ustadzah syakila yang menghiburnya di kala Iya mengingat sahabnya.
...----------------...
Terimakasih sudah mampir 🤍
Maaf tidak sesuai bayangan kalian 🙏